Kenapa Kopi Bali Berbeda?

1

Nggak jarang malah, orang asing lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia. Bukan hanya karena budayanya dan keindahan alamnya, Bali juga terkenal dengan kopinya. Tentunya kita bangga dengan Bali, tapi banyak nggak sih di antara kita yang tahu tentang sejarah kopi Bali ini?

coffee-01a

Berbeda dengan hampir semua daerah yang menghasilkan kopi di Indonesia, seperti Jawa dan Sumatra, perkebunan kopi di Bali bukan dipelopori oleh pemerintahan kolonial Belanda, tapi dari para pedagang dari Lombok yang membawa bibit kopi ke Bali di awal Abad 20. Jadi, dibandingkan dengan daerah lain, perkebunan kopi di Bali termasuk yang paling muda, memang. Kesuburan tanah vulkanis dan iklim di daerah Kintamani memang sangat ideal untuk pertumbuhan kopi di Bali yang berlangsung sangat cepat. Dan jenis kopi yang dibawa oleh para pedagang dari Lombok ke Bali pada masa itu adalah Robusta, yang tahan hama dan mempunyai kadar kafein yang tinggi.

Daerah Kintamani yang terletak di utara Pulau Bali sampai saat ini masih merupakan penghasil kopi yang utama di Pulau Dewata ini, meskipun saat ini Arabika lebih banyak ditanam ketimbang Robusta. Mengapa? Karena Arabika rasanya tidak terlalu asam dan harganya lebih tinggi. Jelas, hal ini lebih menguntungkan bagi para petani dan pengusaha kopi di Bali.

Kita boleh bangga, bahwa pada tahun 2008 Kopi Bali yang berasal dari Kintamani ini mendapat sertifikat Geographical Indication (GI) secara resmi, yang artinya kopi Bali sudah memenuhi kualitas internasional. Sertifikat ini juga biasa diberikan untuk wine dan keju.

Keunikan dari perkebunan kopi di Bali adalah karena biasanya pengurus kopi di sana juga adalah para petani beras. Para petani di Bali biasa bekerja dengan memegang prinsip Tri Hita Karana, sebuah filosofi yang berpusat pada usaha untuk menjaga perdamaian dan ketenangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya.

traditional-bali-coffee-processing

Perbedaan lainnya antara kopi Bali dengan kopi-kopi lain di Indonesia adalah cara memrosesnya. Kopi Bali diproses dengan cara tradisional Bali. Buah kopi dibuang sebelum bijinya mengering, dan proses ini disebut sebagai “proses basah”. Sementara, biasanya kopi di Indonesia melalui “proses kering”, di mana seluruh buah kopi dikeringkan dulu. Itulah sebabnya, warna biji kopi Bali lebih terang dibanding kopi-kopi lainnya di Indonesia. Rasanya mirip seperti kopi-kopi di Pulau Jawa, Timor, dan Flores, dan agak sedikit mirip dengan kopi Toraja dan kopi Sumatra.

http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/02/bb/6b/d7/luwak-civet-coffee-farm.jpg

Cara menyeduh kopi ini di Bali dulunya disajikan dengan cara menuangkan bubuk kopi dengan air panas, langsung di cangkirnya, dan meninggalkan ampas di dasarnya. Sayangnya, banyak yang nggak suka dengan kopi yang semacam ini. Kedai kopi modern pun semakin menjamur di Bali, dan bukan hanya di Ubud. Di Bali, ternyata juga ada tur yang bisa mengatur para turis untuk berkunjung ke perkebunan kopi. Atau, kamu bisa menyewa mobil untuk berjalan-jalan ke Kintamani dan mampir ke kebun kopi, kalau kamu berlibur lagi ke sana lain kali. Daripada ke pantai terus, bosan juga kan?

Sumber gambar: Bali Surf Advisor

1 comment

Post a new comment

Membuat Kopi Joss Tanpa Arang

Buat kita yang tinggal di Yogya atau pernah jalan-jalan ke Yogya, tentu kita udah nggak asing lagi dengan yang namanya “kopi joss”. Kopi ini nggak ...