Tips Membuat Espresso

3

Beberapa waktu lalu Kopling sempat main-main lagi ke 1-15 Coffee. Well, sebenarnya bukan main-main juga sih, tapi lebih ke cek lokasi dan ngobrol dengan kru 1-15 Coffee mengenai acara Kopi Keliling Volume 6 yang akan diadakan di sana tanggal 16 Desember besok. Sebagai coffee shop yang mendukung kreativitas anak muda, bisa dibilang 1-15 Coffee sangat terbuka untuk acara yang berbau kopi, seni, dan desain. Sebelum berencana untuk mengadakan Kopi Keliling Volume 6, Kopling sempat mengadakan acara ACT di 1-15 Coffee bulan Agustus lalu. ACT adalah pameran amal dari 100 perupa yang hasil lukisannya diberikan kepada 100 pengunjung yang membeli tiket acara. Liputan acaranya ada di sini nih. Nah, hasil penjualan tiket tersebut digunakan untuk donasi peralatan gambar kepada adik-adik di panti asuhan. Cerita perjalanan Kopling ke panti asuhan bisa kamu baca di sini.

Sewaktu berdiskusi dengan kru 1-15 Coffee, Kopling juga sempat ngobrol dengan Doddy Samsura, salah satu barista di sana yang juga pemenang pertama Indonesia Barista Competition 2011. Di sela-sela kesibukannya, Doddy berbaik hati memberikan tips-tips membuat espresso yang baik.

Bahan-bahan

1. Biji kopi segar
2. Air mineral

Alat-alat

1. Coffee grinder
2. Portafilter
3. Manual atau semi-automatic coffee machine
4. Coffee mug

Cara Membuat (keterangan gambar ada di bawah):

1. Pilih jenis biji kopi yang kamu suka, baik itu house blend atau single origin (Toraja, Aceh Gayo, Wamena, etc). Doddy menyarankan untuk menggunakan biji kopi segar, bukan dalam bentuk bubuk, supaya rasa seduhan kopinya maksimal. Ada cara yang bisa dipakai untuk mengetahui biji kopi segar atau nggak: lihat roasted date-nya (semakin baru semakin segar, dan paling bagus adalah biji kopi yang berumur 7-10 hari setelah tanggal roasting).

2. Usahakan cari biji kopi yang berkualitas. Rasa kopi yang kita buat akan jauh lebih enak jika kita tahu biji kopi itu di-roasting untuk metode seduh yang seperti apa. Kalau biji kopi diseduh dengan metode yang pas, maka rasa yang keluar juga akan lebih enak.

3. Siapkan air mineral yang akan digunakan. Kalau pengen hasilnya betul-betul maksimal, gunakan filter air agar kamu bisa mendapatkan air dengan kandungan mineral yang pas.

4. Tentukan kehalusan bubuk kopi sebelum menggiling biji kopi yang akan diseduh ke coffee grinder. Untuk espresso, giling biji kopi dengan kehalusan yang mirip gula bubuk yang sangat halus.

4. Masukkan biji kopi ke coffee grinder dan giling sesuai dengan takaran dan kehalusan yang udah  ditentukan sebelumnya.  Jumlah yang digunakan untuk segelas espresso berkisar antara 7-12 gr.

5. Siapkan portafilter. Ingat, portafilter harus dalam keadaan hangat dan bersih sebelum digunakan.

6. Taruh biji kopi yang sudah digiling ke portafilter.

7. Lakukan tamping (meratakan kopi di portafilter). Ini untuk memastikan permukaan bubuk kopi padat dan rata.

8. Ini adalah hasil setelah tamping.

9. Bilas grouphead (bagian yang mengeluarkan cairan espresso) sebelum proses penyeduhan atau ekstraksi kopi dilakukan.

10. Pastikan suhu air sudah sesuai dengan keinginan. Suhu air yang digunakan untuk espresso umumnya berkisar 90-96C. Air yang digunakan untuk segelas espresso berkisar antara 25-35 gr.

11. Pastikan coffee mug sudah dipanaskan terlebih dahulu, lalu lakukan ekstraksi selama dan sebanyak yang kamu, nggak harus selalu 20-30 detik untuk 30 ml espresso. Kalau waktu ekstraksi terlalu cepat (<20 detik) maka rasa yang muncul biasanya asam nggak enak. Kalau ini terjadi, cobalah untuk menghaluskan bubuk kopi. Kalau ekstraksi lebih dari 30 detik, bisanya rasa yang muncul adalah rasa pahit. Karena itu, coba tingkat kehalusan bubuk kopi dibuat lebih kasar. Yang terpenting adalah rasa yang keluar sesuai dengan selera kamu. Jadi, tingkat kehalusan bubuk kopi, waktu penyeduhan, dan volume yang digunakan semuanya sebenarnya tergantung dari selera masing-masing.

12. Espresso yang keluar hasilnya akan seperti ini, terdiri dari crema di lapisan atasnya dan kopi cair di bagian bawahnya.

Tips: Kalau kamu ingin rasa kopi yang kamu buat tetap stabil, sebaiknya jangan menyeduh biji kopi yang kemasannya udah dibuka lebih dari 2 minggu. Cara penyimpanan juga sangat mempengaruhi rasa seduhan kopi. Biji kopi paling baik disimpan di tempat kedap pada suhu ruang dan nggak terkena sinar matahari langsung.

Gimana? Cukup detail ya tips nya? Mungkin lain kali kalau kamu mampir ke 1/15 Coffee, kamu bisa minta Doddy ngajarin langsung megang mesin espresso nya.

Cheers!

 

Artikel Terkait:

Hubungan-antara-espresso-dengan-third-wave-coffee

Mengakrabkan-Diri-Sama-Espresso

About author

3 comments

Post a new comment

Kota Seribu Warung Kopi

Ketika orang-orang di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra baru mulai terbiasa dengan pembauran antar suku, orang Pontianak sudah lebih lama melakukannya. Di sana, keturunan Cina ...