Charlie Chris Evan

Berlatar belakang pendidikan hukum dan sempat bekerja sebagai advokat, Charlie akhirnya banting setir menjajaki karir di bidang tato dan ilustrasi. Ia juga bermain gitar dalam band punk rock Error Crew. Pria kelahiran 3 Desember ini suka menggambar sejak masa sekolah menengah. Bermusik dan berada di lingkaran skena punk sedikit banyak mempengaruhi karya-karyanya awalnya. Keseriusannya di bidang seni terdistraksi saat menempuh pendidikan dan bekerja di bidang hukum. Tapi kemudian kembali berkarya dengan referensi-referensi baru sekitar tahun 2012.

Saat ditanyakan apa yang menjadi inspirasi untuk menekuni bidang visual art, Charlie menyebutkan jika segala hal memerlukan presentasi visual yang mampu mewakilinya dengan baik. Dan visual bisa berkomunikasi di ruang-ruang di mana komunikasi verbal tak mampu berperan. Pemaknaannya juga sangat luas dan tak selalu harafiah.

Pilihannya untuk mendalami visual art awalnya tidak selalu mendapat dukungan. Keluarga terdekat misalnya, seperti yang disebutkan oleh Charlie. Itulah sebabnya ia sempat menekuni bidang hukum sesuai tuntutan keluarga. Tapi pada akhirnya kembali ke bidang yang diinginkannya sejak awal. Sebab pekerjaan yang terbaik adalah yang membuat diri sendiri dan orang lain bahagia.

Untuk inspirasi karya sendiri biasanya datang dari hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari di sekeliling mereka. Ia juga enggan menyebutkan gaya karyanya saat ini dalam batasan tertentu, karena masih sangat menikmati mengeksplorasi banyak gaya.

Screen Shot 2015-05-28 at 6.32.35 PM

Screen Shot 2015-05-28 at 6.32.29 PM

Di Pameran Kopi Keliling 8 ini, Charlie berkolaborasi dengan Kartika Jahja dalam mengerjakan karyanya. Tika, begitu ia akrab dipanggil, sebenarnya juga ber-partner dengan Charlie di kehidupan nyata dan membuat Kedai Tato Bahagia, atau yang terkadang ditulis dengan kedaitatobahagia. Perempuan kelahiran 19 Desember ini adalah seorang penulis lagu dan vokalis, juga tergabung dalam band Tika & The Dissidents. Ia juga co-founder dan art director di firma desain Inlander Desain Buro. Tika juga aktif bermain teater bersama Institut Ungu dan tulisan-tulisannya pernah dipublikasikan di beberapa media nasional dan internasional.

Screen Shot 2015-05-28 at 6.32.46 PM

Trivia: Ternyata keduanya bukan penikmat kopi fanatik, dan mengaku bukan orang yang bisa menjadi kritikus kopi. Tapi mereka bisa merasakan bagaimana kopi bisa menjadi perekat antara satu manusia dengan lainnya.

Lihat karya-karya Charlie (dan Tika) lainnya di: kedaitatobahagia.tumblr.com

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Abrams Babardi

Abrams Babardi, yang akrab dipanggil Abrams Gobrams oleh teman-temannya, adalah lulusan Seni Grafis Murni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain sebagai seorang ilustrator, Abrams ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official