Coffee Shop di Bali pt.1

0

Mungkin kamu masih ingat kalau salah satu admin Kopi Keliling sempat pergi ke Ubud Writers and Readers Festival 2012 di Bali. Mumpung ke Bali, Kopling titip pesan juga untuk sempetin mampir ke beberapa coffee shop yang keren di sana. Nah, seperti apa hasil jalan-jalannya? Yuk mari kita simak bareng-bareng.

 

Anomali Coffee – Seminyak

Mungkin sebagian besar dari kamu sudah familiar yah sama nama coffee shop yang satu ini. Apalagi kan acara Kopi Keliling volume yang ke-5 sempat diadakan di Anomali juga. Karena sudah berteman baik dengan brand coffee shop ini, maka Kopling nyempetin mampir untuk lihat gerai mereka yang baru awal tahun ini dibuka di daerah Seminyak, Bali.

Pertama kali lihat tempatnya, buat kamu yang sudah sering ke Anomali yang di Jakarta, pasti akan merasa pangling luar biasa karena benar-benar beda. Kalau yang di Jakarta kan interiornya khas dengan dinding batu bata, dan jendela-jendela besarnya. Yang di Seminyak tidak demikian. Gaya recyclevintage-urban, tsahelah, membuat Anomali Seminyak jadi terkesan lebih muda, modern, dan hip!.

Buat yang mau duduk-duduk santai sambil kena matahari Bali bisa di luar. Kalau di dalam, pengalaman berbeda lagi yang ditawarkan oleh Anomali Seminyak. Begitu masuk kita akan disambut oleh mesin roasting andalan mereka. Kayaknya sih sama persis yah sama yang di Jakarta. Jadi buat di Bali, kamu bisa tetap merasakan kualitas kopi yang fresh (sama seperti yang di Jakarta) karena biji kopinya langsung di roast di lokasi.

Bentuk dan posisi “bar” mereka juga berbeda dengan yang di Jakarta. Konsep ‘open bar‘ yang diusung Anomali Seminyak ini disengaja supaya seluruh customer, yang kebanyakan bule, dapat melihat para barista in action, sehingga kita seakan disuguhkan sebuah pertunjukkan oleh para barista ketika mereka sedang mempersiapkan kopi yang kita pesan. Apalagi kalau kamu kebetulan duduk di kursi semi-lesehan yang dibuat berundak. Jadi benar-benar pakai sistem tempat duduk kayak di bioskop gitu.

 

Alat -alat brewing yang tersedia pun beragam. Katanya sih metode Syphon adalah yang paling laku, apalagi buat bule-bule. Ternyata gak semua bule memiliki pengetahuan tentang kopi. Kebanyakan dari mereka sampai bertanya-tanya tentang alat-alat “aneh” yang tersedia di sana, hahaha. Tapi yang paling nyebelin sih ketika (katanya) beberapa kali customer bule yang datang enggak percaya kalau pemilik Anomali itu orang Indonesia. Jadi kasarnya, mereka enggak nganggap kalau orang Indonesia bisa bikin sesuatu seserius itu! Brengsek! hahaha.

Pada hari itu Kopling disuguhin kopi Wamena dan Bali Kintamani khas Anomali, dan juga dessert yang luar biasa nikmat! Uhm, tapi sayangnya lupa namanya. Pokoknya kayak roti gitu, pake pisang sama strawberry, terus dituang coklat cair, terus ada kacang almond nya, teruuus… Adoh! Pokoknya enak deh.. Nih liat aja deh fotonya.

Overall, Anomali Seminyak luar biasa enak buat ngopi-ngopi cantik di kala kamu lagi melepas penat abis jalan-jalan seharian di Seminyak. Ditambah lagi perasaan bangga bisa ada coffee shop lokal yang bawain kopi Indonesia berkualitas di pintu masuk Indonesia. Buat kamu yang di Bali, atau mau jalan-jalan ke Bali, jangan lupa mampir ke Anomali yang di Seminyak.

Kenapa dari tadi Kopling ngomong ‘yang di Seminyak?”, karena selain di sana Anomali Coffee juga hadir di Ubud. Seperti apa yang di Ubud? Nanti tunggu artikel yang part 2 yah, hehehe. Mau lihat foto-foto Anomali Seminyak lainnya? Kamu bisa intip di sini. Info lebih lengkap mengenai Anomali Coffee, bisa cek di sini.

