Ini Dia Nenek Moyangnya Mesin Kopi

0

coffee percolator

Segala macam alat untuk bikin kopi yang canggih-canggih itu kalo dikasih ke orang jaman dulu pasti mereka bengong ya gimana cara makenya, secara jaman dulu itu orang bikin kopi dengan cara yang sangat sederhana, dengan alat yang jauh lebih sederhana dari sekarang.

Tersebutlah “coffee percolator” yang adalah sejenis pot yang dipake untuk nyeduh kopi dengan cara terus menerus mendidihkan kopi melalui dasarnya dengan kekuatan gravitasi dan suhu yang tinggi sampe kekuatan yang diinginkan tercapai. Akibatnya, karena biji kopinya kepanasan, beberapa komponen dari biji kopinya jadi hilang. Aromanya sih sama aja, tapi rasanya jadi terlalu pahit dan terasa kering di mulut. Sepet-sepet pahit gitu mungkin ya.

Diagram Coffee Percolator

Pot kopi ini banyak dipake orang sampe awal tahun 1970-an. Di setiap acara arisan, acara ngumpul-ngumpul, atau meeting jaman dulu yang orangnya pada minum kopi, si coffee percolator ini pasti hadir.

Sir Benjamin Thompson

Orang yang menemukan coffee percolator ini adalah seorang ilmuwan yang juga seorang tentara Anglo-American yang bernama Count Rumford, atau lebih dikenal sebagai Sir Benjamin Thompson (1753-1814). Dia menciptakan alat ini ketika dia masih bergabung dengan Bavarian Army, di mana tugasnya adalah memperbaiki makanan para tentara, juga pakaian mereka. Karena dia nggak suka teh dan menentang alkohol, makanya dia lebih memusatkan perhatian sama kopi. Dan gara-gara ciptaannya ini, Count Rumford dikasih gelar sebagai Count of Holy Roman Empire, juga gelar kebangsawanan Reichsgraf von Rumford di tahun 1791. Si Count Rumford ini juga termasuk salah satu orang yang terlibat dalam revolusi dalam termodinamis, dan ikut dalam Perang Revolusi Amerika. Setelah perang selesai, dia pindah ke London, dan dapat gelar ksatria dari Raja George III. Rumahnya yang di Masschusetts, tempat dia lahir, sekarang jadi museum.

Coffee Percolator yang Dipatenkan James Mason

Namun, yang pertama kali mematenkan coffee percolator ini orang lain yang bernama James Mason dari Franklin, Massachusetts di tahun 1865. Pot kopi yang dipatenkan ini masih banyak kekurangannya, dan baru disempurnakan kemudian oleh seorang petani dari Illinois yang bernama Hanson Goodrich pada tahun 1869. Percolator kemudian jadi barang yang wajib dibawa oleh orang-orang yang suka camping dan punya aktivitas di luar rumah untuk bikin kopi karena alat ini makenya nggak perlu pake listrik.

Pada tahun 1970, General Foods Corporation ngeluarin Max Pax, yaitu semacam cincin yang dipake untuk menyaring bubuk kopi. Si cincin ini memang dibuat untuk dipake dalam percolator. Bentuknya mirip kue donat. Tapi nggak lama kemudian keluar lagi alat baru untuk bikin kopi, namanya electric drip coffee maker di awal tahun 1970-an, sehingga di tahun 1976, Max Pax ini udah nggak dibuat lagi.

Mungkin kedengerannya si coffee percolator ini biasa aja dan nggak ada yang istimewa, selain dia salah satu sebuah mesin kopi. Tapi mesin ini bisa dibilang menjadi salah satu batu loncatan orang-orang di jamannya untuk menyeduh kopi menggunakan mesin modern. Jadi, coffee percolator itu semacam buyut, atau mungkin nenek moyangnya mesin-mesin kopi modern yang ada saat ini.

Kamu sendiri pernah nyobain nyeduh kopi pake coffee percolator? Gimana rasanya?

No comments

Kopi dan Kanker Kulit

Penelitian mengenai manfaat kopi bagi kesehatan semakin marak dilakukan oleh para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia. Kopi menjadi objek yang menarik dan terus digali ...