Art

Melukis Dengan Darah

1

Sehabis berhasil membuat suatu mahakarya, biasanya kita akan bilang, “Saya bersimbah darah, keringat, dan air mata sewaktu membuat karya ini!” *okeagaklebay* Tapi intinya adalah Kopling mau ngenalin kalian ke seorang seniman yang secara harafiah benar-benar menggunakan darahnya untuk melukis. Kenalin nih, namanya Vincent Castiglia.

Vincent Castiglia adalah seorang seniman asal New York berusia tiga puluh tahun yang telah melukis dengan darahnya sejak 10 tahun yang lalu. Perkenalannya dengan darah sebagai cat dipicu dari keinginannya untuk ‘terhubung dengan karyanya di tingkat yang paling intim’ sekitar 10 tahun yang lalu. Setelah menghasilkan karya yang mengandung darahnya, Castiglia merasa bahwa setiap karyanya adalah bagian dari dirinya dan pembatas antara dirinya sebagai seniman dan karya seni benar-benar tidak ada. Sejak itu, ia tidak pernah melewatkan darah sebagai salah satu media untuk berkarya.

Proses pengerjaan karyanya dimulai dari menggambar sketsa menggunakan grafit atau bolpen sebelum akhirnya dia mengekstrak darahnya di studio dan menyelesaikan karyanya hingga menjadi berwarna merah darah. Menurut Castiglia, oksida besi di darah manusia adalah pigmen yang umum ditemukan pada cat dan juga karat dan bijih besi. Konon kabarnya, Castiglia telah menghabiskan sekitar 12 liter darah miliknya sendiri selama dia berkarya! Wow!

Lukisan-lukisan Castiglia berwarna monokromatik dan selalu menggambarkan kehidupan dan kondisi manusia seperti kelahiran dan kematian, mencintai dan kehilangan, seks, trauma, luka, kebahagiaan, dan kehampaan. Seluruh karyanya terinspirasi dari pengalaman pribadi, namun pada akhirnya juga menjadi pengalaman yang pernah dialami oleh banyak orang.

Pameran pertama Castiglia diadakan tahun 2008 dengan tema “Remedy for The Living”. Nah, sewaktu menyiapkan pameran ini, paru-parunya sempat rusak karena kehilangan banyak darah. Nampaknya ia lupa berapa banyak darah yang ia keluarkan waktu itu. Bahaya banget yah. Tapi nampaknya ia sudah belajar banyak, karena pameran terakhirnya di tahun 2012 yang diadakan di Sacred Gallery di New York dengan judul “Resurrection” berjalan lancar dan menuai banyak pujian. Berikut adalah beberapa karya Castiglia yang pernah dipamerkan.

Keren dan sangat ‘gelap’ yah karyanya. Di video ini, Castiglia menjelaskan kenapa ia menggunakan darah sebagai salah satu media untuk melukis.

Selama 10 tahun Castiglia berkarya dengan darah, ia juga cukup mendapat banyak cercaan. Banyak yang menganggap media darah yang ia pakai hanyalah alat untuk mencari sensasi, dan bahkan ada yang nggak percaya kalau ia menggunakan darah sendiri tapi malah menggunakan darah babi. Terlepas dari media yang ia gunakan, konsep setiap karyanya yang kuat membuat Castiglia bisa tetap berkarya dan semakin banyak menuai pujian. Jadi, jangan pernah putus asa!

Foto diambil dari: Surrealism.now

About author

1 comment

  1. Farr 17 October, 2012 at 06:48 Reply

    Sekedar info, akhir minggu lalu, di Bandung, tepatnya di Yayasan Pusat Kebudayaan, saya bertemu dengan seniman Indonesia yang juga menggunakan darah untuk melukis. Nama panggilan beliau Abbah. Lukisannya tidak sedetail Mr. Castiglia. Lukisan beliau cukup abstrak dan kebanyakan tentang bencana dan sosok tertentu. Selain darah, beliau juga menggunakan pewarna2 alami yang langsung didapat dari alam.

Post a new comment

Mengapa Aroma Kopi Sangat Menggoda?

Nggak semua orang suka minum kopi, tapi aroma kopi mampu menggoda hampir setiap orang. Tapi ternyata para periset baru-baru ini menemukan bahwa genom dalam setiap ...