SUMMON

0

Ada satu lagi teman baru yang pengen Kopling kenalin ke kamu semua, yaitu SUMMON! Wiihh, asik ya namanya? Jadi SUMMON ini adalah sebuah STUDIO ilustrasi yang juga bertindak sebagai wadah bagi pelaku atau penikmat visual seperti halnya kita-kita semua di sini, hehe. Nah, baru-baru ini Kopling berkesempatan untuk ngobrol bareng 2 orang di balik SUMMON, yaitu: Mahendra Nazar dan Raden Mas Dira. Seperti apa obrolannya? Yuk kita simak bareng-bareng.

Kopling (KK): Halo Mahendra, Halo Dira. Boleh ceritain sedikit tentang SUMMON itu apa?

Mahendra (MN): Hallo Kopling, ya kami SUMMON. Basically kami ini studio, bergerak di bidang visual, ilustrasi lebih tepatnya. Terdiri dari dua orang pengurusnya saat ini, yaitu saya Mahendra Nazar dan Raden Mas Dira.

KK: Gimana ceritanya sampai terciptanya SUMMON?

MN: Kami berasal dari Limbo Studio yang didirikan pada 2009, hingga akhirnya kami berdiri sendiri dengan bendera baru (SUMMON) di tahun 2014 ini. Walau demikian, kami tetap dengan mengusung spirit yang ada pada Limbo, yaitu: selain sebagai studio, kami juga bertindak sebagai wadah kreatif bagi siapa saja yang mau konsisten berkarya (lewat teknis dan konseptual), mau berbagi dan belajar.

KK: Oh gitu. Jadi dulunya bareng di Limbo? Terus, sekarang di SUMMON peran kalian apa? 

Dira (DR): Kami teman belajar dan kerja bareng di Limbo Studio dan beberapa project lainnya. Akhirnya kami berdiri sendiri dengan bendera baru di tahun 2014; SUMMON. Basically, karena pengalaman tandeman kurang lebih setahun ke belakang, peran Bang Mahe dan gue fleksibel karena sudah sama-sama tau sistem kinerja masing-masing.

KK: Terus, kira-kira kegiatan SUMMON sendiri sebagai wadah kreatif apa nih? 

MN: Yang kami lakukan di Limbo dahulu akan kami terus lakukan lewat SUMMON. Beberapa diantaranya yaitu ikut berpartisipasi di beberapa program rekan kami, berkolaborasi, membuat pameran kolektif, diskusi, serta ngadain workshop seputar visual.

KK: Emang kegiatan yang dilakukan di Limbo dulu apa aja?

MN: Di awal tahun 2013 (lewat Limbo) kami menginisiasi pameran kolektif yang bertajuk Soal Waktu. Peserta yang ikut berasal dari beragam latar belakang yang berbeda, mulai dari pelaku seni profesional (khususnya ilustrasi), mahasiswa/i, bahkan beberapa partisipan backgroundnya bukan visual, seperti musisi, bahkan ibu rumah tangga yang memang suka dan memiliki kemampuan untuk bervisual kami ajak ikut serta juga. Karena pada dasarnya kami memang ingin mengajak siapa pun yang memang tertarik dalam berkarya visual  (secara teknik dan konsep) untuk ikut serta partisipasi dalam kegiatan kami, baik pameran maupun workshopnya, intinya mau kami ajak berpikir dan berkarya bersama.

KK: Lalu, rencana SUMMON di masa depan apa?

MN: Kegiatan reguler SUMMON adalah berkarya, yang akan kami update setiap minggunya di blog kami. Dan kami berencana akan menginisiasi pameran kolektif tiap tahunnya, dan workshop seputar visual setiap dua hingga tiga bulan sekali, bersama dengan beberapa pihak yang terkait. Karya yang akan kami publish nantinya bukan saja hanya karya kami berdua, namun akan mengikut sertakan juga beberapa karya dari beberapa rekan kami yang terpilih dan mau turut serta juga.

KK: Wah, nampaknya akan seru nih! Gimana caranya untuk ikutan kegiatan-kegiatan SUMMON? Harus bisa gambar gak sih untuk bisa kolaborasi dengan kalian?

MN: So, kalau tertarik untuk ikut partisipasi di kegiatan kami, silahkan hubungi kami di summon.studio@gmail.com, bisa kirim link portfolio kalian, supaya kami bisa lihat karya-karya kalian.

DR: Sebenarnya kolaborasi emang nggak cuma berarti gambar bareng. Bahkan brainstorming atau sekedar berdiskusi yang menjadi awal ide sebelum eksekusi sebuah karya juga sangat seru. Jadi, kalo main-main bareng SUMMON sambil santai… kenapa tidak?

KK: Kalau mau lihat informasi lengkap seputar SUMMON lewat mana?

MN: Kami akan update karya karya terbaru kami di summonstudio.tumblr.com setiap minggunya. Akun socmed dan lainnya menyusul ya.

KK: Pertanyaan terakhir. Apa sih yang menggerakkan kalian sampai akhirnya membentuk SUMMON? Lalu, achievement apa yang hendak kalian raih?

MN: SUMMON didirikan bukan hanya sebagai sarana eksplorasi bagi gue dan Dira, juga teman-teman yang turut serta nantinya, tapi juga sebagai kendaraan untuk kami supaya bisa ikut serta di dalam scene yg lebih luas lagi (dalam hal ini kesenian). Karena di Indonesia, Jakarta khususnya, komunitas, studio, art movement, banyak sekali, dengan beragam visi misi. Belum lagi para artist yang memang berdiri sendiri tanpa terlibat di dalam komunitas manapun. Mungkin kenapa akhirnya kami berdiri sendiri juga karena keberagaman itu, perbedaan cara merespon isu-isu di sekitar satu sama lain. Akan tetapi.. bukan berarti kita ga bisa jalan beriringan kan? gandengan untuk buat sesuatu yang lebih besar, lewat kolaborasi, berkegiatan bersama dan lainnya. Intinya SUMMON lahir sebagai salah satu kendaraan alternatif untuk menuju ke tujuan yg sama.

Achievement kita nanti pengen jadi studio yang bisa terus konsiten berkarya. Karena apa yg kita impikan, semuanya bisa terwujud kalau kita konsisten dalam melakukan apa yang dapat mendekatkan kita ke mimpi tersebut. Bagi SUMMON, bisa rutin berkarya, dan menginisiasi kegiatan secara berkala dan konsisten, akan menjadi sebuah achievement yg luar biasa. Yang paling terpenting adalah effort dalam melaksanakannya.

DR: Achievement yang hendak dicapai untuk awalnya jelas konsistensi keberadaan SUMMON sebagai wadah. Karena Jakarta punya banyak orang-orang berbakat dan mau belajar yang harus diperhatikan. Tujuan kegiatan kami ingin menjadi media bagi rekan-rekan untuk eksplorasi lebih jauh dalam berkarya dan berpikir.

Nah, jadi sepakat ya? Bagi kamu, siapa pun kamu yang pengen belajar bareng, sharing, sambil berkarya bersama, ini ada satu lagi wadah yang lahir dari inisiatif pelaku visual sendiri, untuk kamu ikuti! Ngerasa ‘terpanggil’? itu berarti kamu sudah ke-SUMMON.

About author

No comments