Art

Kisah di Balik Kartu Tarot Yang Terkenal Itu

0

Kartu-Tarot

Para pembaca kartu tarot pasti sudah tahu bahwa salah satu deck yang paling terkenal adalah Rider-Waite-Smith Tarot. Yah, enggak pembaca kartu tarot doang sih, kamu yang suka banget diramal juga pasti sudah sangat familiar dengan desain kartu di atas. Kartu ini dilukis dengan indahnya oleh Pamela Colman Smith atas komisi dari Arthur Edward Waite, yang lalu diterbitkan oleh Rider Company. Jadi gabungan nama ketiganyalah yang akhirnya digunakan sebagai nama dari deck tarot yang paling banyak dicari, dibeli, dan dipakai orang hingga hari ini.

Pamela Colman Smith, atau lengkapnya Corinne Pamela Colman Smith, adalah seorang seniman dan ilustrator yang lahir di Pimlico, Middlesex, Inggris pada tahun 1878, dan tutup usia pada usia 73 tahun pada tahun 1951. Dirinya adalah putri tunggal dari seorang pedagang Amerika yang berasal dari Brooklyn, Charles Edward Smith. Ibunya, Corinne (né e Colman) Smith berasal dari Jamaica. Corinne meninggal dunia ketika Pamela masih berusia 10 tahun.

Setelah itu, Pamela pun terpaksa ikut ayahnya berpindah-pindah kota, antara Brooklyn, London dan Kingston. Sering ditinggalkan kerja oleh ayahnya, Pamela akhirnya memilih untuk bekerja sebagai desainer di Lyceum Theater London, yang kemudian akan mempengaruhi gaya berkaryanya.

Di usia 15 tahun, Pamela bergabung kembali dengan ayahnya di Brooklyn, kemudian mendaftarkan diri ke Pratt Institute yang saat itu baru dibuka, dan belajar seni dari seorang pakar Arthur Wesley Dow. Gaya menggambarnya yang dewasa sangat visionaris, penuh simbol, sekaligus romantis. Karena sakit, Pamela terpaksa meninggalkan Pratt Institute pada tahun 1897 tanpa sempat menyandang gelar, dan langsung bekerja menjadi seorang ilustrator.

Pamela kembali ke London pada bulan Juni tahun 1899 dengan ambisi untuk menjadi seniman dan penulis yang terkenal. Mimpi itu pun akhirnya tercapai. Pamela berhasil menulis “Annancy Stories”, sebuah kumpulan cerita rakyat Jamaika tentang tokoh Anansi si laba-laba, dan beberapa buku lainnya.

Land_of_Hearts_Desire

Ilustrasi Pamela untuk puisi Yeasts yang berjudul “The Land of Hearts Desire” yang masuk dalam buku The Illustrated Verses of William Butler Yeats

Widdicombe-Fair

Widdicombe Fair (1899)

Keberhasilan itu yang membuka banyak pintu, seperti kesempatan untuk membuat ilustrasi buku-buku puisi William Butler Yeats yang kemudian juga mempengaruhi karirnya sebagai seniman. Yeats yang memperkenalkan Pamela ke sebuah organisasi rahasia Hermetic Order of the Golden Dawn. Di sanalah Pamela berteman dengan Arthur Edward Waite, yang kemudian menciptakan kelompok sendiri yang bernama the Holy Order of the Golden Dawn.

Pada saat itu Waite sedang dalam proses membuat seri kartu tarot yang baru. Melihat kemampuan dan originalitas Pamela, Waite kemudian memintanya untuk membuat desain deck tarot baru yang sedap dipandang mata. Deck tarot ini dikerjakan Pamela kurang lebih dalam waktu 7 bulan, padahal dalam satu set kartu tarot ada 78 kartu. Kebayang kan ngejar deadlinenya seperti apa? Ini mungkin terjadi berkat bantuan dari hasil riset lengkap oleh pakar tarot dari Jepang, Koretaka Eguchi.

Sebenarnya Pamela bisa saja lebih santai dalam ngerjain proyek yang bisa dibilang proyek terbesar yang pernah dia lakukan. Namun karena sibuk mempersiapkan pameran solonya yang diadakan di “Little Galleries of the Photo-Secession” yang dimiliki oleh Alfred Stieglitz, proyek itu jadi agak sedikit terbengkalai.

pamela-smith-&-Arthur-Edward-Waite

Pamela Colman Smith (kiri) & Arthur Edward Waite (kanan)

Tidak begitu banyak informasi tersedia mengenai sisa 35 tahun hidup Pamela. Pamela Colman Smith meninggal pada tahun 1951 di Bude, Cornwall. Seluruh karyanya dilelang untuk membayar hutang-hutangnya. Bahkan, tempat pemakamannya pun tidak diketahui hingga sekarang.

Ironis memang ya. Seharusnya, Pamela bisa mengetahui nasibnya dari kartu tarot. Mungkin memang dirinya nggak pernah minta dibacakan kartu oleh Waite, atau memang sudah jalan hidupnya? Entahlah. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah hidup Pamela Colman Smith. Mulai dari ambisinya, pengaruh networking dalam karir seninya, Simbolisme, Arts & Crafts Movement, Synesthesia, hingga permasalahan hak cipta dari ilustrasi untuk desain kartu tarotnya. Hmm, mungkin kita perlu bahas lewat beberapa artikel terpisah yah. Untuk sementara sekian dulu. Tertarik untuk dibaca nasibnya pakai kartu tarot bikinan Pamela?

 

No comments

Keindahan Jejak Kaki Bangsa Serangga

Yang punya binatang peliharaan pasti tau bahwa binatang juga bisa mimpi kayak manusia, dan kita juga tau dari sirkus bahwa binatang bisa melakukan apa aja ...