Elia Nurvista

Elia Nurvista adalah seniman dan crafter yang sempat aktif berpameran kelompok di dalam kelompok Simponi hingga akhirnya di tahun 2010 ia mencoba untuk aktif menjadi seniman individu. Meskipun belum memutuskan untuk hanya akan menekuni dunia seni visual, lulusan Desain Interior Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, ini masih paling sering terlibat di acara-acara seni rupa.

Elia menyebutkan kalau pilihannya untuk menekuni dunia seni visual mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, termasuk keluarga dan pasangannya. Meskipun ia nggak yakin kalau keluarganya benar-benar mengerti apa yang sedang ia lakukan.

Karya-karya Elia banyak menggunakan medium kain, benang, dan teknik-teknik domestik seperti sulam, dan sebagainya. Ia juga banyak terinspirasi dari banyak seniman, seperti Tintin Wulia dan Diela Maharanie. Meski begitu, Elia nggak mau terpaku pada satu jenis style berkarya saja, ia terus mencoba untuk eksplorasi seluas mungkin. Ide-ide karya Elia biasanya datang dari film, blog, hobi, atau dari obrolan dengan teman. Ia selalu berdiskusi dengan teman-teman dekatya dulu sebelum menentukan akan seperti apa eksekusi idenya. Menurut Elia, proses ngobrol dan tukar pendapat adalah bagian yang penting dalam proses berkarya.

Elia berharap karya-karnya bisa diapreasiasi oleh semua golongan, karena ia melihat di Indonesia karya-karya seni terkadang hanya dikonsumsi leh kelas tertentu di masyarakat. Ia juga ingin menyampaikan hal-hal keseharian yang kadang luput di pikiran orang-orang.

Pergi dan tenggelam di keriaan toko awul-awul (baju second) adalah obat paling efektif untuk Elia menghilangkan kejenuhannya. Terkadang, ia juga suka bercerita ngalor ngidul dengan teman-temannya.

Karya-karya Elia sudah pernah ikut pameran yang sebagian besar berlokasi di Yogyakarta dan Jakarta. Selain itu, ia juga pernah mengikuti residensi di Yokohama, Jepang. Itu adalah pameran yang paling berkesan buatnya, karena semuanya merupakan hal baru buat Elia. Ia harus bekerja jauh dari rumah, sendirian, dan itu adalah residensi pertama Elia.

Bagi Elia, setiap pagi harus diawali dengan kopi. Ia suka meminum kopi hitam Kapal Api atau Nescafe yang ditambah dengan susu. “Kopi buatku sudah menjadi kebutuhan primer untuk dikonsumsi setiap hari,” ujarnya.

Lihat karya-karya Elia lainnya di sini: simalakamma.blogspot.com

About author

[EVENT] Mondo A Go Go!

Seperti yang sudah Kopling ceritain lewat artikel Menembus Batas Melalui Musik, pengaruh barat terhadap dunia musik Indonesia sudah sangat kuat sejak akhir tahun 50’an. Bisa ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official