Tips Menjual Karya Secara Online

0

diffuseart_gratuit_en

Dengan berkembangnya teknologi, orang kini lebih mudah menjajakan dagangannya, termasuk karya seni yang dibuatnya. Bukan hanya caranya, tapi juga siapa pembelinya dan mengapa ada yang membeli.

Harus diakui, bahwa persaingan sekarang semakin ketat. Pelukis, penulis, sudah semakin banyak. Dan tentunya orang yang dikenal di media sosial akan lebih mudah menawarkan dagangannya ketimbang mereka yang buta teknologi, meskipun pada akhirnya karyalah yang berbicara. Seniman yang karyanya benar-benar bagus dan nggak cuma kuat di promosi akan mendapatkan “pelanggan” tetap, tapi anyway, untuk langkah awal, dikenal di media sosial sudah tentu lumayan penting di era komunikasi cepat semacam sekarang.

Kalau kamu seorang seniman yang ingin berjualan secara online, ada hal-hal lain yang harus kamu perhatikan, selain menambah jumlah followers di media sosial, seperti Twitter atau Instagram:

Situs Pribadi

Bagaimana pun mempunyai situs pribadi itu penting, kalau kamu seorang pelukis. Media sosial nggak akan bisa menggantikan ini. Pendekatan secara pribadi, bagaimanapun, lebih efektif dibanding pendekatan secara massal. Sama halnya, kalau kamu pedekate dengan beberapa orang sekaligus tentu kamu nggak akan sefokus dibanding kalau kamu pedekate dengan satu orang saja, kan?

Kegiatan Offline

Selain itu, kamu juga harus memikirkan cara promosi secara offline dan nggak hanya mengandalkan internet dan media sosial. Hal ini penting untuk mendukung penjualan online kamu. Mungkin kamu bisa mengadakan pameran kecil, atau kalau kamu seorang penulis, kamu bisa mengadakan lauching. Toh tidak semua orang aktif di media sosial kan? Nah, mereka-mereka ini juga harus dijangkau, dan diperkenalkan kepada kita dan karya-karya kita.

Promosi dan pameran offline ini lebih penting lagi kalau kamu seorang pelukis. Lukisan itu harganya nggak ada yang murah, dan mereka yang membeli lukisan harus melihat barangnya dulu sebelum memutuskan untuk membeli. Kalau kamu nggak punya dana untuk mengadakan pameran di mal, misalnya, kamu bisa mengadakan pameran kecil di studiomu sendiri, misalnya.

Selain itu, buatlah kartu nama, postcard, flyers atau apapun dan cantumkan alamat situs pribadimu di situ.

Bergabung

Carilah beberapa teman sesama seniman dan ajak mereka bergabung. Mungkin kamu bisa membuat komunitas baru. Dengan begitu, kalian akan sama-sama mempromosikan karya masing-masing dan tentunya hal ini akan menarik lebih banyak lagi calon pembeli untuk datang. Penting untuk diingat, jangan pernah menjelek-jelekkan karya orang lain, terutama sesama seniman. Apalagi kalau nggak ada yang minta pendapat kamu. Kamu butuh dukungan mereka, lho, meskipun mereka adalah para pesaing kamu.

Promosi

Jangan pernah malu untuk berpromosi. Nasib sebuah karya seni itu ada di tangan senimannya. Selain itu, jangan kecewa dan berkecil hati kalau dalam waktu seminggu, sebulan, penjualanmu belum juga terhitung berhasil. Lakukan promosi terus menerus selama sedikitnya 6 bulan.

Semoga sukses ya!

Sumber gambar: diffuseart.com

No comments

6 Alat Kopi Yang Dapat Menemanimu Bepergian

Agaknya kopi benar-benar menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi saat bepergian. Mengutip pernyataan dari Global Brand Leader dari Le Méridien dan Westin, Brian Povinelli, ...