Coffee Shop di Bali pt.3

0

Masih pada inget gak sama artikel “Coffee Shop di Bali pt.2”? Nah, sekarang kita lanjut dengan part 3-nya yuk. Biar next time kalau kamu jalan-jalan ke Bali kamu bisa ikut ngerasain pengalaman kopi yang seru di Bali.

 

Anomali Coffee – Ubud

Kalau di artikel “Coffee Shop di Bali pt.1” kita sudah bahas Anomali Seminyak, kali ini Kopling mau ajak kamu liat-liat cabangnya yang di Ubud. Sedikit berbeda dari yang di Seminyak, suasana Ubud yang lebih ‘nyantai’ sangat kerasa di sini. Kita bisa duduk-duduk santai di dekat pinggiran jalan di bawah teduhnya pohon  yang tumbuh di sebelah kolam kecil berisi ikan-ikan.

Masuk sedikit, kita akan disambut area bar dan register lengkap dengan mesin kopi khas Anomali. Beda yah tapi dengan konsep Open Bar yang ada di Seminyak. Ini lebih mirip sama setting-an yang di Jakarta.

Lantai satunya sih lumayan sempit yah. Mungkin karena area sudah termakan oleh mesin kopi dan juga showcase untuk pastries. Yang lucu di lantai 1 ada area kecil di bawah tangga. Jadi, kalau kamu sedang pengen konsentrasi dan menginginkan privacy lebih, kamu bisa masuk ke “gua” tersebut dan menikmati kopi kamu di sana. Hehe…

Naik ke lantai 2, kamu akan mendapati ruangan yang luas, lengkap dengan meja-meja panjang dan area-area khusus buat lesehan. Sangat ‘Ubud’ sekali deh pokoknya.

Yang hampir nggak keliatan, ternyata di ujung kiri dekat dapur ada area kecil buat kamu yang mau duduk-duduk santai sambil melihat pemandangan ramainya jalan raya Ubud. Overall, kamu akan mendapatkan pengalaman kopi yang sangat berbeda dari Anomali yang biasa kamu kenal di Jakarta. Wajib coba kalau kamu sedang jalan-jalan di Ubud.

 

Seniman Coffee, Ubud

Naah, bisa jadi ini adalah tempat favorit Kopling di Bali (so far). Sesuai namanya, udah kebayang banget yah tempatnya pasti sangat nyeni. Pada saat Kopling ke sana, kebetulan sekali ada 2 pemilik dari coffee shop yang terletak nyempil di jalan Sriwedari. Rodney Glick dan David Sullivan, pemilik Seniman Coffee yang berkebangsaan Australia ini ternyata sudah cukup lama tinggal di Ubud. Passion terhadap kopi dan desainpun yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk membuka coffee shop yang seluruhnya di desain sendiri.

Coffee shop ini sangat konseptual. Sebelum masuk ke ruangan, kita dihimbau untuk melepas alas kaki. Alasannya sih sebenarnya adalah untuk kebersihan. Tapi pengalaman itu membuat suasana ngopi di sana menjadi unik. Kalau enggak mau lepas alas kaki, ada teras kecil yang tersedia di luar.

Seniman Coffee lebih banyak menggunakan manual brewing ketimbang espresso machine. Kenapanya? Mungkin karena Rodney dan David memiliki background Desain dan Advertising yang sangat menyukai proses kreatif. Itu sih sok taunya Kopling. Cuma dari obrolan panjang dengan mereka sih nampaknya begitu. Hehehe…

Kopi yang digunakan di Seniman Coffee mayoritas di-roast sendiri. Mungkin bagi sebagian besar orang Indonesia yang sudah terbiasa dengan kopi yang ber-body tinggi, atau dark roast beans, akan merasa kopi yang disajikan di sini “enteng”. Karena memang demikianlah rasa yang berusaha diciptakan Rodney. Kopi-kopi Indonesia yang biasanya di”goreng” lama sengaja dibuat enteng oleh mereka. Alasannya sih supaya rasa-rasa unik yang terkandung di dalamnya dapat keluar dan tidak tertutup oleh rasa pahit yang biasanya tercipta.

Cara penyajian kopinyapun sangat sangat sangat menarik! Minuman yang dipesan akan disajikan dengan sebuah nampan panjang warna-warni yang terdiri dari beberapa bagian. Satu gelas kopi, gelas kosong untuk minum, sebuah piring kecil berisi kue kering, dan segelas air putih. Bagi Rodney dan David, presentasi adalah segalanya. Tidak hanya menarik, gelas-gelas yang dipakai juga bikinan sendiri. Seperti gelas air putihnya yang semula adalah botol bekas yang tidak dipakai!

semua gelas, nampan, dan kopi-kopi yang dipakai di Seniman Coffee dijual di toko kecil yang terletak di bawah coffee shop. Bahkan kursi plastik standar yang biasa kita jumpai di toko-toko berhasil disulap Rodney menjadi kursi goyang yang sangat nyaman. Kamu juga bisa beli kursi itu di sana. Tapi lumayan mahal sih *hix* hehe…

Pokoknya, kalau kamu lagi ke Bali, sempetin deh main-main ke Ubud, dan mampir ke Seniman Coffee. Dijamin enggak akan nyesel jauh-jauh ke sana.

About author

No comments