Menyulam Perempuan di Atas Kanvas

0

Sampai hari ini masih banyak orang yang salah kaprah tentang Hari Ibu yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember. Hari itu sebenarnya bukanlah Mother’s Day seperti yang dirayakan di tanggal-tanggal yang berbeda di banyak negara lain, melainkan Hari Perempuan, dan hal ini juga udah dikonfirmasi oleh Kementerian Pemberdaan Perempuan di negara kita. Tapi bagaimanapun, mungkin kita memang membutuhkan sebuah hari dalam setahun yang diperuntukkan untuk ibu kita ya?

Hari Perempuan identik dengan semangat kewanitaan dan feminisme, sebuah gerakan yang tujuannya adalah menyamakan hak dan kedudukan perempuan, termasuk dalam dunia pendidikan dan pekerjaan.

Ghada_Amer

Adalah seorang perempuan Mesir, Ghada Amer, yang saat ini tinggal dan bekerja di New York City sebagai seorang seniman kontemporer. Amer berpindah dari negaranya ketika berusia 11 tahun dan lalu bersekolah di Paris dan Nice. Kebanyakan karyanya berhubungan dengan masalah penyetaraan jenis kelamin dan seksualitas.

Amer sudah banyak mendapat pengakuan internasional atas karya-karyanya yang berbentuk abstrak dan bercorak erotis. Dia dapat melukis, menggambar, mematung, dan juga menguasai seni panggung dan seni instalasi. Latar belakang geografisnya yang beragam tercermin dalam karya-karyanya tentang para perempuan dan feminisme. Dengan perbedaan budaya yang dia alami – dibesarkan dengan cara Islam, dan lalu kemudian dibesarkan dengan cara barat – karya Amer bersifat universal dan tidak memihak kepada sebuah budaya dunia saja, seperti tekanan yang dialami oleh para perempuan yang ada di pelbagai budaya. Dalam lukisannya, Amer memasukkan seni menyulam juga ke dalam karyanya. Banyak yang melihat karya-karyanya sebagai karya yang porno, tapi sebenarnya para perempuan yang dia gambarkan selalu terlihat kuat dan percaya diri dengan keperempuanan mereka.

4993Inventoryladyinpink300-1020

21463_3001

Ghada_Amer_y_Reza_Farkhondeh_Charlies_exangels_2012

Ghada20Amer202620Reza20Farkhondeh

Seni sulam itu identik dengan perempuan, karenanya berhubungan erat dengan feminitas. Amer mengakui bahwa dalam sejarahnya, seni itu “ditulis” oleh laki-laki dan di Abad 20, seni lukis digunakan oleh kaum laki-laki untuk berekspresi. Amer lalu mengintegrasikan feminitas seni sulam ke dalam gaya pelukisan yang maskulin.

Ghada-Amer_barbie-loves-ken_542Sebagai contoh, ada sebuah karyanya yang berjudul “Barbie Loves Ken, Ken Loves Barbie”. Patung ini disulami kalimat itu beruang-ulang. Apa makna yang tersembunyi di baliknya? Amer melihat hubungan Ken dan Barbie sebagai hubungan yang obsesif dan melelahkan. Dengan caranya yang cerdas, Amer mengambil ikon budaya yang selama ini dianggap sebagai pasangan sempurna dan membalikkan apa yang ada di kepala kita, dan membuat kita mempertanyakan kembali apa yang selama ini kita pikirkan tentang hubungan yang ideal dan peranan kita dalam hubungan itu.

Amer tidak bertujuan untuk membuat karya yang porno. Melukis tentang perempuan tidak selalu berarti melukis sesuatu yang porno. Bagi Amer, yang penting itu bukan subjeknya, tapi makna yang ia ingin sampaikan yang diwakili oleh si subjek.

 

Selamat Hari Perempuan, Indonesia.

 

Sumber gambar: brooklymmseum.org dan beberapa sumber lainnya

No comments