Happiness Is Only Real When Shared

0

Kebahagiaan kerap menjadi tolok ukur seseorang dalam pencapaian hidup. Ketika masih remaja, salah satu kebahagiaan kita mungkin adalah ketika dikelilingi oleh teman-teman terdekat. Seiring dengan bertambahnya umur dan pengalaman hidup, ada semakin banyak hal yang menjadi penentu kebahagiaan dan nggak seorang pun memiliki bahagia yang benar-benar sama. Namun satu yang pasti, rasa bahagia selalu bisa ditularkan dan memberikan rasa hangat kepada orang lainnya.

Pada tanggal 20 Juli 2014, sebanyak 25 seniman muda berkumpul dan menuangkan apa yang menjadi rasa bahagia mereka ke dalam 100 panel lukisan berukuran 20 x 20 cm. Dari kisah-kisah mereka, dapat terlihat bahwa rasa bahagia itu adalah sesuatu yang sangat personal. Eugenia Ervi, misalnya, mengaku merasa bahagia ketika ia sedang sendirian dan tenggelam di dalam lamunan-lamunannya. Sementara itu, Muchlis Fachri membayangkan keluarga ideal bak di sampul kaleng Khong Guan sebagai rasa bahagia yang sebenarnya belum ia rasakan, karena kesibukannya membuat Muchlis kesulitan untuk berkumpul bersama keluarganya sendiri. Lain lagi halnya dengan Sarita Ibnoe. Ia mencoba menggoreskan perasaannya saat itu ke dalam kanvas tanpa terlalu benar-benar memikirkan terlebih dahulu arti kebahagiaan. Apa yang terlihat di kanvas, itulah perasaan yang sedang ia rasakan. Eksperimental, namun indah.

Pendekatan orang ketiga dilakukan oleh Risma Farah Gita dan Rega Ayundya Putri. Dalam karyanya, Risma membayangkan dirinya adalah seekor kucing dan mulai mencari tahu apa yang menjadi kebahagiaan seekor kucing? Tentu saja bisa makan ikan dengan enak dan tidur-tiduran di taman terbuka. Sementara bagi Rega, wajah bahagia yang sesungguhnya adalah ketika seseorang telah mengetahui bahwa umurnya nggak lama lagi namun masih bisa tersenyum dengan tulus, seperti wajah orang-orang tua yang ia gambarkan di lukisannya.

Sesi-artist-talk-ACT3-di-Treeangelo-Coffee-Kemang

Suasana sesi Artist Talk pameran #projectHAPPY (Kiri – Kanan: Eugenia Ervi, Amabel Emillavta, Eko Meinanto dan Herdiyani)

Yayasan Panti Asuhan Maranatha

Seperti yang selalu ada di acara pameran amal Kopling sebelum-sebelumnya, beberapa perwakilan dari Yayasan Panti Asuhan Maranatha, termasuk sang pengurus Matius Ginting, juga ikut berbagi cerita tentang proyek yang mereka lakukan di Ciawi, Bogor. Yayasan yang awal mulanya berdiri untuk membantu anak-anak korban bencana alam di Nias ini membantu pemulihan mental anak-anak tersebut hingga mereka sudah siap untuk terjun ke dunia kerja.

Pak-Matius-dari-Panti-Asuhan-Maranatha

Pak Matius dari Yayasan Maranatha

Proyek Indonesia Bahagia

Usai obrolan dengan Yayasan Panti Asuhan Maranatha, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ngobrol bareng Andra Fembriarto mengenai proyek Indonesia Bahagia. Memiliki semangat yang sama dengan pameran amal ACT 3 kali ini, proyek Indonesia Bahagia mengumpulkan cerita bahagia orang-orang yang ditemui Andra selama perjalanan hidupnya yang diunggah ke dalam sebuah blog indonesiabahagia.tumblr.com. Tujuan awalnya sederhana, agar cerita bahagia itu menjadi terapi kebahagiaan bagi diri Andra. Namun, seiring dengan berjalanannya waktu, ternyata kisah-kisah di dalamnya nggak hanya menjadi terapi bagi Andra, tapi juga siapapun yang membacanya. Coba deh dicek!

Andra-dan-proyek-bahagia

Andra sedang sharing tentang Proyek Bahagia nya

Tribute to Maja Teguh Bravijaya

Acara pameran amal ACT 3 kali ini ditutup dengan penuh haru ketika memasuki sesi terakhir. Seperti yang pernah Kopling infokan sebelumnya, selain pameran lukisan, pada acara ACT 3 juga terdapat pameran mini berisi beberapa foto teman baik Kopling, Maja Teguh Bravijaya (Toge) yang telah meninggalkan dunia bulan lalu. Dari hasil obrolan dengan keluarga Toge dan beberapa teman terdekat Toge yang juga hadir saat acara, Kopling dan semuanya merasa senang karena berhasil mengadakan pameran tunggal Toge yang selalu ia inginkan meskipun hanya dalam kapasitas kecil.

Istirahat yang tenang di sana ya, Toge.

Tribute-to-Toge-Chan

Display pameran Tribute To Maja Teguh Bravijaya a.k.a Toge chan

Kopling berharap cerita-cerita bahagia yang mengisi pameran amal ACT 3 bertajuk #projectHAPPY ini dapat memenuhi ruang kosong dan menjadi kebahagiaan buat kamu dan orang-orang di sekeliling. Nah, sekarang saatnya kamu yang menularkan kebahagiaan buat orang lain! Yuk, share ke Kopling lewat comment box di bawah, apa sih yang menjadi kebahagiaan kamu?

Lihat karya-karya pameran #projectHAPPY di sini: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 |

About author

No comments

Ibu Kartini dan Budaya Jawa

Raden Adjeng Kartini memang sudah meninggal sejak tahun 1904, tapi sampe hari ini setiap tanggal 21 April kita masih memperingati ulang tahunnya dan jasa-jasanya. Bukan ...