Art

Mengapa Kopi Membahagiakan?

0

coffee-beauty

Kopi membuat seseorang lebih bahagia (sumber gambar: daclacudlee.wordpress.com)

Ingat bagaimana rasanya dulu saat kamu pertama kali menyesap kopi hitam? Kamu mungkin saat itu mengatakan “kapok”. Nggak hanya terlalu pahit, tapi juga terlalu pahit, atau malah… terlalu panas? Nggak hanya itu, setelahnya pun mungkin kamu jadi susah tidur. Tapi kemudian kamu ketagihan, karena setiap cangkir kopi yang kamu hirup memberikan janji bahwa harimu akan menjadi lebih baik, dan tanpa sadar… kamu jadi merasa lebih bahagia. Nggak heran akhirnya kita menjadi pencinta kopi. Kita ketagihan kopi.

Tapi apa sih sebenarnya yang ada dalam secangkir kopi yang bisa membuat kita merasa bahagia? Tentunya bukan rasa panas, pahit, atau manisnya – tapi kopi mengandung zat yang disebut “dopamin” dan zat inilah yang menyebabkan efek euforia, perasaan yang menyenangkan yang selalu kita rasakan setiap hari, saat kita menikmati secangkir kopi.

Ini rahasia umum yang boleh kamu bocorkan kepada siapa pun. Dopamin yang terkandung di dalam kopi itu juga terkandung di dalam kokain, amfetamin, dan ekstasi. Bedanya, kopi itu legal, dan yang lain tidak. Jadi, untuk apa menjadi pengguna narkoba kalau kamu masih bisa menyesap kopi kapan pun kamu mau?

Nggak dapat dipungkiri, manusia itu butuh rangsangan, butuh rasa ketagihan. Orang yang terbiasa minum kopi setiap hari rasanya pasti “ingin mati” kalau nggak mendapatkan kopi barang sehari. Karena kopi itu perangsang yang membuat kita menjadi lebih semangat untuk bekerja, dan untuk menjadi lebih bahagia.

Kopi membuat kita merasa lebih baik karena kopi dapat menyentuh setiap sistem dalam otak kita. Banyak yang mengatakan bahwa perasaan mereka segera membaik setelah minum kopi, dan anehnya hal ini nggak mereka rasakan setelah minum segelas soda, misalnya – padahal keduanya sama-sama mengandung kafein. Sekelompok periset dari Jerman menemukan bahwa para relawan yang ikut dalam uji coba mereka dengan meminum 2-3 cangkir kopi sehari lebih banyak mengatakan kata-kata yang positif ketimbang dengan mereka yang tidak.

Lars Kuchinke, seorang psikolog dari Ruhr University di Jerman juga mengadakan riset serupa. Sejumlah 66 orang relawan diberikan 200 miligram kafein 30 menit sebelum mereka menjalankan sebuah tes. Sementara yang lainnya diberikan pil yang mengandung laktosa. Hasilnya, yang meminum kafein lebih dapat mengenali kata-kata positif. Profesor Kuchinke berkesimpulan hal ini  terjadi karena kafein merangsang sebagian besar otak manusia yang terhubung dengan hal-hal positif – yaitu dengan cara menaikkan aktivitas dopamin yang berhubungan dengan perasaan berharga, kreaitivitas, dan juga rasa ketagihan.

Jadi para pencinta kopi: Selamat! Karena kita termasuk dalam golongan orang-orang yang paling berbahagia dan paling positif di muka bumi!

No comments

Psikosinema Festival 5

PSIKOSINEMA FESTIVAL merupakan suatu rancangan kegiatan non profit yang berfokus pada bidang perfilman, khususnya yang berkaitan dengan ilmu psikologi. Kegiatan ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa ...