Diah Asri Safitri

“Yang jelas setiap karya yang saya buat selalu punya pesan yang ingin saya sampaikan”

Begitulah tujuan dari Diah selama ini berkarya, ia ingin karyanya yang dibuat bisa mengkomunasikan pesannya kepada orang banyak. Diah ingin mengajak orang lain yang melihat karyanya juga tenggelam menikmati karyanya sekaligus mengajak untuk sama-sama memikirkan tentang suatu hal. Ia mengakui karya yang selama ini dibuat tidaklah berbelit-belit, melainkan mudah untuk dinilai dan mendapat pesan dari karyanya.

Wanita yang lahir di Lampung ini sekarang sedang menimba ilmu di Surabaya dan sempat tinggal selama dua bulan di Jakarta untuk magang di salah satu majalah yang eksis sejak lama. Pertama berkenalan dengan seni, saat dirinya kecil. Diah ikut lomba menyoret kertas, ia baru tekuni kegemarannya ini semenjak kuliah karena tuntutan senior yang memaksanya untuk mengikuti pameran di kampusnya.

UNDERWATER-2

Ketertarikannya akan visual art berasal dari lingkungan, terutama teman-temannya. Melihat teman-temannya mulai konsisten dengan visual art dan sudah menemukan karakter pada karyanya membuat Diah termotivasi untuk bisa seperti mereka dan akhirnya ia menekuni bidang ini yang ia akui, visual art bisa mewakili perasaan dan pikirannya.

017515bb22803d2be1c9af1d07de596c

15915b3a0ef3cf8fd775a7deece4dc70

Sedangkan, pada karyanya sendiri ia sering mengambil dari situasi atau suasana hati. Mungkin juga dari inspirasi situasi dan suasana hati ini yang membuat karyanya lebih ke arah semi realis dan semi surealis. Ia bersama karyanya sudah mengikuti cukup banyak pameran, mulai dari luar kampus di acara mini exhibition Open Baggage di JNM (Jogja National Museum), Yogyakarta. Berlanjut ke Daging Tumbuh Postcard Revolution #3 di Dia.Lo.Gue Artspace, Pameran SAMIN (Sanggar Minat), NGREJEKENI IS IN THE HOUSE EXHIBITION, Folk Music Festival, dan Love Phenomenon. Baginya, pameran yang seru adalah pameran yang karyanya tidak cuma 2D, tetapi juga karya 3D atau instalasi seni atau pertunjukan.

Perihal kopi, pengalaman Diah cukup banyak karena nenek dan ayah adalah pecinta kopi. ketika musim bunga kopi, ia sering bermain saat pagi sepanjang jalan dari perbatasan Jember – Banyuwangi karena dingin dan bercampur wangi bunga kopi. saat musim panen, ia dan keluarganya sering memanen bersama dan membantu pengolahan kopi ke tahap yang lebih lanjut lagi. Kecintaannya pada kopi membuat kopi menjadi hidangan yang selalu tersedia saat ia harus menyelesaikan sebuah karya.

Kamu bisa lihat karya-karya dari Diah di: behance.net/DiahAS

About author

10 Pembatas Buku yang Kreatif

Tidak semua buku yang kita beli menyediakan pembatas buku. Kehadiran pembatas buku sangat penting karena sebagai penanda di mana letak terakhir kita membaca. Kan dengan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official