Loro Blonyo

0

CIMG0298

Kita tentu sering melihat sepasang patung pengantin Jawa, ketika kita berkunjung ke rumah orang-orang yang budaya Jawanya sangat kental. Tapi tahukah kamu nama sepasang patung itu?

loro-blonyo-jogja

Loro-Blonyo

6a00c225204cb8604a00c22526e1af549d

Loro Blonyo, namanya. Patung ini dulunya hanya dapat ditemukan di dalam rumah para bangsawan Jawa, tapi saat ini, dapat ditemui di banyak tempat, juga dikoleksi oleh banyak orang asing. Penempatannya pun sudah nggak harus mengikuti tata cara Jawa, begitu pun pakaiannya. Loro Blonyo masa kini sudah banyak menggunakan busana yang modern, sesuai dengan pesanan.

Awalnya, Loro Blonyo ditempatkan di “sentong” tengah, yang dianggap bagian paling sakral dari sebuah rumah joglo. Di situ juga biasanya orang menyimpan padi. Mengapa? Karena pengantin perempuan yang ada di dalam patung Loro Blonyo itu adalah penggambaran dari Dewi Sri, Sang Dewi Padi sekaligus Dewi Kesuburan. Sementara pengantin pria dalam Loro Blonyo adalah perwujudan dari Raden Sedhana, yang dipercaya sebagai titisan dari Dewa Wisnu, atau Dewa Pemelihara. Kebaikan dari Dewi Sri dan Dewa Wisnu dipercaya dapat menolong pemiliknya untuk hidup lebih sejahtera, dan kehidupan rumah tangga mereka pun akan menjadi lebih tenang dan penuh cinta. Karenanya, beberapa orang juga menempatkan Loro Blonyo ini di kamar tidur mereka. Busana pengantin mereka melambangkan kekayaan, karena biasanya dibuat sangat mewah.

Kayu yang biasanya dipakai untuk membuat Loro Blonyo adalah kayu sengon dan kayu pule, karena kedua kayu ini terbilang lunak dan mudah didapatkan. Pohon kayu ini dapat diperoleh di sekitar Magelang, Pacitan, dan Gunung Kidul, bagi para pengrajin patung asal Yogyakarta. Solo juga mempercayai kesaktian Loro Blonyo, hanya saja Loro Blonyo yang berasal dari Solo menggunakan busana dengan corak yang berbeda.

Loro Blonyo sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung di tahun 1476. Saat itu, memang budaya Hindu sedang gencar-gencarnya diadaptasi oleh budaya Indonesia, termasuk budaya Jawa. Loro Blonyo bukan hanya sekadar “jimat”, tapi juga membawa pesan khusus yang sangat filosofis, bahwa jika manusia mampu menjaga hubungannya dengan manusia lain dan alam sekitarnya, pasti akan dapat mendapat ganjaran yang baik.

1355851267516904

Manten_Kamto_DS

Dalam adaptasinya, Loro Blonyo sudah nggak melulu berbentuk patung. Banyak pelukis sudah membuat lukisan Loro Blonyo ini. Bahkan, Loro Blonyo sudah menjadi souvenir pernikahan beberapa orang yang mempercayai kesaktian pasangan ini, dalam bentuk asbak dan lain sebagainya. Harganya pun sudah nggak ratusan ribu atau jutaan rupiah. Loro Blonyo masa kini bisa didapatkan mulai dari harga puluhan ribu rupiah.

Jadi, saat kamu berlibur ke Solo atau ke Yogya lain kali, mungkin kamu bisa membawa sepasang Loro Blonyo, dan biarkan mereka membawa kebaikan ke dalam rumah kamu. Semoga.

Sumber: Sukamto Dwi Susanto, dan beberapa sumber lainnya

No comments

Tentang Kopi Organik

Apapun kata orang, kita nggak akan mau berhenti minum kopi setiap hari kan? Cuma memang kita harus lebih berhati-hati dalam memilih kopi. Kopi beneran ya, ...