Kelas Basic Manual Brewing di 5758 Coffee Lab

0

Pada tanggal 21 September 2016 lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas Basic Manual Brewing atau Seduh Manual Dasar yang diadakan oleh 5758 Coffee Lab di Bandung. 5758 Coffee Lab adalah sebuah “laboratorium” kopi yang berdiri pada bulan Mei 2016. Selain kelas yang saya ikuti, mereka juga secara berkala mengadakan kelas Espresso 101, Basic Cupping Class (Uji Cita Rasa Dasar), hingga sertifikasi Q Grader. Ini menjadikan 5758 Coffee Lab sebagai laboratorium kedua di Indonesia yang lulus sertifikasi Specialty Coffee Association of America (SCAA).

kelas basic manual brewing 5758 coffee lab bandung

Kelas kali ini dipandu dengan apik oleh Adi W. Taroepratjeka, salah seorang pemegang saham di 5758 Coffee Lab sekaligus instruktur Q Grader pertama di Indonesia. Diikuti oleh 10 peserta dengan berbagai latar belakang, kelas dibuka dengan diskusi mengenai pengenalan dasar teknik seduh manual. Dimulai dari sejarah kopi, jenis alat, teknik seduh, gilingan kopi, dan teori-teori lain yang tak kalah seru. Dari bincang-bincang ini kita jadi tahu bahwa cita rasa dalam secangkir kopi bukan hanya ditentukan oleh jenis kopi. Contohnya, kandungan mineral dalam air ternyata memengaruhi rasa, lho. Mineral berfungsi mengikat properti kopi, sehingga semakin banyak mineral dalam kandungan air yang kita gunakan maka karakter enzimatik yang merupakan cita rasa asli buah kopi akan semakin tertutupi. Kami juga membahas tentang komponen-komponen dalam berbagai jenis gilingan kopi dan alat seduh, serta bagaimana teknis tiap-tiap elemen dalam menghasilkan rasa yang spesifik.

Setelah acara diskusi, dimulai sesi praktik teknik menyeduh yang dilakukan dengan menggunakan tiga alat yaitu V60, kalita wave, dan aeropress. Sesi ini dibantu oleh Mas Adi, Mas Andi K. Yoewono, dan Kang Mpip – barista 5758 Coffee Lab. Sebelum sesi dimulai, Mas Adi mendemonstrasikan cara menyeduh sekaligus untuk membantu peserta mengenali karakter rasa yang dihasilkan dari masing-masing alat. Misalnya, cita rasa yang dihasilkan aeropress akan cenderung bold dan creamy dengan tekstur lembut. Dengan alat ini, kita juga bisa bermain-main dengan waktu seduh karena proses agitasi akan menghasilkan cita rasa yang berbeda.

nindya lubis di kelas basic manual brewing 5758 coffee lab bandung

kelas basic manual brewing di 5758 coffee lab bandung

Saat praktik, peserta juga didorong untuk menjajali teknik dan cara. Ukuran gilingan biji kopi, waktu seduh, temperatur, filter yang digunakan, hingga teknik menuangkan air yang berbeda-beda akan menghasilkan perubahan rasa kopi yang signifikan meskipun dilakukan oleh orang yang sama dan dengan menggunakan bahan yang sama. Misalnya ketika mencoba alat kalita wave. Flow rate atau kecepatan menuangkan air akan sangat berpengaruh pada proses ekstraksi kopi sehingga menghasilkan cita rasa yang bervariasi. Meskipun banyak peserta yang tidak memiliki latar belakang kopi, hal itu tidak menjadi halangan untuk bereksplorasi mencari rasa yang paling disuka. Karena, mengutip kata-kata Mas Adi, soal rasa selalu kembali ke selera. Percobaan teknik dan cara penting untuk menentukan formula rasa yang ingin dicapai bila kita bercita-cita untuk membuka kedai kopi sendiri.

kelas basic manual brewing di 5758 coffee lab bandung

Saking serunya, kami semua lupa waktu. Kelas yang dimulai jam 9 pagi hari itu berakhir sesaat menjelang magrib. Selain sertifikat pelatihan, semua peserta juga mendapat kejutan goodie bag berupa V60. Bisa lanjut coba-coba di rumah, deh!

Untuk info lengkap mengenai jadwal dan biaya kelas kamu bisa langsung kroscek ke Instagram @5758coffeelab!

Artikel ditulis oleh: Nindya Lubis | Foto: Desiyanti Wirabrata

About author

No comments

Isnain Bahar Sasmoyo

“Seni tidak bisa menyelamatkan dunia. Tetapi seni bisa jadi sebuah pertanyaan.” Siapa bilang memiliki pekerjaan dan hobi yang bertolak belakang itu tidak mungkin? Isnain Bahar ...