Tipe-Tipe Grinder Kopi

6

Setelah membaca beberapa literatur, salah satunya seperti yang ada di artikel “Buku-Buku Tentang Kopi”, gue mendapati betapa pentingnya kualitas bubuk kopi dalam menciptakan kopi yang enak. Dan gue termasuk orang yang setuju bahwa kehadiran sebuah Grinder (alat giling biji kopi) yang baik dapat mengoptimalkan rasa dan karakter kopi yang kita seduh.

Tentunya sebuah Grinder yang baik mampu menyesuaikan tingkat kehalusan sesuai kebutuhan serta dapat secara konsisten menghasilkan bubuk kopi dengan tingkat kehalusan yang seragam. Kalau kamu tidak punya Grinder sendiri di rumah, kamu bisa minta tolong coffee shop langganan kamu untuk gilingin buat kamu, tapi jika sudah digiling dalam jumlah banyak dan tidak segera kita seduh/konsumsi, cita rasa dan aroma si kopi itu akan berkurang drastis lho. Karena bubuk kopi itu sangat rentan jika terkena okesigen. Meskipun kita simpan di container yang kedap udara, tapi saat kita membuka tutup container tersebut oksigen tetap masuk. Itu makanya di coffee shop yang bagus biasanya selalu menggiling kopinya hanya saat ada tamu yang memesan, sehingga kesegaran kopi akan terjaga.

Awalnya gue gak mentingin proses-proses di balik secangkir kopi seperti halnya proses grinding. “Mau minum kopi aja kok ribet!” mungkin demikian pikiran gue pada saat itu. Tapi setelah mengetahui betapa menariknya proses pembuatan kopi mulai dari penanaman, roasting, hingga disajikan menjadi minuman, semakin gue sadari bahwa hal tersebut membutuhkan effort dan passion yang luar biasa. Dan akhirnya gue pun belajar untuk menghargai proses tersebut dengan menikmati secangkir kopi dengan cara yang tepat.

Nah kembali ke proses grinding, berikut ini gue akan memperkenalkan Grinder kopi yang bisa kita beli buat bikin kopi enak di rumah.

Kalau lihat dari foto diatas, itu tuh beberapa contoh Grinder yang biasa digunakan. Harganya bervariasi dari Hand Grinder yang bagus itu sekitar Rp 400,000-an, sampai ke Electric Grinder untuk cafe yang harganya sekitar Rp 8,000,000 – Rp 22,000,000!!!. Nah, tapi kan harga itu mahal banget yah kalau hanya sekedar digunakan di rumah, kamu bisa mulai dengan membeli Blender kecil dan Hand Grinder untuk menggiling kopi kalian karena gue rasa ini masih worth it untuk kamu miliki karena bisa menghasilkan kualitas gilingan yang cukup baik untuk kita seduh apabila kita melakukannya dengan benar.

Blender Kecil/Blender Cabe


Mungkin ada beberapa di antara kamu yang ga setuju kalau alat ini digunakan untuk meggiling kopi, karena secara teknis dia hanya menghancurkan biji kopi sehingga membuat hasil giling kopi menjadi tidak seragam. Memang hal ini akan mempengaruhi kualitas kopi, namun daripada tidak ada sama sekali jadi gue rasa alat ini cukup baik untuk digunakan. Semoga cara yang gue lakukan ini bisa meminimalisir hasil ketidak seragaman kopi yang dihasilkan.

Tahapannya:

1. Masukkan biji kopi sesuai kebutuhan ke dalam chamber blender nya. Sebaiknya kita menggilingnya per porsi, jadi jangan dicampur semua. Karena dikhawatirkan membuat hasil gilingan menjadi semakin tidak seragam.

2. Pasang chamber blender ke mesinnya.

3. Nyalakan dengan kecepatan terkecil yang dimilki blender tersebut selama 5 detik.

4. Setelah 5 detik, matikan. Copot chamber dari mesinya, kemudian aduk chamber agar hasil gilingan kopinya menjadi merata.

5. Setelah di aduk, nyalakan kembali dengan kecepatan kecil juga selama 5 detik. dan ulangi tahap No.4. Lakukan kembali secara berulang, sambil sesekali melihat apakah hasil gilingan kopi sudah mencapai tingkat kehalusan yang diharapkan atau tidak.

6. Setelah sudah mencapai tingkat kehalusan yang kita inginkan, tuangkan ke cangkir atau alat seduh yang akan kita gunakan selanjutnya.

Note: Dari percobaan yang gw lakukan dengan Blender merk Philips, untuk mencapai tingkat kehalusan untuk alat seduh French Press yaitu ‘Coarse’ perlu melakukan tahap No.3 dan No. 4 sebanyak 4 kali. Sedangkan untuk mencapai tingkat kehalusan untuk metode Tubruk yaitu ‘Fine’ memerlukan pengulangan sebanyak 6 – 8 kali. Tapi kembali lagi tergantung jenis blender yang kalian gunakan.

Foto di atas adalah hasil dari percobaan yang gue sudah lakukan sebelum menulis artikel ini, semoga membantu untuk jadi patokan kamu saat menggiling menggunakan blender cabe ini.

