Jelajah Museum Preanger Bandung

0

Ternyata ga cuma Charlie Chaplin aja yang pernah bermalam di Hotel Prama Grand Preanger (dulunya bernama Hotel Thiem), jalan Asia Afrika No. 81 – Bandung. Wanita tangguh yang terbang seorang diri menyeberangi Samudera Atlantik, juga penulis, dan pejuang hak wanita Amerika Serikat, Amelia Mary Earhart – tercatat pernah menginap di sini (ada dokumentasinya loh).

Hal ini ga mungkin diketahui miss Flamingo kalau ga berkunjung ke Museum Preanger. Sebuah museum yang dibuka akhir tahun 2013 oleh pihak hotel. Pertama mau masuk, sempat dag dig dug juga nih, bayar ga ya? Mahal ga ya? Secara keberadaanya di dalam hotel megah. “Ga bayar, Neng. Tapi kalau hari Minggu tutup. Ke resepsionis aja, bilang. Kuncinya di sana, nanti dibukain..”, kurang lebih begitulah jawaban melegakan dari salah satu sekuriti yang miss Flamingo tanyai.

Setelah adegan lempar sana sini, dari sekuriti – resepsionis – bellboy, akhirnya salah satu sekuriti ramah yang memegang kunci ruangan museum pun menemani dan membukakan pintu untuk miss Flamingo. Beberapa foto keindahan alam Bandung dari tahun 1930-an yang terpajang di depan museum menyambut siapa saja yang melewatinya. Dan untuk kali kedua, miss Flamingo melihat foto Situ Aksan dari sisi yang lain. Ternyata banyak tanaman teratai di sana. Situ Aksan sendiri merupakan sisa danau purba yang telah ditimbun tanah dan dijadikan kawasan perumahan mewah pada tahun 1970-an. Mirisnya, salah satu kerabat miss Flamingo bermukim di sana saat ini.

Kembali ke Museum Preanger, museum ini memiliki dua ruangan yang ga terlalu besar. Kurang lebih seluas dua buah garasi yang dikawinkan. Di ruangan pertama, terdapat benda-benda peninggalan dari ‘masa-nya’, semacam kamera dan gramaphone. Juga cerita singkat awal mula Hotel Prama Grand Preanger ini berdiri, perubahan-perubahan yang dialami dari masa ke masa hingga saat ini. Dan tak ketinggalan, info mengenai tokoh-tokoh penting yang pernah bermalam di sini.

Sedangkan ruang di sebelahnya, sepertinya spesial dipersembahkan untuk Charles Prosper Wolff Schoemaker yang berjasa merenovasi bangunan Hotel Prama Grand Preanger dibantu oleh muridnya kala itu, Ir. Soekarno. Foto-foto gedung karya Wolff Schoemaker beserta keterangannya, dipajang menggantung di sekeliling dinding.

Yang menarik, catatan seputaran Wolff Schoemaker yang terinspirasi oleh arsitektur Frank Lloyd Wright dan mengaplikasikan gaya Maya dalam bangunan ini membuat miss Flamingo memperhatikan sekitar bangunan dan mencarinya ketika selesai mengubek museum mini ini. Tadaa.. dan miss Flamingo menemukannya, kebanyakan terdapat di bagian atas pilar-pilar dalam gedung, juga pada eksteriornya.

Jangan segan untuk berkunjung ke Museum Preanger ini. Buka dari jam 11 siang hingga jam 5 sore. Silahkan permisi-permisi dulu ke bagian resepsionisnya. Selamat bertualang!

 

Artikel ditulis oleh: Laugh on the Floor

About author

No comments

Dazzling Hill

Bagi orang Bandung, Selasar Sunaryo Coffee and Art Space tentu tidak asing. Kompleks seluas 5000 meter2 di perbukitan Dago Pakar dengan pemandangan keren ini adalah ...