SOTOY, Perkenalkan Urban Toys Lebih Jauh ke Publik

0

Urban toys, atau dikenal juga dengan sebutan art toys, urban vinyl atau designer toys, adalah figur yang dibuat oleh seniman dan desainer untuk dikoleksi. Urban toys umumnya terbuat dari vinil, meskipun beberapa medium lain seperti kayu atau resin juga suka digunakan. Berbeda dari action figures atau boneka yang umumnya kita temukan di toko-toko mainan, urban toys nggak diproduksi masal. Tapi, ada beberapa urban toys produksi masal yang terinspirasi dari budaya dan ikon pop, seperti Barbie dan GI Joe.

Meskipun market-nya masih cukup niche, sebenarnya urban toys di Indonesia cukup berkembang. Dalam rangka mencari tahu perkembangan skena ini, Kopling berkesempatan untuk mewawancara SOTOY, salah satu kelompok yang aktif membuat karya berupa urban toys dan memperkenalkannya ke publik. Yuk kita kenalan bareng!

Kopling: Halo SOTOY! Terima kasih ya sudah mau diwawancara. Sebelumnya, kenalin dulu dong kalian itu siapa sih?

SOTOY: Halo-halo juga! SOTOY itu singkatan dari Self Original TOY. Berdiri di tahun 2014, nah sebenarnya SOTOY bukan nama sebuah komunitas, melainkan sebuah kegiatan anak-anak muda di bandung yang berkarya 3D dalam bentuk mainan, yang akhirnya berkembang dan keasyikan untuk mengikuti banyak acara dengan karya mainan/Urban Toys.

Kopling: Wah keren banget singkatannya. Hehe… Siapa saja sih yang ada di balik SOTOY ini? Kegiatan kalian ngapain saja?

SOTOY: Kalau saat ini yang aktif untuk melakukan kegiatan SOTOY ada sekitar 8 orang dengan latar belakang berbeda. Ada Addy Debil, Semproel, Iky, Er.Misa, Buddy Bat, Ops., Igi Anjangbiani dan Riandi Sumadinata. Tidak disadari, nama SOTOY itu sendiri bisa juga berarti ‘So Tau’ menjadi semangat inisiatif eksplorasi dan eksperimen. Yap, seperti kita nekat bikin-bikin pameran atau ikutan art bazaar yang positifnya bikin kita jadi percaya diri memperlihatkan hasil karya kita.

Kopling: Kalau sehari-hari masing-masing dari kalian berprofesi sebagai apa?

SOTOY: Kesehariannya kami memiliki kegiatan, pekerjaan dan latar belakang yang berbeda. Ada yang jadi desainer, mengajar, kuliah dan mural artist. Yang seru sih latar belakang berkarya yang berbeda membuat kita bisa saling menginspirasi dan memberi masukan yg berarti. Seperti Riandi & Buddy merupakan alumni dari desain produk yang lebih mengerti pada perancangan produk & material, lalu ada Addy, Semproel & Joey yang awalnya banyak bermain di ranah urban art (grafiti/mural), juga Iky, Igi dan Er.Misa yg pada awalnya senang berkarya seni di ruang konvensional (galeri).

sotoy-self-original-toys-3

Kopling: Apa yang membuat kalian jatuh cinta dengan urban toys?

SOTOY: Pada dasarnya kita senang dengan mainan sih. Sebagian ada yang mengoleksi mainan sejak kecil, tapi belum spesifik ke art toy. Ketika dewasa, dengan skill & referensi seni jadi ingin membuat mainan versi sendiri, maka art toys adalah pilihan yang tepat. Melihat cerita/konsep yang kita buat dalam bentuk 3D dan memperlihatkannya pada orang-orang merupakan kepuasan tersendiri. Apalagi kalau diapresiasi lebih. Huhuy!

Kopling: Hehe… keren, keren. Butuh skill lebih memang untuk bisa menuangkan gambar 2D menjadi bentuk 3D. Nah, sebagai pencinta mainan, apa sih koleksi art toys pertama kalian?

SOTOY: Umumnya Munny, salah satu platform toys dari Kidrobot. Ada juga yang tidak mengoleksi art toys karena harganya wow! Tapi tenyata kalau bikin sendiri ada kepuasan yang unik juga daripada beli.

Kopling: Bener juga… Nah, kira-kira apa yang ingin kalian sampaikan dari toys yang kalian buat?

SOTOY: Masing-masing orang punya cerita pada urban toys karyanya dan menyampaikan pesan yang berbeda. Tapi pada dasarnya secara umum kami mau memperlihatkan bahwa karya atau bentuk usaha dari seseorang untuk mencapai tujuannya bisa dicapai melalui benda 3D ini. Ada juga yang menjadi sisi lain untuk eksplorasi karena sebelumnya banyak bermain di karya 2d. Urusan jualan juga sudah pasti mengikuti.

sotoy-self-original-toys-4

Kopling: Apakah kalian pernah atau membuka kesempatan kolaborasi dengan desainer atau ilustrator 2 dimensi yang ingin membuat toys? Kalau iya, bisa ceritain pengalamannya/caranya?

SOTOY: Di sini Riandi nih yang pernah, ketika dia berkolaborasi dalam pembuatan rangkaian karakter dari sebuah production house. Riandi banyak dapat pelajaran di sana soal manajemen waktu dan sesuatu mengenai visi. Haha. Tapi secara garis besar, baginya, berkolaborasi merupakan tantangan besar yang harus dilakukan lagi. Hehehe…

Kopling: Dari pengalaman kalian, market urban toys di Indonesia saat ini bagaimana?

SOTOY: Pengalaman kami market toys di Indonesia itu masih sedikit dan kecil, permasalahannya sebenarnya bisa diselesaikan dengan menjaga kualitas karya dan marketing yang aktif. Haha. Kira2 begitulah.

Kopling: Kalau begitu, menurut kalian gimana caranya untuk bisa memperbesar market urban toys dan meningkatkan awareness orang tentang skena ini?

SOTOY: Permasalahannya sebenarnya bisa diselesaikan dengan menjaga kualitas karya dan marketing yang aktif. Haha. Kira-kira begitulah.

Kopling: Dan itu yang sedang dilakukan oleh SOTOY juga bukan? Mudah-mudahan sukses ya!

SOTOY: Terima kasih!

 

Kalau mau mengenal lebih jauh tentang SOTOY silakan langsung follow Instagram-nya: @so.toy.

urban-toy-stage-coming-soon-catalyst-arts-indonesia

About author

No comments