Tasseografi: Meramal dengan Kopi

1

Kamu tau nggak bahwa nasib kita itu ada di dasar kopi yang kita minum?

Seni meramal dengan kopi itu sebenernya umurnya udah sama tuanya dengan umur kopi itu sendiri. Kopi Turki dan meramal itu nggak bisa lagi dipisahin, terutama saat sedikitnya 2 orang ngumpul dan ngopi bareng. Bahkan kabarnya di Cina pun juga dari ratusan tahun yang lalu udah ada yang ngeramal nasib dengan cara ini. Ritual ini berkembang ke Eropa pada akhir Abad 17, terus sempet jadi trend di Paris, dan dari situlah menyebar ke Austria, Hungaria, dan Jerman. Berbeda dengan seni meramal lainnya, ngeramal dengan kopi, atau yang lebih dikenal dengan tasseografi ini nggak ngasih tau kita berita-berita atau ramalan-ramalan yang buruk, cuma ngasih tau yang baik-baik aja supaya yang dibacain lebih semangat menjalani hidup. Menyenangkan dan nggak nakutin kan?

Tapi ya yang namanya ramalan nggak usah dipercaya 100% sih, anggep aja sebagai lucu-lucuan. Kalo kejadian dan itu hal yang baik, ya tetep harus disyukuri. Banyak orang yang menuduh seni meramal ini sebagai praktek okultisme, padahal sama sekali nggak melibatkan kekuatan supranatural lho. Nggak usah pake dukun atau syarat-syarat apalah gitu. Kalo kamu kepingin nyoba, coba aja – cuma nggak usah membuat keputusan penting berdasarkan hasil “bacaan” kopi ini ya. Kan namanya juga cuma iseng aja…

Gini nih caranya. Siapin sebuah cangkir kopi, sebaiknya pilih yang rendah dan lebar dan warnanya putih. Jangan pilih yang warnanya hitam, nanti jadi susah bacanya.

Rebus air kayak kamu mau nyeduh kopi. Terus ukur kopinya. Cukuplah satu sendok makan bubuk kopi aja kalo cuma buat 1 cangkir kopi. Jangan pake kopi kalengan atau kopi instan ya, nggak akan ada yang bisa dibaca nantinya. Kopi tubruk? Boleh banget!

Setelah itu, tuang kopi ke cangkir tanpa filter. Nanti kan bubuk kopinya juga nempel di dasar cangkir. Mau tambah gula dan susu juga boleh. Diaduk setelahnya, silakan. Pokoknya, anggep aja kayak minum kopi biasa gitu. Santai, sambil ngobrol. Nggak usah buru-buru. Nah, nanti kalo udah deket banget sama dasar cangkir, baru harus mulai hati-hati supaya bubuknya nggak ketelen. Minumnya pelan-pelan aja dan kalo bisa semua cairannya keminum.

Setelah airnya keminum sampe abis, balik cangkirnya ke tatakan cangkir. Jangan lupa make a wish saat kamu ngelakuin hal ini.

Selanjutnya, tinggal urusan si pembaca kopi ini – bisa kamu sendiri, atau orang lain. Dia akan menerjemahkan gambar yang dibentuk sama kopi itu. Caranya mirip kayak kalo kita ngeliat ke awan gitu deh. Kan ada awan yang bentuknya kayak burung, kayak hati, dan sebagainya. Ini juga begitu. Biasanya sih kata seorang ahli tasseografi ini, awalnya dia akan ngeliat gambar pohon. Pohon ini katanya melambangkan hubungan orang yang mau dibacain sama keluarganya sendiri. Baru setelah itu, dia ngebacain simbol-simbol lain, misalnya:

1. Apel: Kesuburan dan kreativitas.
2. Roti: Harapan dan impian.
3. Jembatan: Keputusan penting yang harus dibuat.
4. Kamera: Lagi ada yang naksir.
5. Koin: Mau dapet rejeki.
6. Berlian: Mau ada yang ngelamar.
7. Bunga: Kebahagiaan.
8. Hati: Hubungan percintaan.
9. Daun: Kabar dari temen lama.
10. Tiga titik: Mau dapet temen baru.

Masih banyak lagi simbol-simbol lain yang bisa diinterpretasikan sama si ahli tasseografi. Katanya sih ramalan dengan kopi ini masa berlakunya 4 bulan, dan setelah itu expired.

Di Turki hampir semua kedai kopi di sana ada ahli tasseografinya. Tapi kamu nggak usah jauh-jauh ke Turki sih kalo mau iseng-iseng diramal pake kopi. Seorang sahabat Kopling, @DewiSubrata, juga bisa ngeramal pake kopi. Nggak gratis tentunya tapi. Hehe… Bilang aja kamu tau dari Kopling, siapa tau Kopling jadi ditraktir Dewi ngopi. Hehe… Nggak kok, Kopling nggak pamrihan.

Selamat menyesap kopi dan menerawang masa depan!

About author

1 comment

Post a new comment

Design Talk with INCH Furniture

Ada acara seru nih Dia.Lo.Gue Artspace: DESIGN TALK with INCH FURNITURE. INCH, yang merupakan kepanjangan dari IN: Indonesia dan CH: Swiss, adalah merek produk furniture ...