 

Hand Grinder

Grinder jenis ini adalah yang sering menjadi pegangan para barista dunia kalau lagi travelling atau sekedar bikin kopi di rumah. Hand Grinder tergolong grinder manual. Keberadaan alat ini sudah ada sejak zaman penjajahan dulu. Nenek gue pernah cerita kalau jaman dulu ketika menyajikan kopi untuk orang Belanda, mereka selalu bikin kopi yang fresh setelah digiling.

Tahapannya:
1. Masukkan biji kopi sesuai kebutuhan ke bagian atas Grinder. Sebaiknya kita menggilingnya per porsi, jadi jangan dicampur semua. Karena CAPEK kalo langsung banyak, hahahaha.

2. Atur knob pengatur tingkat kehalusannya yang biasanya ada di bawah. Sebaiknya mentokin dulu sampai yang paling halus, supaya kita bisa hitung berapa ‘Klik’ yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kehalusan tertentu. Biasanya kalau grinder merk PORLEX yang gue gunain ini, untuk Tubruk tinggal set mentok ke tingkat yang paling halus. Untuk Pour Over bisa putar 5 ‘Klik’ dari level paling halus. Dan untuk French Press bisa putar 12  ‘Klik’ dari tingkat paling halus. Jumlah ‘Klik’ ini bisa kamu atur sendiri sesuai dengan selera.

3. Setelah itu teman-teman pasang tuasnya di bagian tutup Grinder nya, kemudian putar searah sampai biji kopi yang kita masukkan habis.

4. Setelah sudah mencapai tingkat kehalusan yang kita inginkan, tuangkan ke cangkir atau alat seduh yang akan kita gunakan.

Grinder ini sudah dimodifikasi, sehingga menjadi lebih mudah digunakan. Kalau manual Grinder yang jaman dulu, pengaturan kekasaran dan kehalusannya berasal dari jumlah putaran yang kita lakukan. Namun Hand Grinder masa kini sudah ada pengaturannya, sehingga hasilnya bisa sangat konsisten.

Pengaturnya berada di bagian bawah robbur Grinder nya, sehingga mudah untuk digunakan, hanya tinggal memutar ke arah ‘Halus’ atau ke arah ‘Kasar’. Setelah itu kita tinggal memasukkan kopi tersebut ke bagian paling atas, yang nanti biji kopi tersebut akan hancur saat kita putar karena akan melalui robbur yang ukuran terbukanya sesuai dengan kebutuhan tingkat kehalusan yang sudah kita atur tadi.

Karena Grinder ini bisa kita atur tingkat kehalusannya maka Grinder ini mampu menghasilkan bubuk kopi yang seragam dan konsisten sehingga bisa digunakan untuk bermacam-macam metode seduh. Percaya sama gue, ini adalah investasi yang sangat worth it untuk kita yang suka menikmati kopi yang berkualitas.

Gambar di bawah adalah hasil percobaan gue menggunakan Grinder stainless. Teman-teman bisa lihat perbedaan tingkat kehalusanya dari yang paling ‘Kasar’ untuk French Press, kemudian ‘Sedang/Medium” untuk Pour Over dan Aeropress, serta yang paling ‘Halus’ untuk Tubruk.

Kalau kamu masih penasaran, kapan yuk bisa janjian sama gue ketemu di Toodz House. Biar kita bisa explore lagi kemampuan beberapa alat giling yang sudah kita bahas bersama di atas. Pasti seru dan bikin penasaran deh nanti kalau sudah coba-coba. Ditunggu ya di Toodz House! – @AndanuPrasetyo

 

About author

6 comments

  1. Arkana1 13 January, 2013 at 15:54 Reply

    wow…artikel yg bagus.
    kalo boleh menambahkan, menggiling kopi dg blender (blade) akan mengubah rasa atau aroma kopi. terutama jika kita menggilingnya lebih halus. karena untuk mendapat hasil gilingan yang halus, kita akan memutar blender lebih lama menyebabkan bubuk kopi terlalu panas. seperti nya panas itu yg membuat rasa/aroma nya berubah.

  2. Ima Komala Dewi 10 August, 2014 at 02:30 Reply

    grinder kayu dan kaca, ada pengaruhnya ke rasa/aroma ga? lg nyari second opinion buat grinder rumahan nih..

    • Kopi Keliling 11 August, 2014 at 04:25 Reply

      Hi Ima,

      Ngaruh sih ngaruh ya. Cuma nampaknya juga akan sedikit sekali (personal thoughts). Kalo mau yg praktis sih Porlex. Rada mahal sih, cuma dari desain, simplenya, sizenya, praktis banget. So far sih puas ya sama segala aspek. Variable utk mempengaruhi rasa sih banyak banget ya. Mulai dari air, tempratur, dll. Jadi kayaknya kalo mau nyari atau main-main rasa, perlu diperhatikan semua. Cuma kalo buat rumahan, misalnya ada keterbatasan, sebenernya mending main di beans nya aja sih. Grinder apapun juga sebenernya fine2 aja selama bisa atur besaran bubuk dengan fleksibel. Semoga menjawab.

Post a new comment

[KACF 2015] Bioskop Keliling Volume 5 – Day 2

Setelah proses open submission 1 bulan lebih, akhirnya Bioskop Keliling berhasil menentukan film-film pendek yang mampu merespon tema Piknik Perayaan Rasa. Tema tersebut dipilih untuk pemutaran film ...