Profil Peserta Pameran Urban Toy Stage: Gunawan Esa prasetyo

0

Menuju acara Urban Toy Stage yang akan diadakan oleh Catalyst Arts tanggal 4-5 Maret 2017 di Kuningan City, Jakarta Selatan, mari kita kenalan satu per satu dengan para peserta pamerannya. Kali ini ada Gunawan Esa Prasetyo. Simak wawancara singkat Gunawan dengan Kopling berikut ini.

Kopi Keliling (KK): Halo Gunawan! Ceritain sedikit dong tentang diri kamu ke pembaca Kopling.

Gunawan Prasetyo (GP): Hi! nama saya Gunawan Esa Prasetyo, biasa dianggil Gun. Saya Sarjana Desain Produk dari Universitas Mercubuana – Meruya, Jakarta Barat. Saya lahir di Bogor, berapa tahun yang lalunya nggak usah disebutin ya hehe. Sekarang masih tinggal bersama orang tua di Bogor, tepatnya daerah Tajur dekat Ciawi. Kegiatan saya saat ini mendesain apapun pesenan klien hahay. Mulai dari modeling 3D lowpoly yang dijadiin papercraft sampai illustrasi gambar ala-ala anime, kadang layout buku atau setting undangan orang lain. Waktu luang saya digunakan untuk tidur karena itu berharga banget disela-sela kepadatan rutinitas setiap hari (haha bercanda deh). Kalau ada waktu luang biasanya syaa merawat OC-OC (original character) karakter bikinan sendiri seperti Gudabu (urban toy), Bunga dan Daun (IP 2 gadis imut), Garuca (IP wayang modern), Maki, Animes, dan lainnya ke dalam bentuk sculpting, atau gambar sketsa, ilustrasi dan komik-komik strip.

KK: Sejak kapan kamu mengenal urban toys dan menekuni bidang ini untuk pengkaryaan?

GP: Sejak pertengahan 2015 waktu mengerjakan riset tugas kampus. Waktu itu ada pameran di Balai Kartini lihat yang unik-unik ternyata urban toys. Hehehe.

KK: Apa koleksi urban toys kamu yang paling berkesan? Bagaimana cara mendapatkannya?

GP: Urban toy pertama saya CE planet dari MAFIA Factory di Thailand. Bentuknya blank chibi gitu dan inilah yang menginsirasi saya untuk membuat Gudabu (IG: gudabu_ut). Saya beli langsung di booth CE Planet ada event POPCON 2015 di gedung Smesco – Pancoran.

KK: Darimana kamu mendapatkan inspirasi dalam berkarya?

GP: Dari koleksi mainan saya, ada Gundam, Lego, Figma, Nandroid, dan game/film seperti Monster Hunter, Jurassic Park walau masih belum bisa nge-custom yg detail-detail gitu deh.

KK: Siapa seniman atau role model yang menjadi panutan kamu, dan apa alasannya?

GP: Temen-temen di Indonesian Art Toys (IAT) yang pasti, soalnya belum tahu banyak seniman luar. Favorit saya di antaranya Bowo Baghaskara dan Alympu yang memiliki side story yang dalam di setiap toy-nya dan ada ciri khas di setiap karyanya. Ada juga Silvia Tampi dan Yonathan Halim yang skill sculpting sama painting-nya gila-gilaan sudah standar internasional kali yah hahay. Ada juga om Harun. Saya belum ketemu orangnya tapi karyanya yang menggunakan peritilan bahan sekitar bisa sebagus itu.

KK: Apa yang kamu harapkan dalam berkarya ke depannya?

GP: Mendapatkan apresiasi dan perhatian dari orang banyak yang nggak cuman dari kalangan toys saja, kepengen menggabungkan/menjembatani/kolaborasi antara penggiat seni, seperti komik dengan toys, toys dengan komik, toys dengan ilustrasi, dan supaya karya saya bisa terus eksis, mendapatkan penghasilan tambahan tentunya. Aamiin hahaha.

 

Follow Gunawan di Instagram: @gudabu_ut

Foto: dok. pribadi Gunawan

About author

No comments

Martcellia Liunic

Darah seni sepertinya mengalir turun-temurun di keluarga Cella. Seniman kelahiran 3 Maret ini memiliki kakek yang suka menggambar karikatur dan ibu yang sangat crafty dan ...