Faktor Air Dalam Bikin Kopi Enak

Monday, 29 October 2012

By Kopi Keliling

Di awal minggu ini gue ada sedikit informasi tentang salah satu faktor yang juga penting untuk bisa bikin kopi yang enak di rumah, yaitu Air. Iya betul, air. Mungkin akan kedengeran sepele, tapi ternyata ini tuh penting banget lho. Supaya biji kopi berkualitas yang sudah kita beli dengan harga yang gak murah dapat memberikan hasil yang maksimal, maka ada baiknya kita memberikan treatment yang maksimal pula. Salah satu treatment tersebut adalah menggunakan air untuk menyeduh kopi tersebut dengan baik dan benar.

Ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan pas lagi nyeduh kopi di rumah, yaitu kandungan mineral di air dan suhu air yang kita gunakan untuk nyeduh kopinya. Dengan menggunakan air yang baik, maka (menurut gue) rasa kopi yang akan dihasilkan akan semakin baik. Karena pada dasarnya, air lah yang digunakan sebagai media dalam proses kimiawi pengambilan sari kopi sehingga menjadi suatu larutan minuman #tsaelah, hahaha.. Keren yah bahasanya?

Gue pribadi lebih merasa kalau kita nyeduh kopi menggunakan air yang bermineral, akan lebih keluar flavor atau karakter nya. Hmm, tapi hal ini sebenarnya bisa jadi ‘pedang bermata dua’, soalnya kalau semisalnya kita nyeduh kopi dengan air bermineral tapi kualitas biji kopi nya gak baik, hasilnya bisa gak maksimal juga.

Memang hal ini masih menjadi perdebatan bagi beberapa peminum kopi di luar sana. Baiknya sih kamu coba bedain aja sendiri biar gak subyektif, hehehe. Tes aja ketika lain kali kamu mau seduh kopi. Yang satu pakai air bermineral, satu lagi yang tidak, dan yang satu lagi pakai air ledeng yang sebelumnya direbus hingga mendidih tentunya biar aman. Jangan lupa kasih tau ke gue kalau udah melakukan percobaan ini di rumah.

Selanjutnya, setelah memperhatikan kandungan mineral dan suhu air,  lama waktu seduh (atau bahasa kerennya, ekstraksi) juga mempunyai peranan penting untuk menghasilkan rasa kopi yang baik. Di artikel-artikel sebelumnya kamu pasti sudah tau kalau beda metode seduh, beda pula tingkat kehalusan kopi nya. Begitu pula untuk urusan suhu dan waktu seduh. Setiap metode membutuhkan suhu dan waktu seduh yang berbeda pula.

Seperti untuk metode Tubruk dan French Press, karena prosesnya yang air ketemu langsung dengan kopi, lalu didiamkan terendam sejenak (atau bahasa kerennya Immersion), maka metode ini membutuhkan waktu seduh sekitar 4 menit dengan suhu sekitar 91-95 derajat celsius. Kalau suhu dan waktu ekstraksi ya kurang, maka biasanya rasa kopi akan menjadi tidak maksimal.

Berbeda dengan metode Pour Over. Metode ini, seperti namanya adalah metode “tuang”, memerlukan suhu dan waktu yang berbeda pula. Menurut gue, metode ini memerlukan waktu sekitar 2,-3 menit dengan suhu 90-93 derajat celsius. Metode ini biasa menggunakan alat-alat brewing seperti V60, Chemex, Kalita, dan lain-lain.

(Kiri – Kanan) V60, Chemex, dan Kalita

Terakhir, salah satu metode yang paling gue suka adalah Aeropress. Sebenernya ini juga menganut proses immersion, namun di sini ada perilaku yang membuat berbeda, yaitu kita menekan kopi di sebuah vakum silinder agar air dapat melalui kertas penyaring nya. Nah jadinya gue biasa menyeduh sekitar 2-2,5 menit dengan suhu sekitar 85 derajat celcius.

Ini ada video dari Youtube tentang penggunaan Aeropress.

Emang ribet sih kalau gak ada termometer. Untuk membantu memberikan ilustrasi dan juga trik menanggulangi masalah suhu, gue sudah melakukan sebuah percobaan. Kalau kita masak air hingga mendidih, lalu didiamkan sambil diaduk-aduk sekitar 1,5 menit, maka suhu akan turun sampai 93 derajat celsius, kira-kira segitu yah, hehehe. Kalau suhu dispenser air panas pada umumnya sekitar 85 derajat celsius, jadi pas tuh buat Aeropress!

Kembali lagi seluruh tulisan di atas adalah pendapat gue yah, tidak ada hitungan baku nya sebenernya. Tapi hal ini bisa jadi patokan awal buat teman-teman yang mau coba-coba sendiri di rumah. Selamat mencoba! – @AndanuPrasetyo

 

  • Sekar

    Senang sekali membaca tentang kopi Indonesia, harta kita yang berharga. Namun ada rasa kurang nyaman ketika membaca karena tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain kopi bahasa kita adalah sesuatu yang sangat berharga yang perlu dipelihara oleh kita semua. Siapa yang mau memelihara bahasa kita kalau bukan kita penuturnya.

    • http://www.kopikeliling.com Kopling

      Terima kasih atas masukannya, tapi memang beginilah gaya kami, apa adanya. Topik yang kami bahas cukup berat. Karena kami mempunyai tujuan untuk mendekatkan kedua topik tersebut (seni dan kopi), maka supaya orang lebih mudah tertarik (semoga kemudian memahami dan menyukai) maka dengan sengaja kami membuat tutur kata dan cara penyampaian yang santai.