Isnain Bahar Sasmoyo

“Seni tidak bisa menyelamatkan dunia. Tetapi seni bisa jadi sebuah pertanyaan.”

Siapa bilang memiliki pekerjaan dan hobi yang bertolak belakang itu tidak mungkin? Isnain Bahar Sasmoyo, yang akrab dipanggil Isnain, saat ini tercatat sebagai mahasiswa Akademi Keperawatan di salah satu universitas swasta di Magelang sekaligus bekerja sebagai freelance desainer dan ilustrator.

Sebenarnya Isnain sudah mengenal seni dan suka banget berimajinasi dari kecil. Dulu, ia suka banget “berdialog” dengan koleksi-koleksi mainannya. “Saya suka membentuk sebuah kerajaan kecil, di mana saya menjadi rajanya,” ujarnya sambil tertawa. Isnain mencoba untuk mempertahankan imajinasi masa kecilnya yang alami hingga saat ini. Seiring dengan berjalannya waktu, tidak hanya toys yang membangkitkan inspirasinya, tapi juga elemen-elemen antariksa, futuristik, dan ilustrasi yang menggambarkan sisi lain alam.

Screen Shot 2015-07-07 at 7.33.53 AM

Screen Shot 2015-07-07 at 7.33.41 AM

“Saya suka sekali dengan teknik apapun yang ada unsur garisnya. Gimana kita bisa memanfaatkan garis itu untuk membentuk sesuatu sesuai keinginan,” jelasnya. Isnain mengaku, ia sering menyatukan garis demi garis dengan karya-karya drawing dan kolase miliknya. Seniman seperti Brendan Monroe, Mark Whalen, Nurrachmat Widyasena, Mella Jaarsma, dan Cut and Rescue juga menginspirasi Isnain dalam berkarya.

Tidak terlahir dari keluarga berlatar belakang seni bukan masalah bagi Isnain. Keluarganya merespon dengan baik niat Isnain untuk berkarya, asalkan ia tetap bisa bekerja kantoran. “Semua akan menjadi baik dan positif jika kita berusaha dan membuktikannya,” kata Isnain.

Screen Shot 2015-07-07 at 7.33.32 AM

Meskipun tertarik dengan bidang seni, Isnain menyadari kalau seni tidak bisa menyelamatkan dunia. “Tapi, seni bisa menjadi sebuah pertanyaan. Aku suka dengan isu-isu sosial, dan aku menggunakannya sebagai objek supaya orang bisa mempertanyakan lagi. Permasalahan alam dan isinya selalu bisa menjadi topic yan gtidak ada habisnya,” jelasnya.

Tertarik ngobrolin soal antariksa, alam semesta, dan isu sosial bareng Isnain? Kamu bisa mengajaknya ngobrol di coffee shop, tapi mungkin ia tidak akan memesan kopi, karena Isnain mengaku bukan pencinta kopi. Meskipun begitu, ia jujur merasa iri dengan passion orang-orang di kopi. “Ada yang menemukan keajaiban di kopi. Mereka membuatku iri!” katanya menutup pembicaraan.

About author

Bandung New Emergence Vol. 5

BANDUNG NEW EMERGENCE volume 5 Pameran Bersama Seniman Muda Bandung 17 Oktober – 9 November 2014 Ruang B dan Ruang Sayap, Selasar Sunaryo Art Space ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official