Konflik di Balik Anak-Anak Bermata Besar

0

Ada sebuah film baru besutan Tim Burton yang akan segera ditayangkan. Film ini berjudul “Big Eyes”, dan mengisahkan tentang sepasang seniman, Margaret dan Walter Keane, yang namanya melambung di tahun 1950an sampai 1960an. Ciri khas karya mereka adalah anak-anak kecil bermata besar, dan sepertinya ini adalah cerminan dari hubungan pasangan suami isteri tersebut yang penuh dengan perdebatan seru.

Margaret-Keane-at-home-to-011

Margaret Keane berpose di depan karyanya (sumber: guim.co.uk)

Margaret Keane lahir pada tahun 1927 di Tennessee dan mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan neneknya. Di kemudian hari, Margaret menjadi penganut Saksi Yehova.

fe97671b-3272-4804-8266-a0f4e4f1f8ce-417x420

Margaret dan Walter Keane semasa muda (sumber: guim.co.uk)

Masalahnya berawal sejak tahun 1960an ketika karya Margaret dijual atas nama suaminya, Walter Keane. Konflik inilah yang menyebabkan perceraian mereka pada tahun 1965. Lima tahun kemudian, Margaret menikah lagi dengan seorang jurnalis olahraga, Dan McGuire. Pada tahun 1986, pengadilan memenangkan Margaret, dan mengakui bahwa lukisan-lukisan itu adalah karyanya.

Margaret yang karya-karyanya berada di bawah bayang-bayang mantan suaminya selalu menggambarkan anak-anak yang berwajah sedih. Namun setelah mereka bercerai, lukisan-lukisannya menjadi lebih ceria.

Dalam sebuah wawancara, Margaret menceritakan tentang kisah cintanya dengan Walter, yang ternyata berbeda dengan apa yang ditulis di dalam biografinya oleh Adam Parfrey dan Cletus Nelson, yang berjudul “The World of Keane”.

o-WALTER-KEANE-570

Walter Keane (sumber: huffpost.com)

Kisah ini dimulai pada tahun 1946 ketika seorang pemuda Amerika, Walter Keane, berada di Eropa untuk belajar melukis. Di sana, Walter mengaku sangat patah hati ketika melihat anak-anak bermata besar kelaparan dan mengais sampah untuk mencari makanan. Lalu, katanya lagi, dirinya mulai menggambar sketsa anak-anak itu, dan kehidupannya sebagai seorang pelukis pun dimulai. Lima belas tahun kemudian, Walter menjadi terkenal dan karyanya digemari jutaan orang.

Walter sendiri sebenarnya bukan orang yang melankolis. Dia seorang pemabuk dan pencinta perempuan. Dirinya bertemu dengan Margaret di sebuah pameran lukisan pada tahun 1955 di San Francisco. Saat itu Walter belum terkenal, dan mereka menikah.

Pada suatu malam, Margaret pergi ke sebuah club dengan sang suami dan terkejut ketika mengetahui bahwa selama ini dirinya mengaku bahwa semua lukisan karya Margaret adalah karyanya. Semuanya. Tentu saja Margaret menjadi sangat berang, dan meminta Walter untuk menghentikan menggunakan namanya sendiri. Satu dekade kemudian, ternyata Walter belum juga berubah. Pernikahan mereka hanya bahagia selama dua tahun, dan selebihnya mereka selalu bertengkar.

Walter pernah mengajukan sebuah solusi kepada Margaret: “Ajari aku untuk melukis seperti itu.” Tapi ketika dia ternyata nggak mampu, dia menyalahkan Margaret. Margaret merasa terperangkap. Dia ingin pergi, tapi nggak tahu bagaimana harus memberi makan dirinya dan putri mereka. Tapi akhirnya, dia tetap pergi.

Pada awal tahun 1960an, jutaan kartu pos karya Margaret terjual dan menjadi koleksi para selebriti. Margaret nggak mendapat uang sepeser pun dari penjualan itu, sementara Walter hidup mewah.

il_570xN.428551435_aaao

Lukisan Tomorrow Forever yang merupakan mahakarya Margaret Keane (sumber: etsytatic.com)

Sebuah mahakarya karya Margaret yang berjudul “Tomorrow Forever” pernah digantung di dinding World’s Fair pada tahun 1964, tapi kemudian diturunkan. Walter mengatakan bahwa neneknya pernah mempunyai visi bahwa Michelangelo memuji karya tersebut. Margaret sangat terluka. Setelah perceraian, Margaret lalu menuntut Walter. Di pengadilan, Margaret dapat membuat lukisan itu selama 53 menit, tapi Walter mengatakan dirinya nggak bisa melukis karena pundaknya sedang sakit…

Margaret memenangkan tuntutan itu, dan Walter harus membayar $4 milyar. Tapi Margaret nggak pernah menerima uang itu sama sekali, karena uangnya sudah dihabiskan Walter. Menurut psikolog pengadilan, Walter mengidap penyakit kejiwaan yang langka, tapi Margaret nggak memercayainya.

86878cab-5bbd-4a5e-9e73-13b6a537a6ed-460x276

Amy Adams sebagai Margaret Keane di film Big Eyes karya Tim Burton (sumber: guim.co.uk)

Menarik sekali ya? Tim Burton memang kolektor karya Keane, dan manta kekasihnya waktu itu, Lisa Marie Presley, pernah dilukis oleh Margaret. Karakter Margaret Keane sendiri akan diperankan oleh Amy Adams.

Ah, jadi nggak sabar rasanya untuk segera menonton film ini!

No comments