Art

Hysterical Literature: Orgasme dari Membaca

0

hysterical-literature-orgasme-dari-membaca

Sebuah karya unik dan kontroversial dari seniman Clayton Cubitt yang diberi judul “Hysterical Literature” dipamerkan di “Bibliotechaphilia” di Mass of MoCA bulan ini. Seperti yang dapat dilihat dari video-video di bawah ini, beberapa wanita ditampilkan sedang duduk di sebuah bangku, membaca buku pilihan mereka dengan suara lantang, kemudian secara perlahan mulai bernafas dengan cepat, mendesah, terengah-engah, bergetar, cekikikan, dan mengerang mencapai puncak orgasme mereka.

Reaksi fisik ini sekilas tampak seperti respon dari buku yang mereka baca, namun sebenarnya sebuah alat vibrator telah diletakkan di bawah meja, menjadi ‘pembantu’ yang nggak terlihat di dalam frame.

Pertanyaan yang diajukan dan ingin dijawab oleh Cubitt dalam karya seninya ini adalah: Apa yang membuat masyarakat lebih reaktif, apakah sesuatu yang mereka lihat? Atau sesuatu yang mereka bayangkan?

Karya unik yang mungkin dianggap cukup vulgar oleh sebagian kalangan ini ingin mengeksplorasi tema-tema dan isu sosial seperti feminisme, seksualitas, hysteria, dan keotentikan. Potret bergerak yang diambil dalam tone hitam putih ini dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, baik sebagai seni murni, viral click-bait, literary ode, bahkan sebagai pornografi.

Bagi para wanita yang terlibat di dalam proyek ini, sesi ini dapat dijadikan sebagai kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan seksualitas mereka dengan bangga dan tetap dapat mempertahankan power mereka, tanpa didampingi oleh pasangan pria. Karya ini disebut oleh sebagian orang sebagai bentuk aksi egoisme yang revolusioner, melambangkan teriakan pembetontakan, serta panggilan berdialog bagi masyarakat untuk bersama-sama mengevaluasi pemahaman mereka.

Seri “Hysterical Literature” mencoba menangkap “hysteria” wanita di era Victoria serta mengasosiasikannya dengan “religious ecstasy” di abad pertengahan. Film ini dianggap berhasil menstimulasi penontonnya, baik secara intelektual maupun secara seksual. Karya ini juga mencoba menghubungkan kembali antara membaca dan masturbasi, sesuatu yang dulu pernah sangat erat kaitannya.

Cubitt juga ingin menggelitik pendapat umum bahwa pikiran kita dianggap lebih ‘baik’ dan lebih merepresentasikan ‘diri’ kita dibandingkan dengan tubuh kita. Nggak cuma itu, dengan karya uniknya ini, Cubitt juga ingin menunjukkan bahwa masyarakat memandang kegiatan membaca nauh lebih mulia dibandingkan dengan kegiatan seksual. Tapi apakah benar seperti itu?

Menurut beberapa teman Kopling, sebenarnya kepuasan yang didapat dari membaca buku berkualitas rasanya serupa seperti orgasme, di mana konsentrasi terpusat penuh kepada buku yang sedang dibaca hingga mencapai puncak imajinasi, dan akhirnya merasakan kepuasan tersendiri ketika mencapai lembar terakhir buku tersebut.

Sebuah karya seni nyeleneh yang sangat unik dengan bahasan isu sosial yang begitu dalam ya. Kalau kamu sendiri, buku apa yang paling memuaskan imajinasimu? Share yuk di comment box di bawah, atau mention Kopling di @KopiKeliling!

Websiteclaytoncubitt.com/hysterical-literature

About author

No comments

Kopi = Inspirasi

Kami di Kopi Keliling, percaya bahwa secangkir kopi yang lezat, dapat mengilhami kreativitas seseorang. Ingin buktinya? Coba baca cerita tentang seorang bernama Ben Blake di bawah ini. Pada ...