Seberapa Murni Motivasimu?

0

Sebenarnya kalau mau jujur, seberapa murni sih motivasi kita dalam melakukan sesuatu? Bukan hanya masalah cinta, yang kadang motivasinya utamanya bukan cinta, tapi mungkin juga rasa kesepian, atau yang lebih buruk, adalah karena uang. Begitu juga dalam kesenian. Nggak semua seniman itu pada akhirnya berkesenian karena seni, tapi karena punya kebutuhan yang lain. Wajar sih, karena hidup nggak melulu tentang idealisme buta kan? Manusia juga perlu makan, perlu hidup.

slide_344559_3591402_free

Ada sebuah pameran lukisan yang judulnya sangat menggoda: “Are Your Motives Pure?” Dan pelukisnya tunggal, seseorang yang belajar melukis tanpa bimbingan siapa pun. Raymond Pettibon, namanya, dan sejak tahun 1970 sudah bertempat tinggal tetap di Southern California.  Pameran ini akan berlangsung sampai tanggal 17 Mei 2014 di New York City, tepatnya di galeri “About Venus Over Manhattan”.

slide_344559_3591403_free

Meskipun karya-karya Pettibon lebih banyak tentang kehidupan laut, tapi kesemuanya punya ceritanya sendiri. Lukisan Raymond Pettibon adalah puisi, bukan gambar yang bertujuan untuk mendoktrin cara berpikir seseorang. Kita jadi bertanya-tanya, kepada siapakah karya itu ditujukan dan untuk apa? Mungkin semacam tweet “no mention” yang puitis begitu ya? Hehe. Tapi menurut Pettibon, dalam berkarya, dia hanya menyampaikan setengah pesan, dan pesan itu harus diselesaikan sendiri isinya oleh para penikmat karyanya. “For every action there is an equal and opposite chain reaction in store,” begitu katanya.

slide_344559_3591410_free

o-REMM-900slide_344559_3591407_free

Meskipun karyanya kebanyakan tentang para peselancar dan dirinya tinggal di tepi pantai, tapi Pettibon bukanlah seorang peselancar. Ia pun menggambar peselancar bukan sebagai objek utama dalam lukisannya, tapi hanya sebagai penyampai pesan keseluruhan dalam lukisan itu, karena menurut Pettibon kehidupan di laut itu sangat menarik untuk diangkat, karena sangat menakutkan dan sangat tak terduga. Pada karya-karyanya ini, Pettibon menggambarkan indahnya lautan yang didera ombak, disertai dengan tulisan, kutipan, dan sedikit puisi dalam bentuk tulisan tangan si seniman sendiri. Ah, perpaduan lukisan yang disertai dengan kutipan atau puisi itu terasa semakin indah ya? Setiap individu memiliki interpretasi sendiri apa makna di baliknya yang bahkan terkadang sulit sekali terlihat.

Kehidupan ini memang seperti lautan yang luas dan dalam. Siapa yang dapat menyelami sampai ke dasarnya?

Website: raypettibon.com
Twitter: @RaymondPettibon

No comments

Kopi Anti Peluru: Yes or No?

Kamu tahu tentang kopi campur mentega? Iya, mentega. Tren baru untuk menikmati kopi. Sebelumnya, kopling sudah pernah membahas mengenai kopi campur mentega itu. Kopi yang ...