Octo Cornelius Tri Andriatno

Octo Cornelius Tri Andriatno adalah lulusan fotografi yang sekarang bekerja sebagai Visual Artist dan Artistic Engineer di Papermoon Puppet Theatre. Pria asal Rembang ini semakin menekuni bidang visual art setelah ia bergabung dengan Papermoon Puppet Theatre. Ia mengaku seni visual yang ia geluti dan ia tekuni sekarang jauh berbeda dengan seni visual yang ia pelajari dulu waktu kuliah. Meskipun mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman dan sahabatnya atas keputusannya untuk serius di bidang seni, awalnya Octo sempat ditentang dan dipertanyakan oleh keluarganya.

Karya-karya Octo banyak menggunakan material kayu, dan seringkali digabungkan dengan beragam material seperti logam dan lainnya. Dalam pengerjaannya, ia cenderung menggunakan teknik ‘material assembling’, atau merakit beberapa material untuk membuat suatu karya, karena ia sangat tertarik dengan dunia pertukangan, terutama pertukangan kayu. Inspirasi Octo dalam berkarya banyak diperoleh dari banyak sekali seniman, salah satunya adalah Iwan Effendi. Selain itu, ia juga banyak mendapatkan inspirasi dari Kota Rembang, tempat kelahirannya.

Octo seringkali menceritakan tentang Kota Rembang di dalam karya-karyanya. Menurutnya, banyak yang bisa diulik dari tempat atau kota-kota kecil, terutama kota-kota yang pernah ditinggali, karena pasti akan banyak cerita-cerita yang beda dari tempat yang lain. Dari situ, ia berharap cerita-cerita yang telah dikulik dapat disampaikan ke lingkungan yang lebih besar lagi, sehingga akan semakin banyak orang tahu tentang kota kecil yang mungkin selama ini jauh dari bayangan mereka. Atau bahkan mungkin mereka nggak tau sama sekali kalau kota tersebut ada.

Bersepeda atau bersepeda motor sendirian adalah salah satu cara Octo untuk menghilangkan jenuh atau ketika sedang nggak ada ide untuk berkarya. Biasanya ia akan bersepeda atau bersepeda motor sendirian dengan jarak yang lumayan jauh.

Karya-karya Octo sudah pernah dipamerkan di beberapa pameran, misalnya pameran tunggal Via-via Trafeller Caffe di Yogyakarta, pameran tunggal di Lir Space, pameran Loro Bloyo Kontemporer di Magelang. Selain itu, karyanya juga pernah dipamerkan di dalam acara pesta pernikahan anak kedua dari Bapak Oei Hong Djien, Biennale IX Yogyakarta Neo Nation, Biennale X Yogyakarta Jogja Jamming, The Stage di Jendela Gallery, Singapura, dan lainnya.

Octo adalah seorang peminum kopi, meskipun nggak rutin. Ia nggak terlalu memerhatikan detail-detail kopi yang ia minum, tapi Octo mengaku ia suka merebus air dan kopi pada saat yang bersamaan.

 

Lihat karya-karya Octo lainnya di sini: octocornelius.blogspot.com

About author

Ngopi Sambil Beramal

Sebagai negara yang penduduknya sangat padat, sangat miskin, dan sangat “timur”, India nggak jauh beda dengan Cina yang mengutamakan anak laki-laki dibanding dengan anak perempuan. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official