Seni Lukis Kuno Indonesia Udah 3D Lho!

0

Dua tahun yang lalu, di tahun 2011, enam anak muda dari Bandung menemukan sesuatu yang mengejutkan. Awalnya, mereka cuma pengen nyari tau tentang geometri fraktal dalam batik dan candi di Indonesia, dan mereka menemukan “kode-kode matematis” dalam penelitian yang berlangsung selama lima tahun, dengan melibatkan ilmu fisika, matematika, biologi evolusioner, dan ilmu komputer. Mereka menemukan pola kekerabatan bangunan tradisional dan struktur candi di Pulau Jawa. Hasilnya menunjukkan bahwa Candi Borobudur bersifat fraktal. Sementara sebenernya struktur geometri kayak begini baru dikenal sekitar tahun 80-an! Selain itu, mereka juga menemukan bahwa candi-candi di Pulau Jawa dibuat secara algoritmik. Semuanya dibangun pake rumus yang sama, tapi kondisi awal dan aturan pembangunannya beda-beda.

Borobudur_ship

Tanpa sengaja, penelitian ini juga jadi berlanjut ke penelitian lukisan nusantara kuno. Mereka menemukan bahwa batik yang ada sekarang itu sebenarnya hasil interaksi seni dua dimensi kuno nusantara dan tradisi Islam, karena di agama Islam dilarang menggambar manusia dan hewan secara langsung.

lukisan-kuda-kobori1

Orang-orang prasejarah di Indonesia udah mengenal lukisan. Terbukti dengan ditemukannya ratusan lukisan di gua-gua di seluruh Indonesia: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Sumatera Selatan, sampai Bali.

Nggak cuma itu, budaya Indonesia kuno juga udah mengenal seni 3 dimensi yang lahirnya kurang lebih sama dengan waktu lahirnya karya-karya besar dari Michelangelo dan Leonardo da Vinci. Buktinya? Ya relief-relief di candi-candi di Pulau Jawa itu, termasuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Nggak cuma berupa relief, lukisan kuno Indonesia juga dibuat di atas kain, daun lontar, atau kayu. Sayangnya, bahan-bahan ini gampang rapuh, jadi kemungkinan udah susah banget dicarinya.

puri_kerta_gosa_f80_08

iE076392AA_big

Ada sebuah lukisan di atas daun lontar yang berjudul “Smaradahana” dari Kerajaan Buleleng, Bali, dan diperkirakan berasal dari Abad 12 yang sekarang jadi koleksi National Gallery of Australia. Terus juga ada lukisan kuno di atapnya Puri Kertha Gosa di Klungkung Bali yang diperkirakan berasal dari tahun 1700-1720. Selain itu, yang masih bisa ditemukan adalah lukisan “Panji dan Sekar Taji” yang berupa wayang beber dari Desa Gedompol. Lukisan itu sekarang jadi koleksi NYPL Digital Gallery dan diperkirakan dibuat sekitar Abad 17-19.

Jadi, kita boleh bangga bahwa ternyata seni lukis bangsa Indonesia juga dari dulu nggak kalah majunya sama seni lukis di Eropa. Sekali lagi, bedanya kalo lukisan-lukisan antik di Eropa perawatannya lebih baik, sementara di Indonesia kurang terawat jadinya kebanyakan udah musnah…

Sayang banget ya?

 

Sumber foto: zoehrermedia.at dan beberapa sumber lainnya

No comments

Let’s Be Gay and Happy!

Mark Ryden Seniman yang satu ini dikenal memiliki banyak banget fans selebriti Hollywood. Sebut saja Leonardo Dicaprio yang rajin mengoleksi karya-karya seninya, hingga Lady Gaga ...