Senapan jadi Cangkul

0

Pernah dengar nama “Ciudad Juárez“? Bukan, bukan nama artis telenovela, tapi nama sebuah kota di Meksiko, yang kadang disebut juga dengan nama Paso del Norte. Kota berpopulasi 1,5 juta manusia ini adalah salah satu kota yang paling berkembang di dunia, sekaligus dianggap sebagai zona yang paling berbahaya di dunia, meskipun tempat ini bukan daerah perang. Selain itu, kota ini adalah pusat lalu lintas narkoba, dan pada tahun 1993-2003 lebih dari 1.000 perempuan muda terbunuh dan kasusnya sampai sekarang belum terungkap. Pembunuhan di kota ini memang terlalu sering terjadi, sehingga akibatnya tempat ini menjadi pusat demo kekerasan seksual di seluruh Mexico.

Seorang seniman setempat, Pedro Reyes, mengubah bunyi senapan yang terlalu sering terdengar di tempat itu menjadi suara musik. Tidak kurang dari 6,700 senjata diubahnya menjadi alat musik yang benar-benar dapat dimainkan.

Reyes bekerja sama dengan 6 orang musisi lainnya untuk mengubah senapan dalam berbagai bentuk menjadi alat-alat musik, dan proyek itu dia sebut “Imagine“. Iya, judul dan lagu yang dimainkan memang sama dengan lagu ciptaan almarhum John Lennon. Coba deh dengerin dan tonton klip berikut ini:

Proyek sang seniman mendapat perhatian dari pemerintahnya dan juga direkam. Ini nggak lain karena proyek sebelumnya yang juga dijalankan oleh Pedro Reyes. Proyek ini dikasih nama “Palas por Pistolas“. Dalam proyek itu, dia menghancurkan dan melebur 1.527 senjata yang dia kumpulkan dari kota Culiacán, lalu kemudian diubah jadi 1.527 cangkul untuk menanam 1.527 pohon. Menurut Reyes, proyek ini membuktikan bahwa alat yang dipakai untuk menghabisi sebuah kehidupan juga sebenarnya bisa dipakai untuk menghidupi kehidupan.

Dalam project ini, Reyes nggak bekerja sendirian tapi bekerja sama dengan Kebun Raya Culiacán, sebuah kota di barat Mexico. Para seniman-seniman yang terkumpul dan tergerak dalam proyek ini mengadakan instalasi di dalam taman.

Kenapa Culiacán? Karena kota ini terkenal sebagai kota dengan angka kematian tertinggi akibat senapan dan senjata api di Mexico. Jadi langkah pertama untuk menghentikan kekerasa ini adalah dengan membuat warganya sadar bahwa ada hubungan langsung antara kejahatan dan sirkulasi jumlah senjata tajam.

Proyek ini juga didukung oleh sejumlah stasiun televisi yang membuat iklan layanan masyarakat. Mereka mengundang para warga untuk memberikan senapan mereka, dan dalam iklan itu ada adegan seorang ayah yang menemukan senapan di lemari anaknya dan berkata, “Aku nggak mau anakku jadi pembunuh.” Di adegan berikutnya, sang ayah memberikan senjata itu kepada seorang perempuan yang lalu mengucapkan terima kasih.

Sebuah toko yang mempunyai banyak cabang juga mendukung proyek ini dengan memberikan kupon kepada mereka semua yang menyerahkan senjatanya, dan kupon itu dapat ditukarkan dengan kulkas, komputer, microwave, dan lain-lain. Iklan itu berjalan selama sebulan setengah, dan mereka diberi kesempatan untuk menyerahkan senjatanya dalam waktu dua minggu kalau mau menukarkannya dengan kupon-kupon berhadiah itu. Tujuan mereka sebenarnya hanya ingin mengumpulkan senjata-senjata itu sebanyak mungkin tanpa mempertanyakan apa yang pernah mereka lalukan dengan senjata-senjata itu.

Senjata-senjata itu lalu dikumpulkan di sebuah basis militer dan dihancurkan di muka umum dengan alat penggilas. Para remaja yang tergabung dalam wajib militer membantu dengan membuang bagian-bagian yang tidak terbuat dari logam. Sementara logam-logam itu dikirim ke pabrik untuk dijadikan cangkul.

Kekerasan memang nggak harus dilawan dengan kekerasan, dan selalu ada cara untuk menyadarkan orang bahwa kekerasan itu bukan hal yang baik. Usaha Pedro Reyes ini memang patut diacungi jempol ya?

About author

No comments

Kenapa Penulis Suka Ke Coffee Shop?

Pernah kepikiran nggak kenapa beberapa penulis, terutama penulis novel, lebih milih untuk menulis di coffee shop ketimbang di tempat lain? Bukankah kalo menulis dari rumah ...