Art

Penembakan di Charlie Hebdo, Paris

0

Rabu, 7 Januari 2015 kemarin, sebuah penembakan tragis terjadi di kantor majalah satir, Charlie Hebdo, Paris. Dalam tragedi yang dianggap sebagai serangan paling mematikan di Perancis sejak tahun 1961 ini, dua belas orang ditembak mati oleh tiga orang bersenjata yang mengaku sebagai ekstrimis dan militan Islam, yang nggak senang dengan konten majalah Charlie Hebdo yang sering menghina agama.

Polisi Perancis mengidentifikasi korban meninggal di antaranya adalah Stephane Charbonnier, editor Charlie Hebdo, dan empat orang kartunis terkenal mereka, Cabu, Tignous, dan Wolinski, serta kontributor sekaligus ekonom ternama Prancis, Bernard Maris. Penembakan brutal ini terjadi di tengah-tengah rapat editorial Charlie Hebdo.

Charlie Hebdo adalah surat kabar mingguan asal Perancis yang memuat kartun, laporan, polemik, dan humor secara satir. Publikasi ini mendefinisikan diri mereka sebagai media anti rasisme dan merupakan media sayap kiri. Mereka menerbitkan artikel-artikel yang mengkritik sayap kanan ekstrim, fanatisme agama, politik, dan budaya.

Majalah ini mulai terbit sejak tahun 1970, pernah berhenti beroperasi di tahun 1981, namun kembali lagi ke tengah-tengah masyarakat di tahun 1992. Karena isinya yang kontroversial, di tahun 2011 majalah ini juga pernah menjadi sasaran terorisme berupa serangan bom dan editor majalah ini, Stephane Charbonnier sering kali menerima ancaman pembunuhan.

Tindakan sadis yang oleh Presiden Prancis, Francois Hollande disebut sebagai tindakan barbar ini memicu aksi solidaritas dari masyarakat, terutama dari berbagai kartunis dan ilustrator dari seluruh penjuru dunia. Berikut beberapa karya mereka.

Lucille Clerc

Sebuah ilustrasi karya Lucille Clerc menjadi mendunia setelah ditampilkan di instagram Banksy, meskipun akun ini belum dapat dicek kredibilitasnya. Ilustrasi yang menggambarkan pensil pensil patah ini memiliki makna bahwa jika satu pensil dipatahkan akan lebih banyak pensil-pensil lain yang akan hidup menggantikannya. Dalam akun twitternya, Lucille Clerc berkata “break one, thousand will rise”.

Ilustrasi karya Lucille Clerc (sumber: independent.co.uk)

The Independent

Surat kabar The Independent asal Inggris juga menjadikan ilustrasi mengenai penembakan di Charlie Hebdo ini sebagai sampul depan edisi surat kabarnya di tanggal 8 Januari 2015, sehari setelah tragedi ini terjadi. Dalam ilustrasinya ini, sebuah tangan menggenggam pena muncul dari sampul depan majalah Charlie Hebdo dan menjulurkan jari tengahnya, meskipun darah telah bergelimpangan di sekitarnya.

Sampul depan koran The Independent (sumber: hyperallergic.com)

David Pope

Dalam karya tribute-nya, kartunis David Pope menggambar seorang teroris yang baru menembak mati korbannya dan berkata “he drew first”, menyindir sikap para pelaku yang menjadikan gambar-gambar kontroversial para korban yang ‘menyerang’ mereka menjadi alasan pembenaran sikap sadis penembakan yang mereka lakukan.
Ilustrasi karya David Pope (sumber: english.rfi.fr)

Peristiwa penembakan ini memang merupakan pukulan keras bagi kebebasan berbicara yang seharusnya nggak boleh dibungkam. Tapi, Charlie Hebdo yang kontroversial ini pun selama ini juga menuai kritik keras dari beberapa pihak, karena meskipun mereka menyebut dirinya berada di sisi netral dan anti rasisme, konon humor-humor yang mereka keluarkan terkesan memojokkan pihak tertentu.

Kejadian tragis ini dapat memberi kita pelajaran bahwa kejadian nggak bertanggung jawab ini memang nggak seharusnya terjadi. Nggak ada seorang pun yang berhak merenggang nyawa hanya akibat kartun dan ilustrasi yang dibuatnya. Namun di sisi lain, kita juga perlu mengevaluasi definisi freedom of speech yang selama ini kita pahami. Apakah bijak jika kita menggunakan kebebasan berbicara dan berekspresi kita, namun kebebasan tersebut mengusik dan menyakiti orang lain?

No comments

[PAMERAN] Utarakan Jakarta

Jakarta Tenggelam!?!?!? Ayo datang dan saksikan pameran dari Utarakan Jakarta, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan Jakarta dari banjir dan tenggelam 25 November ...