Cara Hayao Miyazaki Mengembangkan Ide menjadi Film

0

Sebelum dikenal sebagai sutradara film animasi legendaris, Hayao Miyazaki sempat mengalami masa kebuntuan di mana ia sudah bekerja selama kurang lebih sepuluh tahun di dunia animasi dan manga tapi belum pernah menyelesaikan filmnya sendiri.

Setelah itu, selama meniti karirnya di dunia film animasi Miyazaki selalu menerapkan pendekatan yang sama setiap kali ia mulai membuat film, dan hasilnya adalah film-film Miyazaki yang nggak pernah gagal untuk dikenang. Seperti ditulis oleh cartoonbrew.com, berikut penjelasan Miyazaki tentang cara ia mengembangkan ide untuk sebuah film (kutipan ini diambil dari buku antologinya yang berjudul Starting Point:

Ide – Awal Mula Segalanya

Titik awal sebuah film animasi dimulai jauh sebelum sebuah proyek setuju untuk dijalankan dan sebelum produksi dimulai. Bahkan jauh sebelum kita, sebagai animator, memeriksa kembali ide-ide untuk sebuah cerita. Kisah dan karya orisinil hanya sebuah pemicu.

Kita sudah mempunyai dunia di dalam pemikiran kita sendiri: lanskap, pemikiran, dan perasaan yang tersimpan di otak dan butuh untuk dikeluarkan.

Ketika seseorang berbicara soal matahari terbenam, ia nggak serta merta mencari buku foto tentang matahari terbenam. Tapi, ia berbicara tentang matahari terbenam yang terekam di dalam ingatan – entah itu matahari terbenam yang pertama kali dilihat ketika kita digendong di bahu ibu saat masa kecil, atau matahari terbenam terindah ketika kita pergi traveling ke suatu tempat yang sunyi, atau matahari terbenam yang sempat kita saksikan saat untuk pertama kalinya dalam hidup kita berada dalam kesepian atau hangat.

hayao-miyazaki-wants-to-come-out-of-retirement-for-one-more-film-1479091119

Kita, sebagai orang yang ingin menjadi animator, sudah mempunyai banyak materi cerita untuk diceritakan, perasaan untuk diekspresikan, dan dunia imajinasi untuk dihidupkan. Saat ini mungkin rasanya kita seperti meminjam mimpi seseorang yang dekat dengan kita, tapi semua orang akan berpindah dari tahap ini. Supaya nggak egois, mimpi yang kita ceritakan harus diubah menjadi sebuah dunia sendiri. Saat diri sendiri melalui proses penajaman kekuatan imajinasi dan teknik, begitu juga materi cerita kita.

Semuanya dimulai dari memiliki sesuatu yang ingin kita ekspresikan. Apapun yang kita ciptakan harus merupakan sesuatu yang kita sendiri ingin lihat, bukan hanya yang orang lain ingin lihat. Dari situ, kita mulai menangkap figur-figur yang ingin diungkapkan, dan kita mulai menggambar. Nggak masalah kalau ceritanya belum lengkap, yang penting kita mulai menggambar tentang dunia yang ingin kita ungkapkan.

Ketika kita terus menggambar, kita akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang dunia itu sendiri: dunia yang seperti apa? Distorsinya sebesar apa? Iklimnya bagaimana? Kapan dunia ini terjadi? Apakah mataharinya ada satu atau tiga? Dan lain sebagainya. Gambarlah sebanyak mungkin dan kembangkan imajinasi seluas mungkin, jangan hanya mengikuti cerita yang sudah pernah dibuat. Pada akhirnya, kita akan menciptakan sebuah dunia sendiri yang berharga untuk diceritakan ke orang banyak.

Selengkapnya bisa kamu baca di sini.

 

Gambar: vice.com
Featured image: schmoesknow.com

About author

No comments

Wujudkan.com

Buat kamu yang (mungkin) belum pernah dengar nama teman Kopling yang satu inin, ayo merapat dan simak karena ini sangat penting khususnya buat kamu-kamu orang ...