Iyo Kusumong

“Intinya, gue enjoy aja dalam membuat sebuah karya yang jujur.”

– Iyo Kusumong

Bagi generasi terkini, benda yang disebut “kaset” mungkin asing terdengar di telinga, terutama bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Padahal, benda yang satu ini pada masanya adalah satu-satunya harapan, setelah radio, untuk melipur lara di kala sepi dan ingin mengenang saat-saat sebuah atau beberapa lagu menjadi momen pengingat sebuah peristiwa manis.

Bagi Dwi Aji Susilo Jati Kusumo, atau yang lebih dikenal dengan nama Iyo Kusumong, kaset adalah salah satu benda yang bisa dianggap sebagai pahlawannya di dunia seni. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, pemuda kelahiran tahun 1994 yang masih duduk di Universitas Negeri Jakarta Kurusan Seni Rupa ini tertarik pada sampul kaset-kaset milik kakaknya, selain gambar kartun. Dari situlah dirinya mulai tertarik untuk belajar menggambar, dan yang menjadi gurunya ketika itu adalah kakak dan tantenya.

portofolio-iyo-kusumong-seniman-kopi-keliling-volume-0 portfolio-iyo-kusumong-seniman-kopi-keliling-volume-0-part-2

Alasan Iyong untuk memilih seni rupa sebenarnya bukan hanya karena dia menyukai seni, tapi juga karena, “… Gue nggak mau lagi sama yang namanya matematika, kimia, dan lain-lain!”

Saat ini, Iyong sedang suka-sukanya bermain dengan cat air, spidol, dan tinta cina. Inspirasinya datang dari banyak seniman, antara lain: Salvador Dali, Andy Warhol, Norman Rockwell, BrokenFingaz, Atemproot, eBoy. Sementara seniman Indonesia yang dikaguminya adalah Resatio dan Oomleo.

Dalam berkarya, Iyong berusaha untuk menyampaikan apa yang dirasakan dalam dirinya sebagai cerminan dari dirinya sendiri, atau terkadang juga karyanya dibuat sebagai responnya terhadap kejadian-kejadian yang ada di sekitarnya. Dan saat mengatasi creative block, dirinya mencoba mendobraknya dengan membaca artikel, melarikan diri ke sebuah tempat yang tenang dan teduh, atau menonton film-film yang menurutnya absurd.

Lalu apa yang terjadi ketika dirinya mendadak mendapat serangan kantuk saat sedang bekera? Oh, sudah tentu kopi dong yang dicarinya. “Sehari bisa dua atau tiga gelas, tapi gue lebih suka iced coffee,” ujar penggemar The Beatles ini menutup wawancara.

Twitter: @iyoookelah
Instagram: @iyokusumong
Blog: http://cimitmcimitart.blogspot.com

About author

Signs for the Homeless

Beberapa saat yang lalu, media massa ramai memberitakan tentang penghasilan pengemis di Jakarta yang angkanya sempat membuat iri banyak pekerja kantoran. Memang kadang kita sulit ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official