Masterpieces of Chinese Paintings Exhibition

0

pigmen warna-warni

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai warna. Ada orang yang berkulit putih, kuning, dan cokelat. Orang yang warna kulitnya lebih gelap itu karena pigmennya lebih banyak dari yang berkulit terang. Kita tau pigmen itu “zat pewarna”, tapi sebenernya pigmen itu apa sih?

Pigmen sebenernya adalah bahan yang bisa ngerubah warna melalui proses fisika. Pigmen yang dipake manusia biasanya dipilih yang solid, yang nggak berubah-ubah karena perubahan cuaca. Buat perindustrian dan seni, pigmen ini harus bener-bener permanen kestabilannya, karena kalo nggak permanen warnanya bisa pudar seiring pergantian waktu, atau karena cahaya.

Dalam ilmu biologi, memang deskripsi pigmen adalah semua bahan pewarna pada sel mahluk hidup, termasuk kulit, warna, dan rambut atau bulu. Kebayang nggak sih gimana kreatifnya yang namanya Tuhan itu sampe bisa menciptakan berbagai warna di dunia? Ambil contoh kupu-kupu. Sayapnya warnanya bisa penuh warna gitu, dan komposisinya sempurna banget, terus bentuknya dan gambarnya macem-macem. Hebat banget kan?

Dalam seni, beda lagi. Pigmen biasa dipake untuk cat, tinta, kain, kosmetik, makanan, dan lain-lain. Kalo untuk seni visual sih biasanya yang dipake warna-warna kering dan bahannya berbentuk bubuk halus.

Warna-warna pigmen alamiah udah dipake sejak jaman pra-sejarah. Para ahli arkeologis menemukan bukti bahwa manusia purba udah make caat untuk tujuan keindahan, seperti mewarnai badan. Sebelum revolusi industri, jumlah warna yang ada masih terbatas banget, dan bahannya diambil dari tanah liat, tanaman, kotoran binatang, serangga, siput, dan kerang. Makanya warna biru dan ungu itu dianggap warna bangsawan karena waktu itu bikin warna biru itu susah banget dan mahal banget bahannya. Warna biru itu dibentuk dari aluminium silikat dan belerang mentah. Ribet kan? Warna biru juga diambil dari batu pertama lapis lazuli, dan biru yang semewah itu dikasih nama “ultramarine” dan “royal blue“. Kalo warna kuning itu ada yang dibuat dari air seni sapi yang cuma dikasih makan daun mangga. Niat banget ya.

Seperti yang kita tau, Cina adalah salah satu negara yang udah mulai kenal seni sejak ribuan tahun yang lalu. Ada sebuah daerah di Cina, Dunhuang namanya, yang terkenal dengan seni arsitektur, patung, lukis (pada dinding dan sutera), kaligrafi, sulam, sastra, musik, dan tari. Lukisan di jaman ini dapet pengaruh yang kuat dari India dan Asia Tengah. Makanya, kebanyakan lukisan di tempat itu kebanyakan bergambar Buddha. Sementara untuk shading, atau membuat gambar bayangan, mereka dapat pengaruhnya dari Eropa.

salah satu lukisan tertua di Cina

Nah, baru-baru ini ditemukan sebuah lukisan yang dipercaya sebagai lukisan tertua di dunia. Lukisan itu terkubur di sebuah studio seni pada abad 10, kira-kira sekitar tahun 900. Lukisan yang berumur 1.100 ini terbuat dari pigmen seperti yang udah kita bahas tadi di atas di Dunhuang. Seperti yang kita liat, lukisan ini didominasi warna lapis lazuli, jadi bisa jadi lukisan ini sengaja dikubur karena berharga banget.

Lukisan ini adalah salah satu lukisan yang bakal dipamerin di musim gugur ini di V&A Museum di London. Pameran yang berjudul “Masterpieces of Chinese Painting” ini dikurasi oleh Dr. Hongxing Zhang. Dan menurutnya, ini adalah salah satu lukisan terbesar dan paling ambisius yang pernah ada, karena hampir semua lukisan yang akan dipamerkan berasal dari tahun 900 Sebelum Masehi, sampai tahun 1900.

Tertarik? Kasih tau Kopling dong kalo ada yang mampir. Hehehe…

About author

No comments

Library of Things: Perpustakaan Segala Ada

Maraknya konsep sharing space, coworking space, sharing economy dan sejenisnya membuat munculnya tren baru yang menghasilkan sebuah proyek seru di beberapa negara di dunia: Library of Things. Konsep Library of ...