Tentang Kopi Organik

0

Australian-Grown-Organic-Coffee-Beans

Apapun kata orang, kita nggak akan mau berhenti minum kopi setiap hari kan? Cuma memang kita harus lebih berhati-hati dalam memilih kopi. Kopi beneran ya, bukan kopi yang dicampur dengan rasa-rasa “palsu” dan berkalori tinggi yang tentunya nggak baik bagi kesehatan itu.  Itu sih bukan kopi ya, tapi minuman dengan rasa kopi. Hehe…

Banyak orang yang nggak mau membeli kopi organik karena harganya, padahal kalo dihitung-hitung lagi, harganya nggak beda jauh sih sama kopi non-organik per cangkirnya. Tapi apa ya alasannya kenapa ada sebagian orang yang ngotot harus minum kopi organik? Bukan buat gaya-gayaan atau sok-sokan aja sih, tapi memang banyak alasannya.

Tanpa bahan kimia

Yang pertama, kopi non-organik biasanya dicelupkan dalam larutan kimia supaya awet, terutara klorin dan ammonia. Sementara kopi organik sama sekali nggak mengandung bahan kimia. Bukan hanya itu, saat ditanampun, kopi non-organik setiap hari dihujani dengan pestisida dan herbisida. Dari sini, kopi itu sudah mengandung bahan kimia kan? Bayangin betapa banyaknya zat kimia yang terkandung dalam secangkir kopi yang kita minum…

Membantu petani organik

Dengan memilih kopi organik, kita artinya sudah membantu para petani kopi organik yang memilih untuk nggak menggunakan zat kimia demi kesehatan penikmat kopinya. Apa salahnya kita membantu kebaikan hati mereka dengan memilih kopi organik? Mereka memberikan kita kesehatan, kita menghargai mereka dengan membeli kopi yang mereka produksi. Adil kan?

Ramah lingkungan

Produksi kopi non-organik itu sebenarnya merusak lingkungan, baik tanah, orang yang tinggal di sekitar perkebunan kopi itu, juga hewan ternak yang ada di sana. Bukan hanya hari ini, tapi juga bahaya dalam jangka panjang. Kasihan kan mereka? Meskipun yang rusak memang bukan lingkungan kita, tapi nggak ada salahnya juga kita peduli dengan lingkungan orang lain, toh kita semua hidup dan tinggal di bumi yang sama.

Rasa

Mengenai rasa, kopi organik rasanya lebih murni dan segar. Masalah harga, beberapa kopi non-organik juga harganya nggak kalah mahal kan sama kopi organik, apalagi kalo kemasannya dibuat keren. Yang penting kan isinya, bukan kemasannya. Yang penting itu kan kesehatan kita, dan bukankah kalau kesehatan kita terganggu, biaya yang harus kita keluarkan untuk berobat akan lebih banyak lagi? Kamu pengen dong ngelewatin tahun 2030 dengan sehat?

Jadi, kalo kamu sebagai pencinta kopi rela mengeluarkan uang lebih untuk menyesap kopi organik demi kesehatan yang lebih baik juga, maka secara perlahan praktik penanaman kopi organik akan dianggap semakin penting. Kamu juga jadi membantu menyehatkan orang lain dengan menjauhkan paparan pestisida berbahaya dari para petani kopi itu lho.

Yuk, di tahun yang baru ini kita coba lebih peduli dengan diri sendiri dan orang lain!

 

Salam srupuuuth!

No comments

Escapism

“Close to me” – Eugenie Marais |  50 x 50cm. Oil on canvas. 2011 Jatuh cinta pada pandangan pertama… Itu yang mungkin terjadi ketika pertama ...