Profil Peserta Pameran Urban Toy Stage: Eric Wirjanata

0

Menuju acara Urban Toy Stage yang akan diadakan oleh Catalyst Arts tanggal 4-5 Maret 2017 di Kuningan City, Jakarta Selatan, mari kita kenalan satu per satu dengan para peserta pamerannya. Kali ini ada Eric Wirjanata alias The Space Wanderer. Simak wawancara singkat Eric dengan Kopling berikut ini.

Kopi Keliling (KK): Halo Eric! Ceritain sedikit dong tentang diri kamu ke pembaca Kopling.

Eric Wirjanata (EW): Hi. Nama gue Eric Wirjanata, sehari-hari dipanggil Eric, kadang bro, kadang koh, kadang mas. Dulu kuliah Hubungan Internasional di Unpar, Bandung. Sehari-hari saya merancang masa depan dan bereksperimen dengan hidup. Hobi saya menggambar, hampir setiap saat, tidak hanya di waktu luang.

KK: Sejak kapan kamu mengenal urban toys dan menekuni bidang ini untuk pengkaryaan?

EW: Sejak 2006, dan mulai tekun sekitar tengah 2006 sampai sekarang.

KK: Apa koleksi urban toys kamu yang paling berkesan? Bagaimana cara mendapatkannya?

EW: Hampir semua berkesan, terutama yang dibeli lansung dari penciptanya.

KK: Darimana kamu mendapatkan inspirasi dalam berkarya?

EW: Kebanyakan karya yang ada sekarang dan saya buat adalah buah dari kebosanan dibalik kubikel. Saya waktu itu hanya bisa menatap matahari terbenam dari balik kaca kantor. Padahal enaknya jalan-jalan.

KK: Siapa seniman atau role model yang menjadi panutan kamu, dan apa alasannya?

EW: Dulu saya banyak terpengaruh Shin Tanaka, Gary Baseman, Touma. Mungkin karena karya mereka berbicara pada saya. Tapi semakin ke sini, saya semakin kagum dengan kemampuan seniman-seniman yang lebih baru dalam membuat signature karakter sesederhana mungkin. Contohnya seperti Bubi Au Yeunh, SML atau Uamou.

KK: Apa yang kamu harapkan dalam berkarya ke depannya?

EW: Bisa terus berkarya dan memperluas jangkauan.

 

Follow Eric di Instagram: @thespacewanderer_

Foto: dok. pribadi Eric

About author

No comments

Tattoo Juga Sebuah Seni

Tato adalah salah satu bentuk seni tubuh yang udah ada sejak jaman Neolitikum. Pada jaman itu, tato bukan dibuat buat “bagus-bagusan”, tapi untuk pengobatan, yang ...