Blackfish, Film Dokumenter tentang SeaWorld yang Kontroversial

0

Kebun binatang, baik itu untuk hewan-hewan di darat maupun di laut, selalu menimbulkan kontroversi. Walaupun keberadaan kebun binatang sebenarnya baik untuk mengedukasi orang, terutama anak-anak, tentang keberadaan makhluk hidup di sekitarnya, tapi kesejahteraan hidup hewan-hewan yang ada di dalamnya masih dipertanyakan.

Blackfish merupakan salah satu film dokumenter yang membuka sisi negatif SeaWorld, sebuah taman bermain berisi wahana untuk keluarga yang juga berisi atraksi hewan-hewan laut, khususnya ikan paus orca. Film ini mengambil fokus seekor ikan paus orca bernama Tilikum, yang sejak umur dua tahun, tepatnya pada tahun 1983, ditangkap ketika sedang berenang bersama dengan kawanannya di Iceland dan menghabiskan hidup sebagai “tahanan” di SeaWorld. Nama Tilikum menjadi sangat terkenal karena selama di SeaWorld ia telah membunuh tiga orang (dua orang pelatih, salah satunya terbunuh ketika sedang melakukan atraksi untuk pengunjung, dan satu orang yang kebetulan lewat).

tilikum

Film ini mempertanyakan kebijakan SeaWorld yang terus mengharuskan Tilikum untuk melakukan atraksi dan menutup-nutupi tragedi tersebut. Studi menunjukkan kehidupan terkungkung di dalam kolam membuat Tilikum stres dan membunuh orang-orang di sekitarnya, tapi SeaWorld mengatakan Tilikum selalu dirawat dengan baik dan sehat. Memang benar, Tilikum dirawat dengan baik oleh para pelatih yang mencintainya karena mereka merasa iba dengan ikan paus orca yang seharusnya hidup di alam bebas, bukan di dalam sebuah kolam. Tapi tetap saja hewan liar nggak seharusnya hidup di dalam kungkungan. Bukan hanya ikan paus, tapi juga hewan-hewan lain seperti lumba-lumba, penguin, anjing laut, dan sebagainya.

Sejak tragedi Tilikum yang menimbulkan protes dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum hingga musisi-musisi ternama, SeaWorld mulai mengubah kebijakannya dan secara perlahan menghilangkan atraksi hewan untuk tontonan (tentu saja ini juga akibat berkurangnya jumlah pengunjung yang datang melihat atraksi).

Tilikum, yang saat ini berusia 36 tahun, baru saja diberitakan meninggal akibat sakit yang sudah dideritanya bertahun-tahun. Hiks. Ternyata sampai akhir hidupnya pun ia nggak sempat merasakan kembali seperti apa rasanya kebebasan. Jadi, kalau suatu waktu kamu menemukan info tentang acara atraksi hewan, bayangkan dulu betapa menderitanya Tilikum (dan bayangkan kalau Tilikum itu kamu) sebelum mendaftar untuk menonton. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga dan nggak ada lagi Tilikum selanjutnya.

 

Gambar: sheamazing.net
Featured image: wikipedia.com

About author

No comments

Paperstuff

Kalau seniman AJ Fosik membuat sculpture dari bahan dasar kayu, lain lagi dengan Bartek Elsner. Art Director terkemuka asal Jerman ini membuat berbagai sculpture dari ...