Art

Batavia di Mata Johannes Rach

0

Jakarta ulang tahun lagi. Dan tetap nggak bisa dipungkiri, proses kelahiran Jakarta itu  dipengaruhi oleh Belanda yang ketika itu berkuasa. Jangan dipikir buruknya dulu, karena nggak semua orang Belanda pada masa itu adalah penjahat. Ada juga yang baik, seperti Johannes Rach, misalnya.

Pelukis berwarga negara Belanda ini aslinya adalah orang Denmark, dan dia paling sering melukis pemandangan di Indonesia – khususnya Jakarta, atau Batavia ketika itu. Anak pemilik losmen ini pindah ke Belanda pada tahun 1750 dan bekerja sebagai pelukis di Haarlem. Karena ketidakpuasannya dengan pekerjaannya di Belanda, pada tahun 1762 Rach menjadi prajurit penembak di bawah VOC.

Johannes_Rach_de_klerk

Rumah Jenderal De Klerk

Karirnya berubah di Batavia, begitu pun dengan bakatnya yang semakin cemerlang. Banyak kaum elit yang memesan gambar pada Rach. Rach hanya membuat lukisan basah di Batavia, yaitu lukisan yang dibuat di atas kertas berkualitas dari Belanda dengan kuas, tinta Cina, dan air. Rach terbiasa melukis tanpa sketsa, dan dia memang memiliki bakat khusus untuk menggambarkan arsitektur pada waktu subuh dengan cahaya tropis di Batavia.

Johannes Rach menutup usia di Batavia pada tahun 1783 di rumahnya di Roea Malaka atau yang sekarang kita kenal dengan Jalan Roa Malaka di wilayah barat kota kita tercinta ini. Rach kemudian dimakamkan di Gereja Belanda yang sekarang kita kenal dengan nama Taman Fatahillah.

Johannes_Rach_jakarta_bay

Teluk Jakarta

Batavia_-_Townhall_1770

Kota Batavia

Rach bukan hanya pandai melukis, tapi juga pandai berdagang. Dengan memanfaatkan posisinya yang terpandang di masyarakat, dia berhasil menjual banyak lukisannya dan dia mempunyai prosedur standar penjiplakan lukisannya dengan cara membedakan setiap lukisannya sesuai dengan selera pembeli lukisannya dengan tambahan warna dan gambar.

Saat ini, ada 202 lukisan yang diperkirakan karya Johannes Rach yang disimpan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan sebagian lagi bisa kita lihat di Museum Fatahillah. Sementara di Amsterdam ada 32 lukisan Rach yang tersimpan di sana dalam bentuk kopi, dan sebagian lagi berada di Rotterdam da Den Haag. Jadi ada sekitar 270 lukisan Rach yang diketahui keberadaannya, dan sisanya entah ke mana.

Di awal Abad 20, banyak lukisan karya Rach yang menarik perhatian dan terpajang dalam rangka hari jadi Kota Batavia ke-300 dan direproduksi oleh berbagai media cetak.

Johannes Rach memang bukan seorang pahlawan yang membela Indonesia, atau Jakarta, tapi setidaknya dengan karya-karyanya, kita jadi dapat melihat bagaimana keadaan Jakarta di tempo doeloe.

 

Selamat ulang tahun, Jakarta!

Sumber gambar: Wikipedia

No comments