Accidental Coffee (Kopi Tubruk)

1

Kopi-Tubruk

Pernah nggak kamu punya teman bule, atau orang asing yang nggak bisa berbahasa asing, terus ke Indonesia dan nanya hal-hal yang ribet neranginnya, seperti istilah “polisi tidur”, misalnya? Mereka pasti nanya, kenapa benda itu dikasih nama “sleeping police”. Ya kan?

Terus juga ada istilah “kopi tubruk”. Kamu nerjemahinnya secara harafiah mau nggak mau kan jadi “accidental coffee” dong. Nah, mereka jadi bingung lagi. Padahal, sederhananya, kopi tubruk adalah bubuk kopi yang diseduh sama air panas dan (sering kali juga ditambah) gula pasir, tanpa French Press ataupun Espro Press, tanpa filter. Udah gitu aja. Dan sebenernya, kopi tubruk Indonesia ini kalo diliat dari kekentalannya nggak beda jauh sama kopi Turki, tapi cara pembuatannya tetep beda. Tapi daripada repot-repot nerangin, mendingan teman atau tamu bule kamu itu dibuatin kopi tubruk aja, biar jelas. Kecuali kamu sabar dan mau nerangin, kenapa disebut “kopi tubruk”. Nggak tau kan kenapa dinamain kopi tubruk?

Sebenarnya ada sih penjelasannya. Gini. Konon, kata “tubruk” itu diambil dari Bahasa Jawa, yang kalo diterjemahin jadi “pukul”. Dibilang “kopi tubruk” karena dulu dalam pembuatan kopi tubruk ini, biji kopinya harus dihantam pake alu atau lesung. Gitu.

Penikmat kopi sejati, khususnya yang di Indonesia, kurang gagah rasanya kalo minumnya kopi instan atau kopi-kopi yang rasanya diperlembut sama creamer atau susu. Meskipun kedengarannya sederhana, bikin kopi tubruk yang sempurna juga harus ada caranya.

Yang pertama airnya harus bener-bener panas, tapi juga nggak boleh mendidih, supaya ampasnya nggak ngambang di permukaan air. Katanya idealnya sih sekitar 80-87 derajat Celsius. Terus apa lagi yang harus diperhatiin?

1. Pilih kopi yang baru digiling. Kamu bisa beli di coffee shop yang ngejual biji kopi, karena kopi yang baru digiling lebih segar, baik aroma maupun rasanya.
2. Takaran yang pas sebenernya 2 sendok teh bubuk kopi untuk satu gelas, tapi tergantung selera juga sih.
3. Pas nyeduh kopi, jangan pake suhu air mendidih.
4. Campur bubuk kopi di dalam cangkir dengan 200 ml air panas, terus diemin dulu selama 4 menit tanpa diaduk. Kenapa? Supaya rasa kopi lebih terserap dengan baik dan rasanya lebih berkualitas.
5. Terakhir, kalo suka manis ya tambahin gula, kalo nggak juga boleh.

Kalo semua langkah udah bener, tapi crema-nya nggak muncul, berarti:

1. Bubuk kopinya kurang banyak.
2. Gilingan kopinya terlalu kasar, atau terlalu halus. Yang paling ideal adalah medium ground.
3. Kopinya udah kelamaan disimpen.

Selamat menjamu tamu atau teman bule kamu dengan “accidental coffee”!

 

Sumber foto: mismanagedutopia.blogspot.com

1 comment

  1. HeruLS 2 December, 2014 at 14:47 Reply

    Hmmm, bener2 baru tahu ini aku.

    Biasanya main hajar aja dgn air yg baru mendidih, hasilnya ya berantakan, selain krn bubuk kopinya sendiri tidak berkualitas sih, hehe.

Post a new comment

Playground Artworks pt.1

Ini dia karya-karya hasil online submission untuk pameran mini ‘Playground’ yang Kopling adain beberapa waktu lalu untuk mendukung acara Park(ing) Day 2012 di Indonesia. Buat kamu yang ...