Penari yang Menginspirasi Banyak Seniman

0

Dalam dunia seni, nggak cuma cerita tentang kehidupan seniman yang seru. Terkadang, inspirasi di balik lukisan seniman juga menyimpan cerita-cerita yang nggak kalah menarik. Perempuan, adalah salah satu inspirasi terbesar banyak seniman di dunia, sebut saja Marilyn Monroe, Putri Diana, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah seorang balerina berdarah Prancis tahun 1875, Cléopatra Diane (“Cléo”) de Mérode, atau yang lebih dikenal dengan nama Cléo de Mérode.

Cléo sudah mulai belajar menari di usia 8 tahun, dan di usia 11 tahun dia sudah menjadi seorang penari profesional. Wajah dan namanya lalu jadi sering tampil di banyak media, seperti kartu pos dan kartu poker. Orang lebih tertarik melihat wajahnya, ketimbang melihat kemampuannya menari. Gaya rambutnya pun sempat jadi panutan banyak perempuan di Paris, padahal saat itu usianya baru 16 tahun.

Cléo-de-Merode's-Kin901

Portrait-of-Cléo-de-Mérode-Georges-Jules-Victor-Clairin-(Fr843-919)

a1--Giovanni-Boldini.-Cleo-de-Merode-1901

Kecantikannya tentu saja menjadi inspirasi banyak seniman ketika itu. Pada usia 13 tahun, dia sudah berpose untuk dilukis oleh Jean-louis Forain dan Edgar Degas. Aleandre Falguiere membuat patung berdasarkan wajah dan tubuhnya dan diberi judul “The Dancer”. Selain itu, Henri de Toulouse-Lautree, Charles Puyo, dan Alfredo Muller juga berlomba-lomba membuat lukisan potret Cléo. Pada tahun 1896, Cléo terpilih menjadi “reine de beaute” oleh L’Illustration.

Kin-Leopold-and-Cleo-De-Merode-taken-from-the-Taschen-book-Art-Nouveaua

Biasanya, perempuan yang sangat cantik tentu juga menarik perhatian para politisi. Di antaranya adalah Raja Leopold II dari Belgium, yang usianya 40 tahun lebih tua ketimbang Cléo. Kisah cinta mereka sempat mengisi banyak kolom gosip di belahan Eropa. Dalam memoarnya, “Le Ballet de ma vie” (The Dance of My Life) yang diterbitkan pada tahun 1955, Cléo membantah gosip itu, tapi tentu saja nggak ada yang percaya. Di tahun yang sama, Cléo menuntut Simone De Beauvoir karena telah menuduhnya sebagai pelacur kalangan aristokrat. Tuduhan itu sebenarnya wajar, karena Sang Raja memang mempunyai dua orang anak dari perempuan lain yang memang berprofesi sebagai pelacur. Hal inilah yang menghancurkan nama baik Cléo ketika bersedia menjadi gundik terakhir Sang Raja.

Cléo tinggal bersama ibunya yang sangat overprotektif, sampai beliau meninggal. Saat itu Cléo berusia 24 tahun, dan baru berpacaran selama 2 kali. Meskipun sangat cantik dan punya banyak pengagum, tapi Cléo nggak pernah sadar akan kecantikannya – padahal banyak sekali penggemarnya yang sering mengikutinya ke mana pun dia pergi.

Perempuan cantik ini bukan hanya menginspirasi para pelukis dan pematung. Karakternya juga muncul di sebuah film Jerman “Frauen der Leidenschaft”, dan diperankan oleh Fern Andra. Di Vienna, kecantikannya menarik perhatian Gustav Klimt yang memang karyanya banyak berfokus pada seksualitas perempuan. Kisah mereka kemudian difilmkan dengan judul “Klimt”.

65c48720a

Cléo terus menari sampai usia 51 tahun, lalu menjalani masa pensiunnya di Biarritz, Prancis. Cléo de Mérode meninggal di usia 91 tahun pada tahun 1966 dan dimakankan di Paris. Sebuah patung tentang dirinya yang sedang meratapi kematian ibunya menjadi penghias makam itu.

Kamu sendiri, punya cerita menarik tentang apapun yang menjadi inspirasimu? Share yuk ke Kopling!

 

Sumber gambar: blogspot.com

No comments

WUSINWUG (What U See Is Not What U Get)

Ketika membicarakan fashion, sebenarnya kita tengah membicarakan banyak hal lainnya. Bisa saja seni, desain, budaya, arsitektur, sains, sejarah, bahkan eksakta, dan bahasa. Itu semua karena ...