Barista dan Kopi

0

“Barista dan Kopi:  Perpaduan antara seni, rasa dan keunikan karya yang kaya akan sensasi.”

KOPI kini telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar. Apalagi dengan semakin banyaknya variasi kafe yang tersedia dan inovasi dalam pembuatan kopi sehingga melahirkan semakin banyak pecandu kopi di dunia ini. Ngopi selain menjadi media sosialisasi dan menjalin relasi, akhirnya menjadi salah satu alternatif hiburan yang dianggap mampu menjadi sarana pelepas penat dan lelah setelah sehari penuh beraktivitas.

Menjamurnya kafe yang menawarkan beragam jenis minuman kopi, saat ini menjadi sebuah tren tersendiri. Maraknya kafe menjadi surga bagi para pencinta kopi sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para pebisnis. Tapi hal tersebut juga berarti menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pemilik kafe untuk mempertahankan usaha mereka di tengah persaingan bisnis ‘warung kopi’. Bagaimana para pemilik kafe memilih pemasok biji kopi yang berkualitas, memilih roaster yang berpengalaman, hingga menjaga konsistensi kualitas setiap cangkir minuman yang dihasilkan menjadi kunci kesuksesan.

Namun sayangnya, dari segala proses yang rumit di atas, kopi yang seharusnya menjadi unsur terpenting dari sebuah kafe masih belum mendapatkan apresiasi yang cukup kuat dari masyarakat. Malah kecenderungannya orang datang ke kafe lebih banyak ‘membeli’ suasana atau tempatnya. Padahal sebenarnya kalau kita mau melihat lebih jauh, kopi sangatlah menarik untuk dipelajari. Kopi dapat menjadi bahan inspirasi seseorang. Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap kopi sebagai seni, karena setiap proses yang dilalui, mulai dari penanaman, pemanenan, hingga pengolahan biji menjadi minuman, terdapat tingkat kesulitan dan keunikan tersendiri. Mungkin salah satu contoh orang yang menganggap kopi sebagai seni adalah seorang barista.

Kamu pasti pernah satu saat mencoba atau sekedar bersantai di salah satu kafe dan merasakan secangkir kopi yang begitu nikmat sehingga membuat kamu ingin merasakan dan merasakan kembali ketika singgah di kafe tersebut. Hal tersebut tidak bisa dilepas dari peranan seorang barista. Sebutan untuk seseorang yang bekerja di balik layar sebuah kafe ini memang cukup unik: Barista. Tak ada arti yang pasti untuk sebutan ini. Ada yang mengatakan kalau barista ini didapat dari kata barrier, yaitu suatu sekat, penghalang atau pemisah (antara customer dengan pekerja yang bersangkutan). Ada yang mengatakan bahwa barista berasal dari kata bartender, dan lainnya. Meskipun makna aslinya adalah pelayan kafe, sekarang barista merujuk pada orang yang mengoperasikan mesin pembuat espresso. Di dunia internasional istilah barista baru mulai dipergunakan setelah mendunianya jaringan warung kopi internasional yang berkampung halaman di Seattle, AS. Warung kopi ala Amerika itu memang menyebut para operator mesin espresso mereka dengan sebutan barista.

Kalau berbicara tentang barista, kita jelas bicara soal mesin espresso. Untuk menghasilkan espresso nikmat, seorang barista harus bekerja dengan ketepatan tinggi supaya konsistensi rasa tetap terjaga. Mulai dari grinding, dosing, tamping, hingga brewing kopi itu sendiri. Semua proses tersebut harus dilakukan dengan baik dan benar. Seorang barista haruslah seorang pecinta kopi sejati dengan kreatifitas yang tinggi. Bahkan ada ‘kepercayaan’ bahwa kenikmatan espresso hasil karya barista yang handal tidak akan bisa dikalahkan oleh mesin espresso otomatis yang canggih sekalipun.

Proses pembuatan espresso (kiri-kanan): Grinding, Tamping, Brewing

Selain meramu kopi, seorang barista juga dituntut untuk memiliki interpersonal skill yang baik. Apalagi hubungannya dengan customer. Selain memberikan pesanan customer, kadang barista juga harus bisa ‘membaca’ apa sebenarnya yang diinginkan customer dengan memberikan saran. Inilah yang membuat seorang barista juga memiliki peranan yang sangat penting terkait dengan maju tidaknya sebuah kafe. Maka biasanya sebelum menjadi barista, seseorang harus mengikuti pelatihan khusus agar lebih mengenal jenis pekerjaan dan juga tanggung jawab yang akan diembannya.

Itulah mengapa menjadi seorang barista adalah pekerjaan yang spesial. Perpaduan antara seni, rasa dan keunikan karya yang kaya akan sensasi. Kesibukan barista menyiapkan minuman kopi, menaruh kopi yg sudah dirajang, menuangkan air panas, mengaduk dgn gerakan tangan yg tertata. Sangat seksi!! Saya ingin mengalami momen di mana pada satu malam seorang barista mendatangi saya dengan cangkir kecil di tangan seraya berkata: “Ini racikan kopi yang terbaru. Maukah kamu jadi orang pertama yang mencicipinya?”

 

Artikel oleh: Veronica Deni Ambarwati

 

About author

No comments

Seni adalah Kebohongan

“We all know that art is not truth. Art is a lie that makes us realize truth, at least the truth that is given us ...