Art

Menyebarkan Cerita Dongeng Lokal melalui Layang-layang

0

Bercerita itu bisa menggunakan media apa saja. Entah itu menggunakan secarik kertas, buku, smartphonetabletlaptop, dan…. layangan! Mungkin selama ini kamu taunya layangan itu ya buat diterbangkan dan berisi ilustrasi atau bentuk warna-warni yang menarik. Siapa sangka kalau layangan juga bisa digunakan untuk storytelling? 

Semenjak tahun 2006, sebuah LSM Brazil yang bernama Instituto Pró-livro mendedikasikan diri mereka untuk meningkatkan kemampuan membaca di Brazil. Negara ini, terutama di antara anak-anak dari keluarga nggak mampu, memiliki tingkat kecakapan dan kebiasaan membaca yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan rata-rata negara-negara industri maupun negara berkembang.

Pró-livro sadar kalau anak-anak lebih responsif saat belajar dalam cara yang menyenangkan. Jadi, kemudian mereka memutuskan untuk menggunakan permainan lokal yang menjadi favorit anak-anak, yaitu bermain layang-layang.

Setelah mengumpulkan puluhan cerita dan ilustrasi dari berbagai penulis terkenal Brazil seperti Ziraldo, Pedro Bandeira, Ana Maria Machado dan banyak lagi, sepasukan 500 layang-layang diserahkan kepada perkampungan Santa Marta di Rio De Janeiro. “Kisah-Kisah Di Angkasa”, demikian nama programnya, terbukti sukses, dan ratusan layang-layang tersebut terlihat beterbangan, menukik, dan menandak, memenuhi langit biru.

Layang-layang tersebut terlihat sangat indah saat sedang menari-nari di langit, tapi juga memiliki fungsi yang bagus banget ketika lagi nggak diterbangkan. Anak-anak yang mungkin baru saja mau menerbangkan layang-layang bisa saling berbagi cerita dulu dengan temannya lewat kisah yang tertulis di atasnya. Bahkan, ketika layang-layang tersebut jatuh dan tersasar ke tempat orang nggak dikenal, ia juga tetap bisa menjadi cerita bagi siapapun yang menemukannya.

Seru banget ya? Anak-anak nggak cuma belajar untuk membaca, tapi juga belajar untuk bercerita kepada teman-temannya!

Layang-layang memenuhi langit perkampungan Santa Marta di Rio De Janeiro

Seorang anak tengah bersiap untuk menerbangkan layangannya

Seorang anak sedang membacakan cerita kepada temannya

Sebuah layangan kreasi Silvia Orthof

Layangan dengan cerita oleh Benedito Ruy Barbosa 

Desain layangan, dengan cerita oleh Claudio Fragata di dalamnya

7 studio gambar telah menyumbangkan karya mereka untuk program ini

Proyek ini bermula untuk memperingati Hari Buku Internasional

Sebuah layangan dengan dongeng karya Ziraldo

Ada 11 ilustrasi yang khusus dibuat untuk acara ini

Saat layangannya mengudara, anak-anak di bawah bisa membaca cerita yang ada padanya

Puisi oleh Roseana Murray 

Sumber gambar: designboom.com

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

No comments

[KACF 2015] DIVERSE Exhibition: Do A Store

DO jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah “melakukan sesuatu”, sementara STORE memiliki arti “toko”. Do A Store bila digabungkan akan memiliki arti “membuat sebuah ...