Seni: Semangat Jaman dan Kemanusiaan

0

Seni-dan-Bumi-Manusia(1)

Seni yang dihasilkan manusia selalu mempunyai makna yang jelas dan merupakan bentuk serapan dari apa yang kita rasakan tentang hal-hal yang ada di sekeliling. Makanya nggak heran kalau kesenian di setiap daerah itu punya ciri khasnya masing-masing. Sudira, seorang penulis sekaligus pengamat seni, pernah bilang kalau seni tradisional Indonesia itu lebih bersifat dekoratif, dinamis, dan simbolik, nggak terlalu gamblang dalam berkomunikasi dan nggak seabstrak seni dari Barat. Dari situlah seni tradisional ini terus berkembang karena ada pengaruh unsur baru dari luar. Seni yang bermacam-macam itu, baik seni rupa, musik, atau sastra, juga memiliki hubungan yang sangat intim, dalam arti saling memberi pengaruh satu sama lain.

Seni, juga nggak selalu indah, tergantung dari pandangan masing-masing orang. Yang jelas, ada dua hal yang bisa dilihat dari seni: yaitu seni sebagai semangat jaman dan seni sebagai kemanusiaan.

Seni dan Semangat Jaman

Kemajuan besar peradaban Buddha di Indonesia pada abad ke-8 Masehi bisa dibilang salah satu fakta yang menunjukkan bahwa seni adalah bagian dari semangat jaman. Waktu itu, Dinasti Syailendra yang lagi jaya-jayanya mendatangkan guru agung agama Buddha dari Cina bernama Hwi Ming untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Nah, Hwi Ming ini ngajarin lagu yang disebut huang-mei-tiau, yang kemudian diambilalih dan dijadiin tangga nada di lagu-lagu Jawa bernama slendro.

flapper-girl

Nggak cuma di Indonesia, musik Jazz juga tadinya milik kaum budak di Eropa yang lama-lama jadi dinikmati banyak orang setelah seorang komponis Amerika George Gershwin menulis komposisi opera dalam tiga babak. Musik Jazz ini sendiri masuk ke Indonesia waktu tahun 1920an, tahun yang disebut-sebut sebagai Jazz Age di Amerika. Era ini juga yang melatarbelakangi novel ternama The Great Gatsby karya F Scott Fitzgerald.

Nah, sejak tahun 1925, Wage Rudolf Supratman sering banget memainkan musik Jass bersama dengan bandnya Black and White untuk mengiringi dansa para perwira Belanda. Dari musik Jazz jugalah Wage terinspirasi menciptakan lagu berbahasa Belanda-Indo “Lekka-lekka, pinda-pinda” yang kemudian diubah menjadi “Indonees, Indonees” dan akhirnya menjadi lagu “Indonesia Raya” atas usul Bung Karno.

Karena Bung Karno jugalah orang Indonesia lebih terbiasa mendengar musik mendayu-dayu seperti keroncong dan irama Melayu. Menurut Bung Karno, musik rock ‘n’ roll dianggap membawa nilai imperialis dan kolonialis. Ia bahkan menyebut musik ini sebagai musik ngak-ngik-ngok. Hehehe…

Dari sini udah keliatan kan kalau perkembangan seni di Indonesia secara nggak langsung terpengaruh oleh perkembangan seni di dunia? Ketika sebuah bangsa mencapai puncak kejayaan, kesenian bisa menjadi tolak ukur terhadap kemajuan bangsa tersebut. Tapi ketika sebuah bangsa sedang tidak menentu, kesenian bisa menjadi indikator semangat jaman bangsa tersebut.

Seni dan Kemanusiaan

Modifikasi-Seni(2)

Sepakat sama Jakop Sumardjo, seorang seniman dan salah satu pelopor kajian filsafat Indonesia, yang bilang bahwa berkesenian juga salah satu cara seseorang untuk mengekspresikan rasa kemanusiaan. Contohnya kekalahan yang dialami tentara Kristen pasca perang salib, misalnya, menghasilkan banyak sajak. Sebagai refleksi kemanusiaan, Sabine Baring-Gould seorang penyair dan novelis asal Inggris memaknai kekalahan sebagai sebuah kebangkitan dalam puisi berjudul Onward Christian Soldiers.

 

Onward, Christian soldiers

Marching as to war

With the cross of Jesus

Going on before

Christ, the royal Master

Leads against the foe

Forward into battle

See, His banners go.

 

Bangsa Portugis banyak membawakan puisi ini ketika mereka datang ke Indonesia. Mereka menyebutnya sebagai moresca. Dalam perkembangannya, syair-syair moresca ini lama-lama berubah jadi syair bertema perdamaian, cinta, dan kasih sayang. Yang jelas, kedua puisi tersebut mempunyai semangat yang sama, yaitu rasa ikhlas, sayang, dan kasih dalam hidup walaupun sesuatu yang diinginkan belum tergapai.

 

Aku menyanyi lagu kroncong asli

Ai, laguku, saying, indung disayang

Ai, aku rindukan, kasih dan sayang

Selayang pandang, wajahmu terbayang

Ai, jauh di mata, dekat di hati

Jiwa berpadu, sehidup semati.

 

Ada banyak alasan yang menjadikan seseorang berkesenian. Semangat jaman dan kemanusiaan, contohnya. Seni dapat digunakan sebagai indikator semangat jaman bangsa ketika berada dalam keadaan yang nggak pasti. Seni juga dapat digunakan untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang, sebuah kekuatan yang bisa membangun dan juga menghancurkan. Begitu juga seni, dia indah dalam ketidakindahan dan tidak indah dalam keindahan.

 

Apa yang menjadi alasanmu untuk berkesenian?

 

Artikel ditulis oleh: @yudhabaskoro | yudhabaskoro.blogspot.com
Artworks: @deka18_ | aneveningalone.blogspot.com

About author

No comments

Kopi dan Kanker Kulit

Penelitian mengenai manfaat kopi bagi kesehatan semakin marak dilakukan oleh para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia. Kopi menjadi objek yang menarik dan terus digali ...