Sir Peter Blake: Godfather-nya Pop Art Inggris

0

album_ccc--ill-chemist-Go-Home-Productions-Voicedude-other-various-MashUppers-Sgt-Peppers-Mid-Life-Crisis

Penggemar The Beatles pasti punya koleksi album band rock legendaris dari Inggris ini “Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band”. Sampul album yang pernah memenangkan Grammy Award ini didesain oleh sepasang seniman pop Inggris: Sir Peter Blake dan Jann Haworth. Digambarkan keempat anggota band tersebut mengenakan kostum sebagai Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band, dan di belakangnya tampak kerumunan orang-orang terkenal yang terbuat dari potongan cardboard. Ada 57 foto dan 9 waxworks yang menggambarkan keberagaman para selebriti, termasuk penulis, musisi, bintang film, juga para guru spiritual anggota band ini. Tadinya John Lennon juga minta Yesus Kristus ada di antara kerumunan orang-orang itu, tapi idenya ditolak. Biaya untuk membuat sampul album tersebut mencapai £3.000 – atau setara dengan £46.104 hari ini!

Salah satu dari perancang sampul album ini, Sir Peter Blake, saat ini masih hidup. Dirinya pernah disebut-sebut sebagai pelopor gerakan British Pop Art dan mendapat julukan “The Godfather of British Pop Art”. Pada tahun 1961 dirinya memenangkan penghargaan Self Portrait with badges.

Mungkin seperti kebanyakan orang tua pada umumnya, awalnya Sir Peter dilarang menjadi pelukis dan diarahkan untuk menjadi desainer grafis demi kestabilan mata pencaharian. Peter kemudian mencoba melamar jurusan grafis di Royal College of Art sambil menyertakan lukisan tentang saudara perempuannya, Shirley Blake, di dalam portofolio. Saking kuatnya foto tersebut, ia malah diterima di sekolah melukis.

Blake,_On_the_Balcony

Karyanya yang dianggap paling penting adalah “On the Balcony”, yang dibuatnya pada tahun 1955 – 1957. Lukisan ini terlihat seperti sebuah kolase, tapi sebenarnya secara keseluruhan adalah lukisan. Selain sampul album The Beatles ke delapan tadi, Blake juga sering membuat sampul album untuk para musisi lain, seperti “Do They Know It’s Christmas” milik Band Aid di tahun 1984.

Band-Aid-1984-Do-They-Know-Its-Christmas

Sir Peter yang saat ini sudah berusia 81 tahun baru saja merampungkan sebuah karya di atas “kanvas” yang lebih besar dan lebar. Mural yang dibuat oleh Sir Peter itu tingginya 400 kaki dan memuat 400 tokoh dari dunia musik, olahraga, sains, sejak tahun 1871 hingga hari ini. Nggak tanggung-tanggung, mural ini dipamerkan di Royal Albert Hall, dan memang balai bergengsi itu sendiri yang meminta Sir Peter untuk menggelar karyanya di sana.

1398788045_bmzjb1vcqaeg8jr

Sir-Peter-Blake-_5_2895816b

Menurut Sir Peter, ini adalah kesempatan yang baik untuk mempromosikan para seniman terbaik dari Inggris, sekaligus untuk menghidupkan kembali tokoh-tokoh dunia yang paling terkenal. Pembukaan pameran ini juga dihadiri oleh Brian May dari Queen, Bill Wyman dari Rolling Stone, dan Noel Gallagher.

screenshot20140429at12.10

Selama enam dekade, Sir Peter telah menghasilkan banyak banget karya yang berhubungan dengan budaya populer, serta keindahan yang ditemukan di keseharian dan lingkungan sekitar. Banyak dari karyanya yang menggunakan media cetak, seperti foto, strip komik atau tulisan yang dikombinasikan dengan pola-pola geometris dan warna-warna cerah. Selain itu, karyanya juga bernuansa sentimental dan nostalgia.

Kalau kita banding-bandingkan semua karya Sir Peter, kita jadi mengerti mengapa dia bisa terus berkarya sampai usia lanjut dan tetap banyak penggemarnya. Dia punya ciri khas yang tidak dimiliki oleh seniman lainnya. Untuk selalu diingat orang, karya kita memang harus mempunyai ciri tersendiri. Nggak apa-apa kalau dibilang anti-mainstream, yang penting nggak selalu ikut arus. Jangan pernah takut dibilang aneh. Kalau nggak berbeda ya nggak ada yang mengingat, bukan?

No comments

The Dictionary of Obscure Sorrow

Terkadang kita sulit mengatakan sesuatu yang kita alami ke dalam satu sebutan khusus. Entah belum ada kosakatanya entah memang kita belum tahu kosakata yang mesti ...