Kopi Anti Peluru: Yes or No?

0

Kamu tahu tentang kopi campur mentega? Iya, mentega. Tren baru untuk menikmati kopi. Sebelumnya, kopling sudah pernah membahas mengenai kopi campur mentega itu. Kopi yang dicampur mentega ini disebut “Bulletproof Coffee”, karena selain bisa mengurangi berat badan sekaligus menambah energi, juga dapat menambah fungsi otak. Anehnya, mentega baru punya fungsi begini kalo dicampur sama kopi, bukan dioleskan di atas roti tawar atau biskuit.

Kopi yang dicampur dengan mentega ini dipercaya dapat menurunkan berat badan dan mampu meningkatkan energi pada tubuh kita. Konon, mentega yang dicampur dalam kopi ini bukan mentega sembarangan. Mentega yang berasal dari susu sapi yang mana sapi itu hanya makan rumput. Konon lagi, biji kopi yang digunakan juga dari kopi khusus. Artinya yang mendapat perawatan tidak seperti biji kopi pada umumnya. Biji kopi yang rendah toksin, tidak dapat ditemukan di supermarket atau kedai kopi, begitu kata Asprey, sang penemu bulletproof coffee.

bulletproof-coffee-1

Kopi rendah toksin dari Bulletproof Coffee mengandung minyak MCT, yakni campuran kelapa dan kelapa sawit, dan memiliki lemak sehat. Asprey mengklaim kopi normal akan mendorong adrenalin anda untuk beberapa jam, setelah itu, akan kembali seperti semula. Namun kopi antipeluru ini akan meningkatkan energy pada tubuh kita dua jam berikutnya.Hal ini karena minyak MCT lebih cepat dicerna dari lemak lain sehingga meningkatkan energy dan mempercepat penurunan berat badan.

Di satu sisi Dave Asprey mencoba meyakinkan bulletproof coffee dengan kasiatnya, namun di sisi lain ada yang kontra tentangnya, Madelyn Fernstrom, misalnya. Ahli gizi ini bilang bahwa menambahkan 100-200 kalori ke dalam kopi itu tidak mungkin nurunin berat badan, sementara itu, situs Gizmodo juga menjelaskan pada satu artikelnya bahwa tidak ada cara diet yang cocok untuk setiap orang. Jika kita ingin menurunkan berat badan dan mempertahankannya, meningkatkan jumlah kalori yang kita bakar dengan menjadi lebih aktif, dan kemudian menemukan cara untuk mengurangi kalori yang kita konsumsi. Katakanlah, 100 lebih sehari. Temukan cara yang terasa tepat untuk kamu, sehingga tidak merasa seperti sedang kelaparan, dan kebutuhan nutrisi tubuh kita terpenuhi. Lagipula, pada dasarnya kopi itu sendiri kan mengandung 0 kalori, kecuali jika kamu menambahkan gula atau creamer ke dalamnya.

Intinya, menikmati secangkir kopi dengan “bumbu” tambahan lainnya itu pilihan. Tapi bukankah cara untuk merasakan apakah secangkir kopi itu benar-benar nikmat atau tidak adalah dengan meminum kopi hitam?

Salam sruputh!

About author

No comments