Budaya Rumah Kopi di Vienna

Di balik keindahan kotanya dan budayanya, rumah kopi di Vienna (Wiener Kaffeehaus) punya peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya Vienna. Tak heran, sejak Oktober 2011, “Viennese Coffee House Culture” masuk ke dalam daftar “Intangible Cultural Heritage” yang dibuat oleh UNESCO.

800px-Prückel_IV

800px-Cafe_Braeunerhof_Wien_2004a

Rumah kopi di Vienna memang mempunyai ritual yang berbeda, dan tentunya sangat elegan. Biasanya, meja di rumah-rumah kopi di Vienna terbuat dari batu pualam, kursi-kursinya dibuat berdasarkan karya Thonet, dan desain interiornya bergaya sangat Jerman. Rumah kopi di Vienna adalah tempat terbuka bagi semua orang yang ingin mengopi dengan harga terjangkau, dan mereka biasanya duduk berjam-jam di sana untuk mengobrol, menulis, bermain kartu, atau membaca koran. Para waiter juga pasti memberi para pengunjung segelas air putih setiap gelas mereka kosong.

Di beberapa cafe yang masih klasik, setiap sore dan setiap ada event, biasanya pengunjung dihibur oleh iringan piano, dan mereka disuguhi  Apfelstrudel, Millirahmstrudel, Punschkrapfen, Linzer torte, juga sosis.

789px-Wien_Cafe_Central_2004

Di akhir Abad 19 dan awal Abad 20, banyak penulis besar datang ke rumah-rumah kopi untuk bertemu, bertukar ide, dan menulis, tentunya. Bukan hanya penulis buku, para pujangga pun kerap mampir ke rumah kopi, dan salah satu pujangga terkenal, Peter Altenberg, bahkan memberikan alamat Cafe Central, sebagai alamat utamanya.

Rumah kopi ini awalnya terbutuh ketika para tentara membebaskan Vienna dari serangan Turki di tahun 1683. Saat itu, mereka menemukan berkarung-karung biji-bijian yang aneh, yang mereka pikir adalah makanan unta dan ingin mereka bakar. Raja Polandia ketika itu, Jan III Sobieski, memberikan karung-karung ini kepada salah satu tentaranya, Jerzy Franciszek Kulczycki, yang adalah pencetus budaya rumah kopi di Vienna. Setelah melakukan beberapa eksperimen, Jerzy menambahkan gula dan susu, dan saat itulah lahir tradisi kopi di Vienna. Jerzy ini memang pernah menjadi tawanan Ottoman, dan karenanya dia tahu bagaimana caranya mengolah biji kopi.

Sementara, orang yang pertama kali membuka rumah kopi di Vienna adalah seorang pedagang yang bernama Johannes Diodato pada tahun 1685. Sayangnya, budaya rumah kopi ini sempat mengalami mati suri di sekitar tahun 1950-an, saat ditemukannya televisi. Orang lebih memilih untuk menonton televisi di rumah, atau pergi ke espresso bar yang lebih modern. Tapi beberapa rumah kopi sempat bertahan, dan beberapa di antaranya bertahan sampai hari ini. Tak lama setelahnya, budaya rumah kopi ini hidup kembali.

Sumber gambar: Wikipedia

5 Manual Brewing Pilihan untuk Kamu Coba!

Kepopuleran manual brewing saat ini mungkin sudah setara atau bahkan mengalahkan kepopuleran mesin pembuat kopi. Para ahli dan barista menyarankan para pencinta kopi untuk menggunakan manual brewing saat ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official