#SeniLawanKorupsi

0

Ada situasi tak terbantahkan sedang terjadi di Indonesia saat ini: para koruptor semakin dalam menancapkan kuku-kukunya di pelbagai lembaga, mulai dari kepolisian, kejaksaan, kehakiman, DPR, kementerian, bahkan sampai ke basis-basis relawan. Dengan mudah mereka memainkan rencana dan siasat untuk mengobrak-abrik hukum, tatanan sosial, tata niaga, agar segala upaya mengeruk keuntungan tak halal bisa dilakukan.

Karena kepolisian dan kejaksaan dianggap tidak maksimal memerangi kejahatan luar biasa itu, pada 2003 pemerintah mendirikan lembaga ad-hoc bernama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sejak itu terbukti KPK berhasil mengungkap sangat banyak kasus korupsi yang tidak terlihat mata. Di samping itu KPK juga giat melakukan studi untuk memetakan anatomi korupsi di pelbagai bidang guna melakukan pencegahan dan penyelamatan kekayaan negara.

Semakin lama, terutama sejak KPK menyelidiki korupsi di beberapa sektor strategis yang berlimpah uang, antara lain pangan, minerba, migas, kelautan, dan kepolisian, berbagai kelompok yang terganggu kepentingannya serentak mengirimkan serangan balik kepada KPK. Tujuannya hanya satu: KPK dilemahkan dan dihancurkan. Selain mendapat serangan dari luar, dilancarkan pula serangan dari dalam. Sebagai benteng anti-korupsi, keberadaan KPK belakangan ini memasuki tahapan kritis. Kriminalisasi pimpinan dan penyidik KPK terjadi, bahkan muncul distorsi informasi.

Ketika segala upaya distorsi informasi dan konspirasi dilakukan koruptor, kesadaran publik akan bahaya korupsi merupakan alat yang mampu menghentikan korupsi. Publik perlu dibangunkan dan digerakkan untuk melawan korupsi. Opini tandingan perlu diwadahi dalam seni agar lebih masif, membumi, dan mudah dipahami. Seni dapat lebih luwes dalam mengangkat persoalan sosial sekaligus mendorong budaya baru yang anti-korupsi.

Mengingat urgensi untuk bersikap tegas melawan korupsi, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Koalisi Seni Indonesia (KSI) mengajak seluruh elemen seni di Indonesia untuk bersinergi dalam satu gerakan besar: #SeniLawanKorupsi.

#SeniLawanKorupsi merupakan serangkaian aktivitas kesenian yang berkesinambungan dalam bentuk pameran, pertunjukan, bursa, dan pidato kebudayaan yang melibatkan para pegiat seni yang peduli. Deklarasi #SeniLawanKorupsi pertama kali dikumandangkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 5 Maret 2015.

#SeniLawanKorupsi dideklarasikan dan digerakkan untuk:
1. Menyediakan akses data mengenai korupsi melalui seni
2. Mengajak seniman berpartisipasi dan memberikan feeding dalam gerakan anti-korupsi
3. Menggalang kampanye kesadaran publik dalam bentuk proyek dan karya seni

Seni-Lawan-Korupsi

Sumber: http://senilawankorupsi.org

About author

No comments

Kantor Pos, Riwayatmu Kini…

Berapa di antara kita yang masih sering menggunakan jasa kantor pos untuk mengirimkan surat dan paket? Jaman sekarang, orang lebih memilih segala sesuatu yang serba ...