Vol.6 Artworks pt.1

0

Berikut foto karya-karya seniman Kopi Keliling Volume 6 (buat yang belum sempat lihat) dan juga konsep di baliknya. Enjoy

Astrid Prasetianti | Azis Wicaksono | Dewiyanti Yusup | Elfandiary | Galih Pratama | Rega Ayundya Putri

 

“Coffeetopia” – Astrid Prasetianti

Acrylic on Paper, 42 x 55 cm.

Coffeetopia, berasal dari kata coffee dan utopia. Tema yang diangkat melalui karya ini adalah adanya kesenjangan antara situasi saat ini, yaitu munculnya tren “minum kopi” yang menyebabkan banyak bertebaran coffee shop baru dan ramai dikunjungi masyarakat, dengan kesejahteraan para petani kopi yang masih rendah dan kurang diperhatikan. Kebiasaan kita minum kopi di kafe-kafe yang tidak selaras dengan kesejahteraan para petani kopi itu sendiri yang telah bekerja keras menghasilkan kopi yang kita minum. Situasi ideal namun tidak mungkin terjadi, atau utopis.

 

“A Cup of Coffee” – Azis Wicaksono

Pencil on paper, 21.6 cm X 28.6 cm.

Seorang pakar kopi pernah mengatakan bahwa sebagian orang memilih untuk menenteng sebuah cangkir kopi dengan merek ternama, meskipun kopinya berasal dari negeri ini namun bukan kualitas yang terbaik. Ketika diberikan kopi dengan kualitas terbaik, mereka cenderung tidak suka karena tidak ada label tertentu yang melekat dengannya. Inilah yang disebut dengan gaya hidup. Ada orang yang bisa membedakan mana kopi berkualitas baik dan tidak. Namun, ada juga orang yang menginginkan kopi hanya sebagai teman lembur atau teman nongkrong tanpa memperhatikan kualitas kopi. Yang penting bagi mereka adalah ngopi yang enak itu nongkrong di coffee shop. Bisa dibilang, kopi yang diminum di coffee shop dan kopi giling yang dijual di warung-warung itu sama, namun ada sedikit perbedaan rasa karena cara penyajian kopi yang disajikan di coffee shop lebih beragam.

 

“Wake the Dream 1” – Dewiyanti Yusup

Ink on paper, 80 cm x 40 cm.

Bangun! Jadikanlah mimpi-mimpimu kenyataan. Mulailah dengan secangkir kopi hangat.

 

“The Stage” – Elfandiary

Chinese ink on paper.

Penokohan dalam sistem, tradisi, dan pencitraan.

 

“Coffee Time”, “Share Love”, “Share Togetherness” – Galih Pratama

(Kiri): “Coffee Time”, water color, pencil, on paper.
Waktunya ngopi bersama kawan, berbagi senyum dalam naungan malam dan berbagi cerita seputar pembuatan kopi.

(Kanan atas): “Share Love”, water color on paper, 26 x 35 cm.
Bukan hanya laki-laki saja yang suka ngopi, tapi juga perempuan. Pertemuan dan obrolan lawan jenis di warung kopi senantiasa hangat dan mendekatkan. Dua hati dalam secangkir kopi.
Media : cat air pada kertas

(Kanan bawah): “Share Togetherness”, water color on paper, 29 x 32,5 cm.
Setelah seharian bekerja, berkarya, dan kuliah, mari intermezzo sejenak dengan ngopi bersama kawan dalam rengkuhan dingin pegunungan, supaya relax dan muncul ledakan kreatif dalam otak kita….

 

“The Perfect Drug” – Rega Ayundya Putri

Fibreglass on Digital Collage, 17 x 17 x 20 cm

Biasa didapatkan dari biji kopi, kafein tercatat sebagai satu-satunya ‘drug’ (di sini memiliki pengertian: zat atau senyawa yang memiliki efek pada tubuh manusia) yang dapat dihadirkan dan dikonsumsi secara alami oleh manusia. Kafein mengandung zat stimulan yang berpengaruh terhadap susunan saraf manusia, memberikannya kemampuan untuk menangkal kantuk dan meningkatkan rasa waspada. Karya “The Perfect Drug” membicarakan bagaimana ketergantungan manusia terhadap zat di luar tubuhnya, untuk menjadikan kondisi dirinya lebih baik dari apa yang tengah dia rasakan.

About author

No comments

Kopi Anti Peluru: Yes or No?

Kamu tahu tentang kopi campur mentega? Iya, mentega. Tren baru untuk menikmati kopi. Sebelumnya, kopling sudah pernah membahas mengenai kopi campur mentega itu. Kopi yang ...