Patung Kertas dari Beijing

0

Hari ini Kopling kepingin ngajak kamu ngoprek-ngoprek kotak mainannya anak-anak di Cina. Kita liat yuk, ada apa aja di dalam kotak mainan mereka!

Mungkin belum banyak orang yang tau kalau layang-layang itu asalnya dari Cina, dan umurnya udah lebih dari 1.000 tahun. Pada jaman pemerintahan Dinasti Tang, beberapa pengrajin membuat layang-layang ini bukan sebagai mainan, tapi untuk kepentingan militer dan komunikasi. Baru kemudian pada jaman pemerintahan Dinasti Song, layangan ini jadi mainan.

Selain itu, juga ada lentera-lentera kertas yang berbentuk bunga. Anak-anak sangat suka dengan “mainan” ini, meskipun tujuan awalnya juga bukan untuk mainan. Makanya di Cina dan di negara-negara yang budaya Cinanya masih kuat, setiap tahun sampai sekarang masih ada Lantern Festival atau festival lentera. Lentera kertas ini juga pertama kali ada di jaman pemerintahan Dinasti Tang saat Yuanxiao Festival.

Jadi, jelas banget ya bahwa masyarakat Cina dari dulu memang sangat akrab dengan kertas dan kertas adalah bahan utama dari “karya-karya seni” mereka. Sampai hari ini pastinya “budaya kertas” ini masih melekat di diri banyak orang Cina, termasuk Li Hongbo.

Li Hongbo bukan seorang editor buku dan seorang desainer biasa, tapi dia adalah seorang seniman yang punya hubungan dan kecintaan yang sangat terhadap kertas. Ya, kertas. Laki-laki kelahiran Siping City tahun 1974 yang saat ini bermukim di Beijing ini bereksperimen dengan kertas sampai menghasilkan sebuah instalasi karya seni yang sangat mengagumkan dari… kertas, tentu saja. Karyanya yang diberi judul “Paper” itu dimulai ketika Hongbo membeli sebuah bola kertas yang bentuknya mirip rumah lebah yang biasa dipakai sebagai dekorasi di festival-festival di Cina dan dia mempelajari bagaimana cara membuatnya.

“Aku baru sadar ternyata meskipun cara membuatnya sangat sederhana, tapi fleksibilitas dalam pembuatan dan bahan kertas yang digunakan itu luar biasa,” kata Hongbo. Dengan bantuan seorang asisten, Hongbo merekatkan 30.000 lembar kertas dengan sangat hati-hati untuk membentuknya seperti sepasang balok besar yang terbuat dari kayu balsa. Lalu ia mengukirnya dengan gergaji listrik untuk membentuk wujud manusia. Ada bagian yang dibiarkan kaku, ada juga yang dibuat mirip seperti akordion. Para pengunjung pamerannya banyak yang hampir tak percaya bahwa karya-karyanya itu terbuat dari kertas, sampai Hongbo sendiri mendemonstrasikan betapa fleksibelnya patung-patung itu. Mereka mengira, patung-patung itu terbuat dari porselen atau gipsum.

Hongbo mengharapkan bahwa para pengunjungnya dibangunkan oleh imajinasinya bahwa kemungkinan penggunaan kertas itu benar-benar tanpa batas. Hongbo melahirkan “Paper” pada tahun 2010, tapi karyanya itu sampai hari ini masih dipamerkan di mana-mana. Salah satunya adalah di Dominik Mersch Gallery di Australia di mana dia mendisplay lusinan patung kertasnya.

Tonton deh video di bawah ini. Siap-siap tercengang!

Li Hongbo – Pure White Paper from Dominik Mersch Gallery on Vimeo.

Luar biasa, memang. Dari bahan yang sederhana sekalipun–-seperti kertas–di tangan orang yang kreatif, akan menjadi benda seni yang luar biasa. Ciri-ciri seniman memang biasanya mereka bisa melihat lebih jauh dan lebih dalam dari mata orang awam. Nggak perlu bahan yang harganya mahal untuk menciptakan sesuatu yang membuat orang lain ternganga, cukup apa yang kita lihat dan kita punya aja.

Nah, apa yang ada di tanganmu sekarang dan apa yang kamu punya? Mungkin kamu juga punya selembar kertas, tapi kamu bukan seorang seniman instalasi atau pematung kertas seperti Hongbo, tapi dengan selembar kertas itu kamu bisa membuat hal lain yang nggak kalah indahnya. Dengan menulis di atasnya, atau melukisnya, mungkin.

About author

No comments