Jalan-jalan Ke Museum Bentoel Malang

0

Beberapa waktu lalu, Miss Flamingo dari Laughonthefloor pergi traveling ke Kota Malang dan sempat mengunjungi beberapa tempat menarik. Menikmati Alun-alun kota Malang nan adem serta rimbun, beralaskan rumput hijau yang asli (bukan rumput sintetis :p) sambil menyaksikan burung-burung merpati sedang diberi makan kacang oleh pengunjung. Beberapa di antaranya tak sempat mencomot kacang karena sibuk berlari tergopoh-gopoh menghindari kejaran anak-anak kecil.

Miss Flamingo menyapa pasangan paruh baya yang nampak seperti warga lokal Malang, eh nyatanya mereka berdua datang jauh-jauh dari Purwakarta. “Ga usah jauh-jauh ke Eropa apa Australia, di sini ada..” ujar si Opa yang tengah duduk bersama istrinya sambil membuka kulit kacang untuk memberi makan burung di hadapannya. Miss Flamingo masih takjub dengan kehidupan burung merpati yang bisa berdampingan damai bersama penghuni kota, kalau di Bandung sudah habis kali ya ditangkepin orang-orang tak bertanggung jawab, pikiran buruk merasuki.

Usai menikmati Alun-alun Malang, kaki ini melangkah menuju arah selatan.  Tujuan selanjutnya adalah area Pecinan Malang. Tempat dimana rumah Ong Hok Liong berada, tepatnya di Jalan Wiromargo No. 32, Malang. Rumah ini dipakai oleh Ong Hok Liong dan tetangganya Tjoa Sioe Bian mengawali bisnis tembakau. Ga susah menemukan rumah juragan tembakau ini, dari Alun-alun berjalan menyusuri Jalan Sukarjo Wiryopranoto, lalu belok ke kiri di perempatan kedua, itu sudah Jalan Wiromargo, tempatnya berada di kanan jalan tak jauh dari jalan besar.

Sebelum memakai nama Bentoel, yang merupakan umbi atau sejenis talas, bakau hasil rajangan Ong Hok Liong yang diolah menggunakan pisau khusus, dikeringkan, dan dibungkus menggunakan klobot jagung ini dibagi menjadi beberapa merek, seperti Boeroeng, Kelabang, Kendang, Djeroek Manis, dan Toerki. Namun, rokok-rokoknya kurang mampu bersaing dengan baik di pasaran. Dari sana, Ong Hok Liong mengganti merek rokoknya menjadi Bentoel, setelah ia melakukan perjalanan spiritual.

Museum Bentoel yang buka setiap hari Rabu – Senin dari jam 10 pagi – 4 sore ini sangat terawat dan bersih, dijaga oleh 3 satpam wanita ketika miss Flamingo sambangi. Masing-masing ruang dibagi untuk menampilkan informasi yang berbeda, seperti sejarah awal mula berdirinya Bentoel, potret jajaran pimpinan dan direksi di masa kini, lukisan Ong Hok Liong, Bentoel dulu dan sekarang, penjelasan mengenai tembakau dan kretek, perbedaan aroma beberapa cengkeh, peraturan dan ketertiban dalam perusahaan, galeri foto Bentoel dan iklannya dari masa lampau, serta aneka desain bungkus rokok Bentoel yang dilukis ulang di atas kanvas dalam jumlah banyak berukulan cilik. Nah, yang terakhir ini jadi salah satu ruang terfavorit pengunjung karena bisa foto-foto dengan background warna warni cerah ceria hihi..

Konsep museum yang tak majak biaya sepeserpun pada pengunjungnya alias gratis ini rupanya mengalami perubahan pada Oktober tahun lalu. Sebelumnya, museum yang bangunannya merupakan replika dari rumah lama yang pernah berdiri di tempat tersebut ini menampilkan bentuk serta tata letak ruang kerja dan ruang tidur Ong Hok Liong pada rumah Blitar. Jadi, pada tahun 1956 Ong Hok Liong membeli pabrik rokok Orong-orong milik Liem Ting Tjoan di Blitar, hal ini membuatnya sering bolak-balik ke Blitar untuk mengurusi bisnis rokoknya. Selain itu, beberapa perabotan asli yang dulu digunakan oleh Ong Hok Liong, seperti sebuah kulkas General Electric buatan Amerika dan tempat tidur kayu dalam kamar Blitar juga sudah tidak nampak di dalam museum.

Saat ini, Bentoel sudah dibeli dan menjadi bagian dari British American Tobacco, sebuah informasi yang cukup sering dibahas oleh museum ini dalam setiap penjelasannya. Hmm..

 

Artikel dan foto: laughonthefloor.com

About author

No comments

Melukis dengan Ristretto

Dirceu Veiga, selalu melukis dengan menggunakan kopi Dirceu Veiga memang bukan pencinta kopi dan seniman pertama di dunia yang melukis dengan menggunakan kopi sebagai bahan ...