 

Domba Coffee

Nah namanya aneh bukan? Domba Coffee atau kopi Cap Domba ini sebenarnya bukan coffee shop, tapi lebih ke tempat nyobain kopi. Lokasinya berada di daerah Dewi Sri, Kuta, Bali. Semacam ruko kecil gitu, tanpa ada papan sign, jadi lumayan susah juga nemuinnya kalau enggak teliti.

Pada waktu Kopling mampir ke sana sebenarnya Domba Coffee nya sudah tutup. Tapi karena merasa sudah jauh-jauh nyari ke Kuta, akhirnya Kopling tes keberuntungan dengan tetap turun dan ketok-ketok pintu cafe nya. Eh, emang dasar lagi beruntung, ternyata orangnya masih ada! Malahan Kopling disambut sama pemiliknya langsung yang sangat baik hati mau membuka kembali pintunya, lalu menyempatkan diri untuk ngobrol dan bahkan nyeduhin dua kopi mereka buat Kopling *terharu*.

Nah kerennya, walau tempatnya kecil banget, ternyata kopi yang satu ini sudah melanglang buana ke luar negeri, bahkan sampai Amerika! Charles, sang pemilik pun bercerita bagaimana pengalaman mereka pergi ke acara-acara pameran kopi di luar negeri untuk mempromosikan kopi Indonesia. Menurut dia, rata-rata kopi yang diekspor ke luar negeri masih dalam bentuk biji hijau (belum di roast), jadinya harga belinya harga mentah. Domba Coffee kekeuh jual kopi yang sudah di roast ke luar supaya selain harga jual lebih tinggi, melalui proses roasting tentunya akan membuka lapangan kerja yang lebih luas daripada hanya sekedar jual biji mentah.

Entah karena good salesmanship atau hal lainnya, mendengar cerita Charles yang berjibaku untuk mempertahankan idealismenya untuk menjual biji kopi luwak Indonesia pilihan dengan kualitas dan konsistensi yang tinggi hingga pembeli dari luar negeri respect dan cenderung malah mau didikte olehnya soal kopi membuat rasa nasionalisme Kopling terbakar. Karena memang benar, kalau semisalnya dia hanya nurut saja oleh permintaan luar negeri (contoh saja apabila Domba Coffee cuma jualan biji mentah tanpa proses roasting sendiri) dan membawa hasil tanah kita mentah-mentah, lalu mereka jadinya yang nge roast lalu menjualnya kembali ke Indonesia dengan harga jual yang berlipat (seperti biasanya), kan kurang bangga, hehe.

Yah, terlepas dari soal jual-menjual, Domba Coffee yang mungil ini cukup memberikan perasaan hangat, baik dari atensi yang diberikan pemiliknya, hingga suasana tempatnya yang penuh dengan tempelan kertas-kertas coklat di dinding. Kertas-kertas coklat itu adalah cinderamata yang diberikan oleh para pengunjung Domba Coffee, yang mayoritas berasal dari luar negeri, sebagai bentuk apresiasi setiap tamu tersebut terhadap kualitas yang diberikan.

Mengingatkan Kopling sama hasil corat-coret kegiatan “Mari Menggambar”, yang biasa kita lakukan di acara-acara Kopling. Walau harganya cukup mahal, namun kualitas kopinya yang enak, dan segala effort serta passion yang mereka keluarkan, membuat harga itu jadi berasa murah. Pokoknya kalau kamu lagi di Bali, dan sedang jalan-jalan ke daerah Kuta, kamu coba mampir ke Domba Coffee. Salamin yang super hangat dari Kopi Keliling.

Mau lihat foto-foto lain dari Domba Coffee? Kamu bisa cek juga di sini. Atau mau tau lebih banyak mengenai Domba Coffee? Kamu bisa cek website resmi mereka di sini: coffeedomba.com

 

Gimana jalan-jalan kopi di Bali part pertamanya? Seru kan? di part berikutnya, Kopling akan ajak kamu ke salah satu roaster kopi tertua di Bali dan juga sebuah cafe kecil mungil tapi lucu di daerah Batu Bulan. Sampai ketemu!

 

About author

No comments

Empat Seniman Disabilitas Yang Mendunia

Kekurangan kini bukanlah hal yang harus ditakuti dan menjadi alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Orang-orang di bawah ini adalah mereka dengan segala kemampuannya telah membuat ...